Sebuah tulisan yang sangat menarik. Semoga demikian adanya.

     Pada Kamis, 19 Januari 2017 20:47, Sri Isni <[email protected]> menulis:
 

 "Grand Design" Kasus Ahok: Akhir Euforia Rizieq FPI dan TNI-Polri hingga 
Jokowi Bentengi Pancasila - KOMPASIANA.com _filtered ;#yiv0702634463 html, 
#yiv0702634463 body{margin:0;padding:0;font-size:12px;font-family:'Open Sans', 
sans-serif;}#yiv0702634463 ul, #yiv0702634463 li{margin:0;}#yiv0702634463 body 
*, #yiv0702634463 body *:before, #yiv0702634463 body *:after{}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kolom-newslt 
{background:#e9f2ed;width:300px;height:auto;padding:10px 10px 15px 
10px;overflow:hidden;}#yiv0702634463 .yiv0702634463kolom-newslt_desc 
{color:#365b97;padding:0px 0px 0px 
25px;font-size:13px;font-weight:300;position:relative;height:auto;}#yiv0702634463
 table{margin:5px 30px 0px;}#yiv0702634463 
input.yiv0702634463kolom-newslt_input{border:none;margin:10px 0px 0px 
-10px;padding-left:25px;width:250px;height:40px;border-radius:20px;}#yiv0702634463
 .yiv0702634463kolom-newslt_btn 
{color:#ffffff;display:inline-block;background:#28aeb5;border:none;border-radius:20px;outline:none;white-space:nowrap;cursor:pointer;font-weight:400;padding:9px
 18px;margin:13px 0px 0px -77px;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kolom-newslt_img{position:absolute;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kolom-newslt_input:focus{outline:none;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kolom-newslt_input-webkit-input-placeholder 
{color:#bababa;font-weight:300;font-style:italic;font-family:'Open Sans', 
sans-serif;text-transform:uppercase;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kolom-newslt_input-moz-placeholder 
{color:#bababa;font-weight:300;font-style:italic;font-family:'Open Sans', 
sans-serif;text-transform:uppercase;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kolom-newslt_input-moz-placeholder 
{color:#bababa;font-weight:300;font-style:italic;font-family:'Open Sans', 
sans-serif;text-transform:uppercase;}         #yiv0702634463 .yiv0702634463read 
.yiv0702634463thumb {height:100%;}PILIHAN 
"Grand Design" Kasus Ahok: Akhir Euforia Rizieq FPI dan TNI-Polri hingga Jokowi 
Bentengi Pancasila
19 Januari 2017 17:18:39 Diperbarui: 19 Januari 2017 17:53:35 Dibaca : Komentar 
: Nilai : Durasi Baca :  Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Ketum PB NU KH Said 
Aqil Siradj I Sumber Tribunnews.dom  Momentum itu akhirnya lahir dengan 
sejumlah kasus yang membelit Rizieq FPI. Euforia perasaan kemenangan malambat 
melaun hilang ditelan sikap Rizieq FPI sendiri, dan waktu. Kasus Ahok pun makin 
jernih, semakin hari persidangan semakin membuka mata tentang kebenaran yang 
haq dan kebatilan yang bathil. Maka rakyat dan pemerintahan Presiden 
Jokowi-Jusuf Kalla beserta TNI-Polri tinggal memetik buah dengan mengedepankan 
kehadiran Negara dalam memberangus ormas anti-Pancasila.Mari kita telaah grand 
design kasus Ahok dan musnahnya dan hilangnya euforia kemenangan semu ala 
