Sebuah tulisan yang sangat menarik. Semoga demikian adanya.
Pada Kamis, 19 Januari 2017 20:47, Sri Isni <[email protected]> menulis:
"Grand Design" Kasus Ahok: Akhir Euforia Rizieq FPI dan TNI-Polri hingga
Jokowi Bentengi Pancasila - KOMPASIANA.com _filtered ;#yiv0702634463 html,
#yiv0702634463 body{margin:0;padding:0;font-size:12px;font-family:'Open Sans',
sans-serif;}#yiv0702634463 ul, #yiv0702634463 li{margin:0;}#yiv0702634463 body
*, #yiv0702634463 body *:before, #yiv0702634463 body *:after{}#yiv0702634463
.yiv0702634463kolom-newslt
{background:#e9f2ed;width:300px;height:auto;padding:10px 10px 15px
10px;overflow:hidden;}#yiv0702634463 .yiv0702634463kolom-newslt_desc
{color:#365b97;padding:0px 0px 0px
25px;font-size:13px;font-weight:300;position:relative;height:auto;}#yiv0702634463
table{margin:5px 30px 0px;}#yiv0702634463
input.yiv0702634463kolom-newslt_input{border:none;margin:10px 0px 0px
-10px;padding-left:25px;width:250px;height:40px;border-radius:20px;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kolom-newslt_btn
{color:#ffffff;display:inline-block;background:#28aeb5;border:none;border-radius:20px;outline:none;white-space:nowrap;cursor:pointer;font-weight:400;padding:9px
18px;margin:13px 0px 0px -77px;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kolom-newslt_img{position:absolute;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kolom-newslt_input:focus{outline:none;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kolom-newslt_input-webkit-input-placeholder
{color:#bababa;font-weight:300;font-style:italic;font-family:'Open Sans',
sans-serif;text-transform:uppercase;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kolom-newslt_input-moz-placeholder
{color:#bababa;font-weight:300;font-style:italic;font-family:'Open Sans',
sans-serif;text-transform:uppercase;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kolom-newslt_input-moz-placeholder
{color:#bababa;font-weight:300;font-style:italic;font-family:'Open Sans',
sans-serif;text-transform:uppercase;} #yiv0702634463 .yiv0702634463read
.yiv0702634463thumb {height:100%;}PILIHAN
"Grand Design" Kasus Ahok: Akhir Euforia Rizieq FPI dan TNI-Polri hingga Jokowi
Bentengi Pancasila
19 Januari 2017 17:18:39 Diperbarui: 19 Januari 2017 17:53:35 Dibaca : Komentar
: Nilai : Durasi Baca : Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Ketum PB NU KH Said
Aqil Siradj I Sumber Tribunnews.dom Momentum itu akhirnya lahir dengan
sejumlah kasus yang membelit Rizieq FPI. Euforia perasaan kemenangan malambat
melaun hilang ditelan sikap Rizieq FPI sendiri, dan waktu. Kasus Ahok pun makin
jernih, semakin hari persidangan semakin membuka mata tentang kebenaran yang
haq dan kebatilan yang bathil. Maka rakyat dan pemerintahan Presiden
Jokowi-Jusuf Kalla beserta TNI-Polri tinggal memetik buah dengan mengedepankan
kehadiran Negara dalam memberangus ormas anti-Pancasila.Mari kita telaah grand
design kasus Ahok dan musnahnya dan hilangnya euforia kemenangan semu ala
