Aksi 212, NU Imbau Warganya Tak Ikut Aksi karena Politis 
https://m.tempo.co/read/news/2017/02/20/214848186/aksi-212-nu-imbau-warganya-tak-ikut-aksi-karena-politis
   SENIN, 20 FEBRUARI 2017 | 09:52 WIB
 
 (Ki-Ka) Koordinator Organisasi Wahid Institute, Rumadi Ahmad, Tokoh Katolik 
Romo Franz Magnis Suseno, Ketua Umum PGI Henriette Hutabarat Lebang, Sekretaris 
Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia 
Romo Benny Susetyo saat konferensi press dalam pertemuan tokoh lintas agama di 
Jakarta, 17 Januari 2015. Tempo/Aditia noviansyah
 
 TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia 
(Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Rumadi Ahmad, menegaskan PBNU tidak 
akan ikut dalam aksi 21 Februari 2017 atau aksi 212 yang rencananya digelar di 
depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat.

Hal ini, kata Rumadi, sejalan dengan sikap NU selama ini yang menolak turun 
aksi yang bermuatan politis.

"Kalau NU sendiri pasti tak akan ikut aksi itu. Aksi 212 yang dulu NU tak mau 
terlibat, apalagi isu yang sudah jelas-jelas sangat politis. NU sudah mengambil 
sikap tak mau terilbat dan dilibatkan dalam aksi besok itu," kata Rumadi saat 
dihubungi, Senin, 20 Februari 2017.

Rumadi mengatakan unsur politis dari aksi ini sangat terasa sejak dari tuntutan 
yang akan diserukan. Aksi ini di antarnya menyerukan agar Gubernur DKI Jakarta 
Basuki Tjahaja Purnama, dicopot dari jabatannya. Mereka pun meminta Ahok, 
sapaan Basuki, dipenjara karena telah menistakan agama.

 

 Sejauh yang diketahui oleh Rumadi, tak ada ajakan aksi yang diterima oleh NU. 
Hal ini, kata dia, menegaskan sikap NU yang sejak awal menolak ikut aksi yang 
mengatasnamakan umat islam itu. "Mereka tahu walaupun diajak, NU tak akan mau," 
kata dia.

Baca: Rizieq, GNPF-MUI & Munarman Tak Ikut Aksi 212, Ini Kata FPI 
https://metro.tempo.co/read/news/2017/02/20/064848166/rizieq-gnpf-mui-munarman-tak-ikut-aksi-212-ini-kata-fpi

Sejumlah organisasi yang menginisiasi aksi 2 Desember 2016 juga dipastikan 
tidak akan ikut aksi besok. Front Pembela Islam dan Gerakan Nasional Pembela 
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menyatakan tak terlibat dalam aksi 
tersebut. Rumadi menilai aksi besok, merupakan hasil inisiasi dari sejumlah 
organisasi pecahan aksi 2 Desember lalu.

Ia pun menghimbau warga NU juga tidak turut serta dalam aksi ini. Seluruh warga 
NU diharapkan tetap beraktivitas secara normal. "Tak usah terprovokasi dengan 
aksi yang akan dilakukan besok. Anggap saja ini orang-orang yang sedang genit 
cari perhatian pada publik," kata dia

Untuk aksi 21 Februari itu, diinisiasi oleh Forum Umat Islam (FUI). Rencananya 
puluhan ribu massa dari berbagai daerah akan datang menggruduk DPR. Mereka 
menuntut Ahok dicopot dari jabatannya, dan dipenjarakan karena diniali telah 
menista agama.

Mereka juga menuntut untuk menghentikan kriminalisasi terhadap ulama, juga 
menghentikan penangkapan terhadap mahasiswa. Jika tuntutan tak diakomodir, 
mereka siap menduduki Gedung Parlemen. Mereka juga merencanakan aksi lempar 
jumroh, atau melempar kerikil di DPR.

EGI ADYATAMA

 

Kirim email ke