Rizieq FPI dan ketegasan Polri dan TNI lewat dua Jenderal Polisi dan Jenderal 
TNI serta ketegasan strategi Presiden Jokowi- JK yang merangkul erat stake 
holder terbesar pendiri NKRI yakni NU sambil menari menyanyi bergembira 
suka-cita senang riang gembira gempita menertawai kekalahan gerakan keagamaan 
radikal dan SBY yang berteriak-teriak tetapi tetap tak mampu mengantarkan Agus 
menang dan ngakak nonton blunder Anies Baswedan dan partai agama PKS yang 
mencari dukungan FPI dan sikap tegas partai nasionalis PDIP yang tidak takut 
berhadapan dengan FPI dengan Rizieq FPI-nya untuk menyambut kemenangan 
kebhinekaan NKRI selamanya senantiasa.Sejak awal disampaikan – bahkan sejak 
aksi 411 dan lain-lain – bahkan euphoria 212 yang menjadi tonggak untuk membuat 
psikologi massa euphoria dengan aneka 161 dan sebagainya hanyalah alat pemetaan 
bagi Negara. Tak lain tak bukan. Tak lebih dan tak kurang.Publik yang awalnya 
gerah dan menganggap kehadiran Negara tidak tampak dan membiarkan gerakan 
radikal meluas semakin hari makin kecele: TNI-Polri, BIN, dan masyarakat 
pendukung Pancasila dan Kebhinekaan ternyata melakukan pemetaan.Dalam hal 
pemetaan itu, gerakan radikal terjebak oleh berbagai pernyataan bahkan orang 
eks Pimpinan  Muhammadiyah dengan pentolan semacam manusia Din Syamsuddin yang 
biasanya cool, nice dan sweet sejalan dengan NU mengambil sikap aneh. Hal itu 
yang menyebabkan  FPI dengan gempita merasa mendapatkan dukungan mayoritas 
rakyat Indonesia. Padahal silent majority pencinta kebhinekaan NKRI tengah 
pasang kuda-kuda setiap saat akan melawan gerakan keagamaan radikal anti 
Pancasila mana pun.Maka sikap FPI pun semakin berani dan bahkan menuntut 
Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar untuk didopot. Bahkan pada saat yang 
bersamaan Rizieq FPI dengan entengnya merendahkan Jenderal Polisi dengan 
pernyataan yang menyakiti hati.  FPI pun bersikap di atas angina dan langit, 
bahkan menggunakan Masjid Agung Al Azhar pun kini menjadi salah satu tempat 
singgah dan berhasil dipeluk oleh FPI. Mantap menurut FPI.Sikapnya pun semakin 
menjadi-jadi dan bahkan dalam aksi 616 – meminjam idiom psikologis kemenangan 
sesaat gede rasa euphoria 212 – ada massa yang mencoret Bendera Merah Putih 
dengan tulisan laillaha illallah plus gambar pedang mirip bendera Wahabi Arab 
Saudi.Namun, di tengah pemetaan sempurna itu, TNI, Polri, Densus 88, dan BIN 
serta masyarakat pendukung kebhinekaan terus memantau perkembangan sesuai 
dengan grand design strategi pemetaan intelejen yang memerhatikan psikologi 
masyarakat. Semua untuk kepentingan bangsa dan negara dan kebhinekaan Indonesia 
dengan Pancasila sebagai dasar.Sikap tegas Polri menetapkan Rachmawati dan 
Bintang Pamungkas dan kawan-kawan sebagai tersangka makar dan terhadap Ahmad 
Dhani dkk. berhasil membungkam – dan pada saat yang bersamaan mampu meredam 
ocehan mulut manis indah menawan hati dunia akhirat bernama nenek Sarumpaet. 
Cep klakep tak ada bunyi.Bunyi awal nyaring dari Prabowo dan pengikutnya Fadli 
Zon dan orang kehilangan induk Fahri Hamzah dijawab dengan pembuktian di 
