http://health.detik.com/read/2017/02/19/200047/3426486/763/virus-flu-burung-yang-landa-china-disebut-lebih-ganas-dan-sulit-dideteksi?_ga=1.145845744.514759516.1487528875
Virus Flu Burung yang Landa China Disebut
Lebih Ganas dan Sulit Dideteksi
*Muhamad Reza Sulaiman* - detikHealth
Minggu, 19/02/2017 20:00 WIB
Virus Flu Burung yang Landa China Disebut Lebih Ganas dan Sulit
DideteksiIlustrasi flu burung/Foto: Thinkstock
*Berita Lainnya*
*
Dengan Zumba, Mereka Mengaku Sukses Langsing
<https://health.detik.com/read/2017/02/18/190438/3426069/763/dengan-zumba-mereka-mengaku-sukses-langsing>
*
Karena Merasa Sehat, Jangan Sampai Abaikan Cek Kesehatan
<https://health.detik.com/read/2017/02/18/180404/3426020/763/karena-merasa-sehat-jangan-sampai-abaikan-cek-kesehatan>
*
Hamil 4 Bulan, Ibu Ini Masih Energik Berzumba
<https://health.detik.com/read/2017/02/18/153217/3425962/763/hamil-4-bulan-ibu-ini-masih-energik-berzumba>
*
Awas, Hembusan AC Pengaruhi Posisi dan Kesehatan Tidur
<https://health.detik.com/read/2017/02/18/135731/3425884/763/awas-hembusan-ac-pengaruhi-posisi-dan-kesehatan-tidur>
*
Kebiasaan Memainkan Ponsel di Toilet Bisa Mengancam
Kesehatan
<https://health.detik.com/read/2017/02/18/120149/3425836/763/kebiasaan-memainkan-ponsel-di-toilet-bisa-mengancam-kesehatan>
*Jakarta,* Virus flu burung H7N9 yang mewabah di China diklaim lebih
ganas dan lebih sulit dideteksi. Akibatnya, wabah flu burung bisa jadi
lebih parah daripada yang diperkirakan.
Matthew Stone, dari bagian International Standards and Science, World
Organisation for Animal Health (OIE), mengatakan virus flu burung H7N9
tergolong sulit dideteksi pada unggas. Akibatnya, peternak sulit
mendeteksi apakah unggas yang mereka pelihara terinfeksi flu burung atau
tidak..
"Sangat sedikit gejala yang ditunjukkan unggas saat terinfeksi H7N9.
Itulah alasan mengapa banyak manusia terinfeksi dan meninggal namun
laporan kasus flu burung dari peternakan jarang diterima," tutur Stone,
dikutip dari Reuters.
Baca juga: *Korban Flu Burung Mulai Berjatuhan di China
<http://health.detik.com/read/2017/02/16/103106/3424020/763/korban-flu-burung-mulai-berjatuhan-di-china>*
Pada Januari 2017 lalu sebanyak 79 orang dilaporkan meninggal dunia
karena virus flu burung H7N9 di China. Pemerintah setempat khawatir akan
ada lebih banyak korban meninggal dan memprediksi bahwa wabah tahun ini
bisa jadi yang paling buruk.
Hal itu karena jumlah korban yang meninggal pada Januari 2017 angkanya
lebih tinggi hingga empat kali lipat pada bulan yang sama di tahun
lainnya. Komisi Kesehatan Nasional China mencatat dari Oktober 2016
sudah ada sekitar 100 orang yang meninggal karena flu burung.
Virus H7N9 sendiri sebenarnya sulit menginfeksi manusia, namun bisa
sangat fatal jika sudah terinfeksi. Hal inilah yang membedakan wabah flu
burung di China dengan di Korea Selatan, di mana virus H5N6 menyebabkan
kematian 26 juta unggas namun tidak ada korban manusia.
Sebagian besar kasus infeksi H7N9 diyakini terjadi di pasar. Guan Yi,
direktur State Key Laboratory of Emerging Infectious Diseases and the
Center of Influenza Research, University of Hong Kong, mengatakan risiko
infeksi bertambah parah dengan adanya musim flu di bulan Januari hingga
Februari.
"Dengan banyaknya manusia yang terinfeksi menandakan virus menyebar
secara aktif. Artinya populasi unggas yang terpapar wabah flu burung
juga semakin besar," tutur Yi.
Baca juga: *Ada Wabah Flu Burung, Korea Selatan Jadi Krisis Pasokan
Telur
<http://health.detik.com/read/2017/01/05/103008/3388178/763/ada-wabah-flu-burung-korea-selatan-jadi-krisis-pasokan-telur>*
(*mrs/vit*)