Rizieq FPI dan ketegasan Polri dan TNI lewat dua Jenderal Polisi dan Jenderal
TNI serta ketegasan strategi Presiden Jokowi- JK yang merangkul erat stake
holder terbesar pendiri NKRI yakni NU sambil menari menyanyi bergembira
suka-cita senang riang gembira gempita menertawai kekalahan gerakan keagamaan
radikal dan SBY yang berteriak-teriak tetapi tetap tak mampu mengantarkan Agus
menang dan ngakak nonton blunder Anies Baswedan dan partai agama PKS yang
mencari dukungan FPI dan sikap tegas partai nasionalis PDIP yang tidak takut
berhadapan dengan FPI dengan Rizieq FPI-nya untuk menyambut kemenangan
kebhinekaan NKRI selamanya senantiasa.Sejak awal disampaikan – bahkan sejak
aksi 411 dan lain-lain – bahkan euphoria 212 yang menjadi tonggak untuk membuat
psikologi massa euphoria dengan aneka 161 dan sebagainya hanyalah alat pemetaan
bagi Negara. Tak lain tak bukan. Tak lebih dan tak kurang.Publik yang awalnya
gerah dan menganggap kehadiran Negara tidak tampak dan membiarkan gerakan
radikal meluas semakin hari makin kecele: TNI-Polri, BIN, dan masyarakat
pendukung Pancasila dan Kebhinekaan ternyata melakukan pemetaan.Dalam hal
pemetaan itu, gerakan radikal terjebak oleh berbagai pernyataan bahkan orang
eks Pimpinan Muhammadiyah dengan pentolan semacam manusia Din Syamsuddin yang
biasanya cool, nice dan sweet sejalan dengan NU mengambil sikap aneh. Hal itu
yang menyebabkan FPI dengan gempita merasa mendapatkan dukungan mayoritas
rakyat Indonesia. Padahal silent majority pencinta kebhinekaan NKRI tengah
pasang kuda-kuda setiap saat akan melawan gerakan keagamaan radikal anti
Pancasila mana pun.Maka sikap FPI pun semakin berani dan bahkan menuntut
Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar untuk didopot. Bahkan pada saat yang
bersamaan Rizieq FPI dengan entengnya merendahkan Jenderal Polisi dengan
pernyataan yang menyakiti hati. FPI pun bersikap di atas angina dan langit,
bahkan menggunakan Masjid Agung Al Azhar pun kini menjadi salah satu tempat
singgah dan berhasil dipeluk oleh FPI. Mantap menurut FPI.Sikapnya pun semakin
menjadi-jadi dan bahkan dalam aksi 616 – meminjam idiom psikologis kemenangan
sesaat gede rasa euphoria 212 – ada massa yang mencoret Bendera Merah Putih
dengan tulisan laillaha illallah plus gambar pedang mirip bendera Wahabi Arab
Saudi.Namun, di tengah pemetaan sempurna itu, TNI, Polri, Densus 88, dan BIN
serta masyarakat pendukung kebhinekaan terus memantau perkembangan sesuai
dengan grand design strategi pemetaan intelejen yang memerhatikan psikologi
masyarakat. Semua untuk kepentingan bangsa dan negara dan kebhinekaan Indonesia
dengan Pancasila sebagai dasar.Sikap tegas Polri menetapkan Rachmawati dan
Bintang Pamungkas dan kawan-kawan sebagai tersangka makar dan terhadap Ahmad
Dhani dkk. berhasil membungkam – dan pada saat yang bersamaan mampu meredam
ocehan mulut manis indah menawan hati dunia akhirat bernama nenek Sarumpaet.