pengadilan. Tentu Polri memiliki alasan untuk menetapkan mereka sebagai 
tersangka. Maka adalah tuduhan yang bukan main-main yang telah coba diredam 
oleh Prabowo namun tetap Polri akan membuktikan tuduhan makar tersebut di 
pengadilan.Di tengah grand design kasus Ahok sesungguhnya berbagai kepentingan 
politik bermain. SBY adalah orang yang memiliki kepentingan hukum untuk agar 
Ahok diadilai dengan teriakan nggak karuan – sementara tidak berteriak untuk 
kasus Rizieq FPI yang juga dilaporkan ke Mabes Polri. Jelas tujuan SBY 
berteriak adalah demi Agus, bukan hanya kedok demi hukum dan keadilan. Sikap 
double standard alias standard ganda SBY jelas karena ada kepentingan Agus agar 
didorong menjadi Gubernur DKI Jakarta.Di tengah euphoria kemenangan yang melaun 
melambat itu Rizieq FPI masih berpikir bahwa dia bisa mengatur dan menekan 
Polri untuk memecat Kapolda Jabar dan Kapolda Metro. Polri pun bahkan 
menunjukkan geligi kuatnya dengan justru memberi penghargaan kepada dua Kapolda 
tersebut.Rakyat yang tadinya mulai berpikir mengkiuti FPI kembali tersadarkan 
oleh justru berbagai aksi luar biasa hebat yang dilakukan oleh Rizieq FPI 
dengan akhlakul karimah, dengan sikap terbaik dan patut menjadi contoh bagi 
seluruh umat manusia di dunia dan akhirat sekalian nanti, dengan omongan mulut 
sejuk dan manis seperti madu yang mengalir di bawah sungai-sungai surgawi. 
Sungguh indah. Keindahan gaya, busana, sikap, omongan Rizieq FPI seperti itu 
justru membius kesadaran umat akan pentingnya Pancasila dan NKRI. Dan ... 
membuat euforia kemenangan semakin melaun melambat seiring waktu.Dalam 
kesadaran itu bahkan skondan anak ideologis dan biologis Bung Karno, penemu 
ideologi terbuka Pancasila, Megawati yakni Sukmawati pun – salah satu oposan 
Rachmawati sejak dulu – angkat bicara, berbarengan dengan Megawati yang 
langsung diserang oleh Rizieq FPI. Bahkan Rizieq FPI di tengah perasaan menang 
karena kasus Ahok – meminta Mabes Polri memeriksa Megawati – yang dijawab oleh 
Sekjen PDIP yang tidak takut dengan sepak terjang FPI sama sekali.Pada saat 
bersamaan kasus yang membelit Rizieq FPI pun tidak akan dibiarkan – sebagai 
tandem bargaining position untuk kasus Ahok – karena jelas tujuan gerakan FPI 
adalah menuntut Presiden Jokowi dan melebar ke berbagai kasus. Bahkan di tengah 
euphoria Rizieq FPI menggemborkan ‘revolusi ala FPI’ yang tak mendapat sambutan 
siapa pun, apalagi rakyat silent majority tetap melakukan aksi watch and see 
dan wait and see. Sementara TNI, Polri, dan rakyat kebanyakan memandangnya 
sebagai red alarm dan red line yang tidak boleh diseberangi.Kini Polri dan TNI 
secara tegas bersama-sama akan memberangus ormas anti Pancasila. Orang awam 
paham bahwa berbagai aksi FPI adalah memanfaatkan momentum MUI dan orang kepo 
lupa semacam Din Syamsuddin. Untung NU dengan jernih lewat Ketua Umum PB NU KH 
Said Aqil Siradj tidak mau terlibat ke dalam politik praktis yang merusak 
kebhinekaan dan lewat pembicaraan empat mata dengan Presiden Jokowi.Tak pelak, 
dalam waktu dekat ini NU akan menerjunkan seluruh kekuatan kiai dan ulama 
