Barat Merangkul Budaya Tionghoa (2)

By Erabaru - 15/01/2017
  
|  
|   |  
Barat Merangkul Budaya Tionghoa (2) - Erabaru
 By Erabaru Penyebaran PTT di Luar Negeri Pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) 
bersumber dari negeri Tiongkok kuno, yang me...  |  |

  |

 
Share on Facebook Tweet on Twitter  Di dalam kitab perangnya itu Sun Wu sejak 
awal menekankan betapa pentingnya intelijensi, Sun Wu memprakarsai kenali diri 
sendiri dan kenali musuh, maka ratusan kali berperang pun tak akan terkalahkan. 
(internet)Penyebaran PTT di Luar NegeriPengobatan tradisional Tiongkok (PTT) 
bersumber dari negeri Tiongkok kuno, yang merupakan metode pengobatan 
tradisional yang mengacu pada metode medis terapan Tiongkok klasik, dan telah 
memiliki sejarah ribuan tahun. Menurut pemberitaan majalah “South Wind Window” 
Guangzhou, penyebaran PTT ke luar negeri paling awal bisa ditelusuri hingga ke 
zaman Dinasti Han.Beberapa tahun terakhir semakin banyak warga asing yang 
memilih untuk belajar ilmu PTT, karena mereka merasa PTT sungguh ajaib. Hanya 
dengan sebatang jarum (akupunktur), sebuah botol, bisa mengobati begitu banyak 
penyakit. Ada juga warga asing yang sangat tertarik dengan konsep Yin dan Yang 
serta lima elemen utama dalam PTT.Dalam Olimpiade Rio tahun lalu, Michael 
Phelps yang dijuluki ‘flying fish’ AS kembali merebut empat medali emas, dan 
berhasil menyabet 22 medali emas. Bekas merah akibat ‘kop/bekam’ (sedot botol) 
di sekujur tubuhnya sempat menarik perhatian penonton dari seluruh dunia.Phelps 
sendiri sangat suka dengan metode bekam. Menurut pelatih, sudah 2 tahun Phelps 
sangat menyukai metode ini, dan merasa sangat mujarab. Ia pernah menggunakan 
video rekaman pengobatan tersebut sebagai film iklan untuk produk alat olahraga 
yang dibintanginya.Atlit senam bernama Alex Naddour yang juga menyukai metode 
bekam juga memuji, “Ini adalah resep rahasia saya untuk mempertahankan kondisi 
fisik saya, karena latihan keras dalam jangka waktu panjang tubuh kami sering 
terasa sakit. Ini adalah metode pengobatan yang paling hebat yang selama ini 
pernah saya coba.”“Taktik Perang Sun Tzu” Direkomendasikan di Luar 
NegeriWarisan budaya Tiongkok klasik bidang militer yakni “Taktik Perang Sun 
Tzu” adalah kitab perang sebanyak 13 pasal hasil karya Sun Wu (545SM – 470SM) 
yang merupakan seorang jendral besar dari akhir zaman Chun Qiu (Musim Semi 
Musim Gugur).Di dalam kitab perangnya itu Sun Wu sejak awal menekankan betapa 
pentingnya intelijensi, Sun Wu memprakarsai kenali diri sendiri dan kenali 
musuh, maka ratusan kali berperang pun tak akan terkalahkan.Intisari pemikiran 
dalam karya ini telah melampaui aspek militer dan sangat direkomendasikan di 
berbagai negara. Di toko buku online terbesar “Amazon” saat ini telah dijual 
lebih dari 100 jenis buku terkait “Sun Tzu”. Di antaranya buku “Taktik Perang 
Sun Tzu” yang paling diminati terbitan Oxford University Publisher pada 1986, 
yang selalu menduduki beberapa posisi teratas dalam daftar buku terlaris di 
toko tersebut. Jepang, Korea, dan Amerika adalah negara yang paling getol 
melakukan riset “Taktik Perang Sun Tzu”.Taktik perang Sun Tzu sendiri telah 
diterapkan secara luas di bidang militer di seluruh dunia. Menurut informasi, 
sejak akhir 70-an hingga sekarang, Akademi Militer West Point telah memasukkan 
“Taktik Perang Sun Tzu” sebagai salah satu buku referensi. Kementerian 
Pertahanan juga menggelar ribuan kali seminar “Taktik Perang Sun Tzu” bagi para 
perwira dan stafnya.Menurut surat kabar “The Los Angeles Times”, setelah 
peristiwa “11 September WTC” buku “Taktik Perang Sun Tzu” telah terjual 
sebanyak 16.000 buku dalam tempo sebulan.Sebenarnya penerapan “Taktik Perang 
Sun Tzu” di negara Barat sudah jauh melebihi aplikasinya di bidang militer. 
Pemikiran Sun Tzu memiliki makna luas yang aplikatif dalam hal politik, 
ekonomi, perdagangan, personalia, dan juga strategi pasar.Majalah 
“Entrepreneur” AS pernah mengatakan, “Jika Anda pernah merasakan ajang bisnis 
ibarat ajang perang, maka, buku (Taktik Perang Sun Tzu) yang ditulis oleh guru 
besar klasik Tiongkok ini akan mengajarkan banyak hal pada Anda.”Menurut 
pemberitaan MBA Think Tank Documentation, di era tahun 60-an abad lalu, Jepang 
telah menerapkan “Taktik Perang Sun Tzu” di dalam manajemen bisnis. Seorang 
akademisi Jepang bernama Murayama mengatakan bahwa eksistensi dan perkembangan 
bisnis Jepang ditopang oleh dua pilar, yang pertama adalah sistem manajemen 
modern AS, dan yang kedua adalah strategi “Taktik Perang Sun Tzu”.Pakar 
marketing AS bernama Philip Kotler dalam bukunya berjudul “Marketing 
Management” telah membahas penerapan “Taktik Perang Sun Tzu” ini dalam 
marketing. Pengusaha Jepang sangat merekomendasikan konsep Sun Tzu yakni “satu 
visi dari atas hingga bawah akan menang”, digabungkan dengan pemikiran 
Konfusius untuk menciptakan metode manajemen yang saling kooperatif.Mantan CEO 
General Motors Roger Smith pada 1984 menjual 8,3 juta unit mobil dan menduduki 
posisi pertama di dunia. Ia berkata kunci keberhasilannya didapat dari banyak 
hal dalam buku “Taktik Perang Sun Tzu”, dan sejak saat itu ia mendapat julukan 
“otak pakar strategi”. (Epoch Times/sud/whs/rmat)BERSAMBUNG

Kirim email ke