Cep klakep tak ada bunyi.Bunyi awal nyaring dari Prabowo dan pengikutnya Fadli
Zon dan orang kehilangan induk Fahri Hamzah dijawab dengan pembuktian di
pengadilan. Tentu Polri memiliki alasan untuk menetapkan mereka sebagai
tersangka. Maka adalah tuduhan yang bukan main-main yang telah coba diredam
oleh Prabowo namun tetap Polri akan membuktikan tuduhan makar tersebut di
pengadilan.Di tengah grand design kasus Ahok sesungguhnya berbagai kepentingan
politik bermain. SBY adalah orang yang memiliki kepentingan hukum untuk agar
Ahok diadilai dengan teriakan nggak karuan – sementara tidak berteriak untuk
kasus Rizieq FPI yang juga dilaporkan ke Mabes Polri. Jelas tujuan SBY
berteriak adalah demi Agus, bukan hanya kedok demi hukum dan keadilan. Sikap
double standard alias standard ganda SBY jelas karena ada kepentingan Agus agar
didorong menjadi Gubernur DKI Jakarta.Di tengah euphoria kemenangan yang melaun
melambat itu Rizieq FPI masih berpikir bahwa dia bisa mengatur dan menekan
Polri untuk memecat Kapolda Jabar dan Kapolda Metro. Polri pun bahkan
menunjukkan geligi kuatnya dengan justru memberi penghargaan kepada dua Kapolda
tersebut.Rakyat yang tadinya mulai berpikir mengkiuti FPI kembali tersadarkan
oleh justru berbagai aksi luar biasa hebat yang dilakukan oleh Rizieq FPI
dengan akhlakul karimah, dengan sikap terbaik dan patut menjadi contoh bagi
seluruh umat manusia di dunia dan akhirat sekalian nanti, dengan omongan mulut
sejuk dan manis seperti madu yang mengalir di bawah sungai-sungai surgawi.
Sungguh indah. Keindahan gaya, busana, sikap, omongan Rizieq FPI seperti itu
justru membius kesadaran umat akan pentingnya Pancasila dan NKRI. Dan ...
membuat euforia kemenangan semakin melaun melambat seiring waktu.Dalam
kesadaran itu bahkan skondan anak ideologis dan biologis Bung Karno, penemu
ideologi terbuka Pancasila, Megawati yakni Sukmawati pun – salah satu oposan
Rachmawati sejak dulu – angkat bicara, berbarengan dengan Megawati yang
langsung diserang oleh Rizieq FPI. Bahkan Rizieq FPI di tengah perasaan menang
karena kasus Ahok – meminta Mabes Polri memeriksa Megawati – yang dijawab oleh
Sekjen PDIP yang tidak takut dengan sepak terjang FPI sama sekali.Pada saat
bersamaan kasus yang membelit Rizieq FPI pun tidak akan dibiarkan – sebagai
tandem bargaining position untuk kasus Ahok – karena jelas tujuan gerakan FPI
adalah menuntut Presiden Jokowi dan melebar ke berbagai kasus. Bahkan di tengah
euphoria Rizieq FPI menggemborkan ‘revolusi ala FPI’ yang tak mendapat sambutan
siapa pun, apalagi rakyat silent majority tetap melakukan aksi watch and see
dan wait and see. Sementara TNI, Polri, dan rakyat kebanyakan memandangnya
sebagai red alarm dan red line yang tidak boleh diseberangi.Kini Polri dan TNI
secara tegas bersama-sama akan memberangus ormas anti Pancasila. Orang awam
paham bahwa berbagai aksi FPI adalah memanfaatkan momentum MUI dan orang kepo
lupa semacam Din Syamsuddin. Untung NU dengan jernih lewat Ketua Umum PB NU KH
Said Aqil Siradj tidak mau terlibat ke dalam politik praktis yang merusak