rahmatan lil alamin – kredo dan ideologi Islam rahmatan lil alamin yang moderat 
akan terjun ke masyarakat untuk membentengi diri dari Islam radikal. Momentum 
kebangkitan radikalisme agama yang muncul seperti kasus Dwi Estiningsih PKS – 
yang kecele dan merasa menang di tengah euphoria – dan Rizieq FPI yang justru 
menghadapi pelaporan atas diri mereka atas kasus ucapan dan sikap mereka.Maka, 
euforian kasus Ahok dan kebangkitan radikalis keagamaan itu pun dengan cepat 
dan cerdas ditangani oleh Presiden Jokowi. TNI dan Polri pun tidak akan gamang 
menghadapi radikalisme keagamaan yang meresahkan – dan mengancam kebhinekaan 
dan bahkan Pancasila dan NKRI. Kini momentum eufororia kemenangan radikalisme 
keagamaan itu melaun melambat dengan munculnya kesadaran masyarakat dan 
tindakan tegas TNI-Polri, BIN dan penegakan hukum yang adil dan beradab tanpa 
menghiraukan tekanan dan demo FPI.Sementara itu, kasus Ahok pun akan diurai 
sampai ke titik kesadaran masyarakat akan adanya grand design politik dan 
hukum. Kaitannya jelas dengan Pilkada DKI – dengan didahului oleh teriakan gak 
karuan SBY soal Ahok agar melapangkan Agus, maka sebagai penawarnya Silvy pun 
besok diperiksa untuk kasus korupsi. Selain itu rancangan kolaborasi 
politik-keagamaan dengan Anies-Sandiaga yang didukung oleh FPI dan partai agama 
PKS membuat posisi mereka di buncit dan tidak laku. Kedekatan dan pertemuan 
Anies Baswedan dan Rizieq FPI merupakan reuni sesama keturunan Arab di 
Indonesia yang saling mendukung. Pas.Pun pada saat yang bersamaan Polri, TNI, 
BIN dan masyarakat termasuk elemen stake-holder terbesar berdirinya Indonesia, 
NU, bersama-sama dengan masyarakat mengerem radikalisme keagamaan yang anti 
Pancasila dan NKRI. Bagi SBY – Agus akan tetap keok – Anies silakan meminta FPI 
secara resmi mendukungnya – dan Rizieq FPI untuk terus berjuang dalam 
menghadapi belitan kasusnya dan tak usah merengek mediasi segala.Maka tentang 
kasus Ahok tetap Ahok akan menjadi pemenang di tengah serangan bertubi 
politik-hukum. Apapun hasilnya, dari grand design itu akan tampak dan rakyat 
sadar siapa dan apa di balik peristiwa politik dan hukum yang membelit Ahok. 
Dan bagi Ahok, apapun yang diputuskan pengadilan tetap akan menempatkan Ahok 
sebagai pejuang dan pahlawan demokrasi dan kebhinekaan: nothing to lose. Dan 
... rakyat DKI dan Indonesia tetaplah manusia rasional yang mencintai NKRI dan 
anti terhadap gerakan radikalisme keagamaan yang bahkan yang anti Pancasila pun 
tentu akan diberangus oleh Negara melalui TNI-Polri dan rakyat dengan pimpinan 
Pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla. Tidak ada ruangan untuk ormas anti 
Pancasila di Indonesia. Salam bahagia ala saya.Catatan: Sumber foto adalah 
Tribunnews.com.    KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN 
MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.LABEL                 
NILAI : 
Selanjutnya   
Selanjutnya KIRIM   Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini 
pilihan dari Kompasiana
|  |  | Daftar |



