Masalah reklamasi teluk Jakarta tetap hangat dipersoalkan, tapi saya belum 
menemukan ada kelompok penentang yang mengajukan SOLUSI terbaik untuk 
memecahkan masalah yang dihadapi, ...

Kenyataan proyek reklamasi ini sudah dirancang dan berjalan sejak tahun 1995, 
dimasa Suharto masih berkuasa, bahkan nampaknya sudah ada pulau-pulau baru 
terbentuk hasil reklamasi. Lalu penentang keras dari sudut “Lingkungan” 
menuntut proyek reklamasi segera dihentikan! Apakah dengan dihentikannya begini 
tuduhan mereka “merusak lingkungan” bisa dihentikan dan terselesaikan? Saya 
yakin, TIDAK! Kecuali proyek reklamasi itu dilanjutkan dengan penggalian 
kembali pulau-pulau yang sudah terjadi dan mengembalikan teluk Jakarta 
sebagaimana sebelum reklamasi itu! Siapa yang harus menanggung biaya proyek 
pembongkaran pulau ini? Dan, ... bukankah dengan demikian kerusakan lingkungan 
akan terjadi lebih parah dengan mengerukkan pulau-pulao itu kembali ?

Apakah kerusakan lingkungan yang terjadi dengan reklamasi yang dituduhkan itu 
begitu SERIUS dan oleh karenanya boleh saja BERHENTI tanpa harus 
memperhitungkan KERUGIAN yang lebih berat menimpa pemerintah dan rakyat secara 
keseluruhan??? Dan tidak ada jalan keluar lain untuk mengatasinya???

Jadi, seandainya saja kesalahan proyek reklamasi yang diajukan kelompok 
penentang ada benarnya, pemerintah tentu perlu lebih lanjut memikirkan sampai 
BATAS mana proyek reklamasi yang sedang berjalan ini harus dihentikan untuk 
mencapai kerugian seminimal mungkin, ....

Salam,
ChanCT

From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Monday, February 20, 2017 5:31 AM








Pemerintah Harus Beri Penjelasan Resmi Tentang Reklamasi
 Foto udara proyek reklamasi Teluk Jakarta, Selasa (15/11/2016). Pemerintah 
pemprov DKI Jakarta masih menunggu arahan presiden Joko Widodo terkait 
kelanjutan reklamasi teluk Jakarta. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/pd/16. 
2 Shares   a.. Pemerintah wajib menjelaskan segala informasi tentang reklamasi 
Teluk Jakarta kepada publik.
Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta telah memasukkan gugatan ke Komisi Informasi 
Pusat untuk mendapatkan informasi Hasil Kajian Komite Gabungan Reklamasi Teluk 
Jakarta, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun hukum.
tirto.id - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) meminta kepada 
pemerintah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait reklamasi 
Teluk Jakarta yang hingga saat ini masih menjadi kontroversi. Kiara yang 
tergabung dalam Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta menilai penjelasan resmi dari 
pemerintah sangat penting.

"Informasi yang disampaikan sangat penting. Karena pada kesempatan sebelumnya, 
Menko Maritim Luhut Panjaitan menyatakan reklamasi Teluk Jakarta dapat 
dilanjutkan dan ini bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Menko Maritim 
sebelumnya, Rizal Ramli," sebut Pelaksana Sekretaris Jenderal Kiara, Arman 
Manila, dalam rilis yang diterima, Minggu ( 19/2/2017).

Arman menegaskan bahwa pemerintah wajib menjelaskan segala informasi tentang 
reklamasi Teluk Jakarta kepada publik karena hal tersebut telah diatur dalam 
Pasal 70 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 menegaskan bahwa segala informasi 
terkait dengan proyek pembangunan yang berdampak besar, terutama terhadap 
lingkungan hidup, merupakan kepentingan publik. "Masyarakat memiliki kesempatan 
yang sama untuk berperan aktif dalam perlindungan lingkungan hidup," tandas 
Arman.

Sebelumnya, Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta telah memasukkan gugatan ke Komisi 
Informasi Pusat untuk mendapatkan informasi Hasil Kajian Komite Gabungan 
Reklamasi Teluk Jakarta, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun hukum. 
Sidang berikutnya akan digelar pada 24 Februari 2007 dengan agenda pemeriksaan 
lanjut alasan pemohon meminta informasi.

Greenpeace Indonesia yang juga tergabung dalam koalisi tersebut meyakini bahwa 
reklam asi Teluk Jakarta jika dipaksakan tetap dilakukan akan melahirkan 
persoalan baru. Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, menegaskan 
bahwa pihaknya tetap konsisten menolak reklamasi.

"Reklamasi bukan solusi, bahkan malah akan menimbulkan masalah baru. Salah 
satunya adalah peningkatan secara drastis kadar polusi air Teluk Jakarta karena 
adanya 17 pulau buatan akan mengurangi secara signifikan kecepatan arus dan 
volume air Teluk Jakarta," tukas Leonard Simanjuntak.

Leonard menambahkan, berkurangnya kecepatan arus dan volume air Teluk Jakarta 
akan membuat kemampuan cuci alami air terhadap berbagai polutan menurun 
drastis. Menurut Leonard, tidak ada yang dapat meyakinkan bahwa reklamasi dapat 
menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan di Jakarta seperti penurunan 
(amblasnya) muka tanah, banjir rob, penghisapan air tanah secara masif, dan 
pencemaran kronis terhadap sungai-sungai di Jakarta, dan terhadap Teluk Jakarta 
itu sendiri. 

Baca juga artikel terkait REKLAMASI TELUK JAKARTA atau tulisan menarik lainnya 
Iswara N Raditya 

(tirto.id - isw/isw)












Kirim email ke