kebhinekaan dan lewat pembicaraan empat mata dengan Presiden Jokowi.Tak pelak,
dalam waktu dekat ini NU akan menerjunkan seluruh kekuatan kiai dan ulama
rahmatan lil alamin – kredo dan ideologi Islam rahmatan lil alamin yang moderat
akan terjun ke masyarakat untuk membentengi diri dari Islam radikal. Momentum
kebangkitan radikalisme agama yang muncul seperti kasus Dwi Estiningsih PKS –
yang kecele dan merasa menang di tengah euphoria – dan Rizieq FPI yang justru
menghadapi pelaporan atas diri mereka atas kasus ucapan dan sikap mereka.Maka,
euforian kasus Ahok dan kebangkitan radikalis keagamaan itu pun dengan cepat
dan cerdas ditangani oleh Presiden Jokowi. TNI dan Polri pun tidak akan gamang
menghadapi radikalisme keagamaan yang meresahkan – dan mengancam kebhinekaan
dan bahkan Pancasila dan NKRI. Kini momentum eufororia kemenangan radikalisme
keagamaan itu melaun melambat dengan munculnya kesadaran masyarakat dan
tindakan tegas TNI-Polri, BIN dan penegakan hukum yang adil dan beradab tanpa
menghiraukan tekanan dan demo FPI.Sementara itu, kasus Ahok pun akan diurai
sampai ke titik kesadaran masyarakat akan adanya grand design politik dan
hukum. Kaitannya jelas dengan Pilkada DKI – dengan didahului oleh teriakan gak
karuan SBY soal Ahok agar melapangkan Agus, maka sebagai penawarnya Silvy pun
besok diperiksa untuk kasus korupsi. Selain itu rancangan kolaborasi
politik-keagamaan dengan Anies-Sandiaga yang didukung oleh FPI dan partai agama
PKS membuat posisi mereka di buncit dan tidak laku. Kedekatan dan pertemuan
Anies Baswedan dan Rizieq FPI merupakan reuni sesama keturunan Arab di
Indonesia yang saling mendukung. Pas.Pun pada saat yang bersamaan Polri, TNI,
BIN dan masyarakat termasuk elemen stake-holder terbesar berdirinya Indonesia,
NU, bersama-sama dengan masyarakat mengerem radikalisme keagamaan yang anti
Pancasila dan NKRI. Bagi SBY – Agus akan tetap keok – Anies silakan meminta FPI
secara resmi mendukungnya – dan Rizieq FPI untuk terus berjuang dalam
menghadapi belitan kasusnya dan tak usah merengek mediasi segala.Maka tentang
kasus Ahok tetap Ahok akan menjadi pemenang di tengah serangan bertubi
politik-hukum. Apapun hasilnya, dari grand design itu akan tampak dan rakyat
sadar siapa dan apa di balik peristiwa politik dan hukum yang membelit Ahok.
Dan bagi Ahok, apapun yang diputuskan pengadilan tetap akan menempatkan Ahok
sebagai pejuang dan pahlawan demokrasi dan kebhinekaan: nothing to lose. Dan
... rakyat DKI dan Indonesia tetaplah manusia rasional yang mencintai NKRI dan
anti terhadap gerakan radikalisme keagamaan yang bahkan yang anti Pancasila pun
tentu akan diberangus oleh Negara melalui TNI-Polri dan rakyat dengan pimpinan
Pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla. Tidak ada ruangan untuk ormas anti
Pancasila di Indonesia. Salam bahagia ala saya.Catatan: Sumber foto adalah
Tribunnews.com. KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN
MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.LABEL
NILAI :