Featured Article  
Perjalanan Orang-orang yang Terbius Pidato Obama 

hamzah farihin 11 November 
Headline1 
Dana Sosial Keagamaan, Harapan Baru Sanitasi Indonesia

Widyanti Yuliandari 19 Januari 2017 
2 
Ayam Pengemis, Legenda Kuliner Khas Hangzhou

Muslihudin El Hasanudin 19 Januari 2017 
3 
50 Kalender Kompasiana untuk Kompasianer Paling Kocak!

Kompasiana 16 Januari 2017 
4 
Mulai Sekarang Berhenti Konsumsi Mi Instan Dicampur dengan Nasi

Rachmah Dewi 19 Januari 2017 
5 
Gadget yang Gagal di Tahun 2016

Michel Irarya 19 Januari 2017 
Nilai Tertinggi  
Best Seller dan Best Writer, Miliki Jalur dan Alur Berbeda 

TJIPTADINATA EFFENDI 19 Januari 
 
Selamat Bekerja Kabinet Wiranto 

oish-cleochyn 19 Januari 
 
Menyikapi Hengkangnya Yanto Basna dari Persib 

Hery Syofyan 19 Januari 
 
Menyelamatkan Rp 40.000 

Pical Gadi 19 Januari 
 
Rizieq Shihab Mainkan Strategi "Hit & Clinch" 

Justin 19 Januari 
Terpopuler  
"Grand Design" Kasus Ahok: Akhir Euforia Rizieq FPI dan TNI-Polri hingga Jokowi 
Bentengi Pancasila 

Ninoy N Karundeng 19 Januari 
 
Mulai Sekarang Berhenti Konsumsi Mi Instan Dicampur dengan Nasi 

Rachmah Dewi 19 Januari 
 
Habib Rizieq Menabur Angin, Menuai Badai 

Washinton Dedy 19 Januari 
 
Rizieq Shihab Mainkan Strategi "Hit & Clinch" 

Justin 19 Januari 
 
Jokowi Effect, Puan Maharani Bringas 

Dora Malik 19 Januari 
Tren di Google  
"Grand Design" Kasus Ahok: Akhir Euforia Rizieq FPI dan TNI-Polri hingga Jokowi 
Bentengi Pancasila 

Ninoy N Karundeng 19 Januari 2017 
 
Rizieq Shihab Mainkan Strategi "Hit & Clinch" 

Justin 19 Januari 2017 
 
Dikalahkan Pemberitaan Pilkada, Ini Kabar Gembira dari Pertambangan Indonesia! 

Motulz Anto 17 Januari 2017 
 
MPR Segera Gelar Sidang Istimewa untuk Presiden Jokowi? 

Mas Kusdiono 02 April 2015 
 
Keberadaan Koramil, Hanya Jadi Parasit Masyarakat dan Bisnis 

Muhammad Idris 16 Juli 2012 
Gres  
Kelud, Gunung Sejuta Pesona 

Sepasang Petualang 19 Januari 
 
Buang Gelang Konsermu Sekarang Juga! 

