Ada cukup banyak Sekolah Dasar yang mengajarkan bahasa Mandarin di California, 
contoh seperti Elder Creek Elementary dan William Land Elementary di 
Sacramento, Eugene Field Elementary di Pasadena, Garfield Charter Elementary di 
Menlo Park dlsb daftarnya panjang sekali.
---Kota Tucson di Arizona, AS, terdapat sekolah Sunrise Drive Elementary yang 
menyediakan pelajaran infiltrasi bahasa Mandarin yang disebut Chinese Immersion 
Programs yang kian lama kian diminati. Pelajaran tersebut membuat para pelajar 
semakin mudah memahami kebudayaan Tiongkok dan memupuk pemikiran kritis para 
pelajar.
...
Barat Merangkul Budaya Tionghoa (3)

By Erabaru - 16/01/2017
  
|  
|   |  
Barat Merangkul Budaya Tionghoa (3) - Erabaru
 By Erabaru Peminat Bahasa Mandarin Sangat Banyak di Luar Negeri Aksara 
Tiongkok adalah media perantara kebudayaan Tiongkok ...  |  |

  |

 
Share on Facebook Tweet on Twitter  Ilustrasi. (theepochtimes.com)Peminat 
Bahasa Mandarin Sangat Banyak di Luar NegeriAksara Tiongkok adalah media 
perantara kebudayaan Tiongkok dan eksis saling berdampingan dengan kebudayaan 
Tiongkok. Beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang asing mulai belajar 
bahasa Mandarin karena ketertarikan mereka pada kebudayaan Tiongkok. Bagi 
mereka, walaupun belajar bahasa Mandarin sangat sulit, tapi juga sangat indah 
dan menarik.International Cooperation Union memberitakan serangkaian pengalaman 
orang asing yang belajar bahasa Mandarin di Taiwan. Mariana Mayen yang 
berbahasa ibu Spanyol saat belajar bahasa Mandarin baru mendapati bahwa 
ternyata di dunia ini begitu banyak orang tidak tahu ada begitu banyak bahasa 
yang indah di dunia ini.“Mandarin adalah bahasa yang memiliki makna yang sangat 
kaya, bersejarah, dan penuh seni,” kata Mayen.Karena setiap aksara Mandarin 
memiliki banyak makna, pelafalan Mandarin juga merupakan teknik pelafalan yang 
sama sekali berbeda dengan bahasa lain, yang cukup menyulitkan bagi orang 
asing.Bagi Mayen, hal yang sering membuatnya kikuk adalah pelafalan dan 
pengucapan yang sering salah, terutama banyak kosa kata yang pelafalannya 
terdengar sangat mirip. Begitu cara pengucapannya berubah sedikit maknanya pun 
berubah sama sekali.Suatu kali saat istirahat seorang teman Mayen 
mencarinya.“Saya bertanya pada guru apakah saya boleh pulang lebih awal, tapi 
teman saya itu dan guru saya terus menertawakan saya. Kemudian teman saya 
berkata pada saya agar lebih memperhatikan pengucapan. Teman saya menjelaskan, 
saya telah salah melafalkan kata ‘lao shi’ (guru) menjadi ‘lau shu’ (tikus),” 
kata Mayen.“Bagaimana mungkin”, Mayen terheran-heran. Ia mengatakan, “Setelah 
teman saya memberitahu pelafalan yang benar, saya baru sadar, ternyata berbeda 
sedikit saja. Saya merasa sangat malu, ternyata selama ini di kelas saya selalu 
memanggil guru dengan sebutan ‘tikus’.”Menurut Mayen, banyak sekali hal yang 
harus dipelajari dalam bahasa Mandarin, juga banyak pengalaman yang menantikan 
dirinya untuk dilalui. Selain orang asing, etnis Tionghoa di luar negeri juga 
berharap putra putri mereka bisa belajar bahasa Mandarin. Karena kebutuhan akan 
bahasa Mandarin begitu tinggi, beberapa tahun terakhir banyak sekolah di 
berbagai kota besar di banyak negara pun menyediakan pelajaran bahasa 
Mandarin.Di negara yang banyak didiami oleh etnis Tionghoa seperti Malaysia, 
Amerika, Kanada, Australia, dan Inggris, bahkan mempunyai sekolah berbahasa 
Mandarin, yang merupakan salah satu jalur pendidikan penting bagi para generasi 
muda etnis Tionghoa untuk belajar bahasa Mandarin.Kota Tucson di Arizona, AS, 
terdapat sekolah Sunrise Drive Elementary yang menyediakan pelajaran infiltrasi 
bahasa Mandarin yang disebut Chinese Immersion Programs yang kian lama kian 
diminati. Pelajaran tersebut membuat para pelajar semakin mudah memahami 
kebudayaan Tiongkok dan memupuk pemikiran kritis para pelajar. (Epoch 
Times/sud/whs/rmat)SELESAI


Kirim email ke