Selanjutnya
Selanjutnya KIRIM Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini
pilihan dari Kompasiana
| | | Daftar |
Featured Article
Perjalanan Orang-orang yang Terbius Pidato Obama
hamzah farihin 11 November
Headline1
Dana Sosial Keagamaan, Harapan Baru Sanitasi Indonesia
Widyanti Yuliandari 19 Januari 2017
2
Ayam Pengemis, Legenda Kuliner Khas Hangzhou
Muslihudin El Hasanudin 19 Januari 2017
3
50 Kalender Kompasiana untuk Kompasianer Paling Kocak!
Kompasiana 16 Januari 2017
4
Mulai Sekarang Berhenti Konsumsi Mi Instan Dicampur dengan Nasi
Rachmah Dewi 19 Januari 2017
5
Gadget yang Gagal di Tahun 2016
Michel Irarya 19 Januari 2017
Nilai Tertinggi
Best Seller dan Best Writer, Miliki Jalur dan Alur Berbeda
TJIPTADINATA EFFENDI 19 Januari
Selamat Bekerja Kabinet Wiranto
oish-cleochyn 19 Januari
Menyikapi Hengkangnya Yanto Basna dari Persib
Hery Syofyan 19 Januari
Menyelamatkan Rp 40.000
Pical Gadi 19 Januari
Rizieq Shihab Mainkan Strategi "Hit & Clinch"
Justin 19 Januari
Terpopuler
"Grand Design" Kasus Ahok: Akhir Euforia Rizieq FPI dan TNI-Polri hingga Jokowi
Bentengi Pancasila
Ninoy N Karundeng 19 Januari
Mulai Sekarang Berhenti Konsumsi Mi Instan Dicampur dengan Nasi
Rachmah Dewi 19 Januari
Habib Rizieq Menabur Angin, Menuai Badai
Washinton Dedy 19 Januari
Rizieq Shihab Mainkan Strategi "Hit & Clinch"
Justin 19 Januari
Jokowi Effect, Puan Maharani Bringas
Dora Malik 19 Januari
Tren di Google
"Grand Design" Kasus Ahok: Akhir Euforia Rizieq FPI dan TNI-Polri hingga Jokowi
Bentengi Pancasila
Ninoy N Karundeng 19 Januari 2017
Rizieq Shihab Mainkan Strategi "Hit & Clinch"
Justin 19 Januari 2017
Dikalahkan Pemberitaan Pilkada, Ini Kabar Gembira dari Pertambangan Indonesia!
Motulz Anto 17 Januari 2017
MPR Segera Gelar Sidang Istimewa untuk Presiden Jokowi?
Mas Kusdiono 02 April 2015
Keberadaan Koramil, Hanya Jadi Parasit Masyarakat dan Bisnis
Muhammad Idris 16 Juli 2012
Gres
Kelud, Gunung Sejuta Pesona
Sepasang Petualang 19 Januari
Buang Gelang Konsermu Sekarang Juga!
Lena Astari 19 Januari
Lulusan SMK As-Shofa, Sukses Menjadi Blogger dan Ciptakan Aplikasi
Kristina Angelina 19 Januari
Kami Terancam oleh Kami Sendiri
Ahmad Fadhil Imran 19 Januari
Bangun Jakarta: Pendidikan Memihak
Leli Agustin 19 Januari
Tentang Kompasiana Syarat & Ketentuan Bantuan #yiv0702634463 #yiv0702634463
.yiv0702634463kcm-bottom-banner-container .yiv0702634463close {}#yiv0702634463
.yiv0702634463kcm-bottom-banner-container .yiv0702634463close a, #yiv0702634463
.yiv0702634463kcm-skin-ads .yiv0702634463close
{background:#125ba8;text-align:center;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kcm-skin-ads .yiv0702634463close a {color:#fff;padding:1px
7px;font-size:11px;}#yiv0702634463 .yiv0702634463kcm-bottom-banner-container
.yiv0702634463close span, #yiv0702634463 .yiv0702634463kcm-skin-ads
.yiv0702634463close span {padding-left:10px;}#yiv0702634463
.yiv0702634463skin-left {position:absolute;}#yiv0702634463
.yiv0702634463skin-right {position:absolute;}#yiv0702634463
.yiv0702634463bottom-banner {padding:0 0 0;height:50px;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kcm-bottom-banner-container
{width:1100px;z-index:999999;background:#eee;}#yiv0702634463
.yiv0702634463kcm-bottom-banner-container .yiv0702634463close a
{position:absolute;padding:1px 7px;font-size:11px;color:#fff;border-radius:3px
3px 0 0!important;font:11px/18px 'open sans', sans-serif;}#yiv0702634463
.yiv0702634463carousel-control.yiv0702634463right
{background:none!important;}#yiv0702634463
.yiv0702634463carousel-control.yiv0702634463left
{background:none!important;}#yiv0702634463 .yiv0702634463carousel-control span
{font-weight:200!important;background:#eee;}#yiv0702634463
.yiv0702634463headline-big .yiv0702634463thumb-sponsor
{width:100%;height:480px;position:relative;overflow:hidden;}#yiv0702634463
.yiv0702634463headline-big .yiv0702634463thumb-sponsor img
{width:100%;}#yiv0702634463 .yiv0702634463sponsor-head-title h1 {font:400