Lena Astari 19 Januari 
 
Lulusan SMK As-Shofa, Sukses Menjadi Blogger dan Ciptakan Aplikasi 

Kristina Angelina 19 Januari 
 
Kami Terancam oleh Kami Sendiri 

Ahmad Fadhil Imran 19 Januari 
 
Bangun Jakarta: Pendidikan Memihak 

Leli Agustin 19 Januari 
  Tentang Kompasiana Syarat & Ketentuan Bantuan  #yiv0702634463 #yiv0702634463 
.yiv0702634463kcm-bottom-banner-container .yiv0702634463close {}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kcm-bottom-banner-container .yiv0702634463close a, #yiv0702634463 
.yiv0702634463kcm-skin-ads .yiv0702634463close 
{background:#125ba8;text-align:center;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kcm-skin-ads .yiv0702634463close a {color:#fff;padding:1px 
7px;font-size:11px;}#yiv0702634463 .yiv0702634463kcm-bottom-banner-container 
.yiv0702634463close span, #yiv0702634463 .yiv0702634463kcm-skin-ads 
.yiv0702634463close span {padding-left:10px;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463skin-left {position:absolute;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463skin-right {position:absolute;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463bottom-banner {padding:0 0 0;height:50px;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kcm-bottom-banner-container 
{width:1100px;z-index:999999;background:#eee;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463kcm-bottom-banner-container .yiv0702634463close a 
{position:absolute;padding:1px 7px;font-size:11px;color:#fff;border-radius:3px 
3px 0 0!important;font:11px/18px 'open sans', sans-serif;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463carousel-control.yiv0702634463right 
{background:none!important;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463carousel-control.yiv0702634463left 
{background:none!important;}#yiv0702634463 .yiv0702634463carousel-control span 
{font-weight:200!important;background:#eee;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463headline-big .yiv0702634463thumb-sponsor 
{width:100%;height:480px;position:relative;overflow:hidden;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463headline-big .yiv0702634463thumb-sponsor img 
{width:100%;}#yiv0702634463 .yiv0702634463sponsor-head-title h1 {font:400 
30px/34px 'open sans', arial;margin:5px 
0;max-height:140px;overflow:hidden;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463sponsor-head-title h2 {font:400 10px/16px 'open sans', 
arial!important;margin:5px 0;background:#fe5558;color:#fff;padding:2px 
10px;display:inline-block;text-transform:uppercase;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463sponsor-head-title p {margin:10px 
0;max-height:240px;overflow:hidden;}#yiv0702634463 .yiv0702634463sponsor-title 
{font:400 10px/16px 'open sans', arial!important;margin:5px 
0;color:#fe5558;display:inline-block;text-transform:uppercase;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463container {z-index:1;position:relative;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463skin-ads {width:100%;height:100%;z-index:0;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463skin-ads .yiv0702634463left 
{position:relative;width:100px;height:650px;float:left;z-index:10;}#yiv0702634463
 .yiv0702634463skin-ads .yiv0702634463right 
{position:relative;width:100px;height:650px;float:right;z-index:10;}#yiv0702634463
 .yiv0702634463close-skin a {color:#fff;padding:1px 
7px;font-size:11px;background:#125ba8;text-align:center;position:relative;display:block;font:600
 11px/18px open sans, sans-serif;}#yiv0702634463 .yiv0702634463pol-ads 
{position:absolute;text-align:center;width:100%;z-index:9;height:0;}#yiv0702634463
 .yiv0702634463pol-ads .yiv0702634463pol-banner 
{text-align:center;position:relative;z-index:10;display:table;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463close-pol {text-align:right;}#yiv0702634463 
.yiv0702634463close-pol a {color:#fff;padding:1px 
7px;font-size:11px;background:#125ba8;position:relative;display:inline-block;font:600
 11px/18px open sans, sans-serif;}#yiv0702634463 .yiv0702634463blue 
{background:#61c3f1;}  <a rel="nofollow" target="_blank" 
href="http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a42149aa&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE";><img
 border="0" alt="" 
src="http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=3629&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a42149aa";></a>
 -- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.


   

Attachment: default.png?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: dsc-0473-jpg-58809a5702b0bd2b2524b23c.jpg?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data

Attachment: img-2014-jpg-58807a633797734807cdfa69.jpg?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data

Attachment: 50-kalender-587c3f042bb0bd522447e4e2.png?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data

Attachment: image-mie-instan-atau-nasi-58806816a723bd5d059adcf4.jpg?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data

Attachment: 57241-1280-58809a2fdb9373b308a5e007.jpg?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data

Attachment: a-5826a8bf23b0bd920f19ccb3.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: thinker-warna-57e80419eaafbd63188b4567.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: img-20150812-105207-1-58685ec6f87e613a23d78216.gif?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: profil1-57bacaa9a723bde234b917c7.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: 101-bola-584b6aa806b0bd6827e379df.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: foto-aku-iki-crop-558fc3c8957a615d0f42e8c6.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: dewavatar-585645c10f9373a6252c3104.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: lion-the-ruler-5858ccde3e23bd250e257761.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: obama-style-for-jokowi-by-ndop-d6k1ioh-5880abbe91fdfda50972929c.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: motulz-foto-5591be37b17a614008e27b77.jpeg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: img-20150824-wa0006-5880b080ad92730a15d8612d.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: 5-kota-penghasil-cewek-cantik3-58807d17c322bdf1091e8ab0.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: screenshot-2017-01-07-23-19-40-1-5871075d507a61e10af777d4.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data

Attachment: avw.php?zoneid=3629&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a42149aa
Description: Binary data

Kirim email ke