30px/34px 'open sans', arial;margin:5px
0;max-height:140px;overflow:hidden;}#yiv0702634463
.yiv0702634463sponsor-head-title h2 {font:400 10px/16px 'open sans',
arial!important;margin:5px 0;background:#fe5558;color:#fff;padding:2px
10px;display:inline-block;text-transform:uppercase;}#yiv0702634463
.yiv0702634463sponsor-head-title p {margin:10px
0;max-height:240px;overflow:hidden;}#yiv0702634463 .yiv0702634463sponsor-title
{font:400 10px/16px 'open sans', arial!important;margin:5px
0;color:#fe5558;display:inline-block;text-transform:uppercase;}#yiv0702634463
.yiv0702634463container {z-index:1;position:relative;}#yiv0702634463
.yiv0702634463skin-ads {width:100%;height:100%;z-index:0;}#yiv0702634463
.yiv0702634463skin-ads .yiv0702634463left
{position:relative;width:100px;height:650px;float:left;z-index:10;}#yiv0702634463
.yiv0702634463skin-ads .yiv0702634463right
{position:relative;width:100px;height:650px;float:right;z-index:10;}#yiv0702634463
.yiv0702634463close-skin a {color:#fff;padding:1px
7px;font-size:11px;background:#125ba8;text-align:center;position:relative;display:block;font:600
11px/18px open sans, sans-serif;}#yiv0702634463 .yiv0702634463pol-ads
{position:absolute;text-align:center;width:100%;z-index:9;height:0;}#yiv0702634463
.yiv0702634463pol-ads .yiv0702634463pol-banner
{text-align:center;position:relative;z-index:10;display:table;}#yiv0702634463
.yiv0702634463close-pol {text-align:right;}#yiv0702634463
.yiv0702634463close-pol a {color:#fff;padding:1px
7px;font-size:11px;background:#125ba8;position:relative;display:inline-block;font:600
11px/18px open sans, sans-serif;}#yiv0702634463 .yiv0702634463blue
{background:#61c3f1;} <a rel="nofollow" target="_blank"
href="http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a42149aa&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE"><img
border="0" alt=""
src="http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=3629&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a42149aa"></a>
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
default.png?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
dsc-0473-jpg-58809a5702b0bd2b2524b23c.jpg?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data
img-2014-jpg-58807a633797734807cdfa69.jpg?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data
50-kalender-587c3f042bb0bd522447e4e2.png?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data
image-mie-instan-atau-nasi-58806816a723bd5d059adcf4.jpg?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data
57241-1280-58809a2fdb9373b308a5e007.jpg?t=t&v=60&x=60
Description: Binary data
a-5826a8bf23b0bd920f19ccb3.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
thinker-warna-57e80419eaafbd63188b4567.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
img-20150812-105207-1-58685ec6f87e613a23d78216.gif?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
profil1-57bacaa9a723bde234b917c7.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
101-bola-584b6aa806b0bd6827e379df.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
foto-aku-iki-crop-558fc3c8957a615d0f42e8c6.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
dewavatar-585645c10f9373a6252c3104.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
lion-the-ruler-5858ccde3e23bd250e257761.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
obama-style-for-jokowi-by-ndop-d6k1ioh-5880abbe91fdfda50972929c.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
motulz-foto-5591be37b17a614008e27b77.jpeg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
img-20150824-wa0006-5880b080ad92730a15d8612d.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
5-kota-penghasil-cewek-cantik3-58807d17c322bdf1091e8ab0.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
screenshot-2017-01-07-23-19-40-1-5871075d507a61e10af777d4.jpg?t=t&v=40&x=40
Description: Binary data
avw.php?zoneid=3629&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a42149aa
Description: Binary data
