Gara-gara Dianggap Terlalu Cantik, Wanita Ini Dipecat Dari Pekerjaannya


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Gara-gara Dianggap Terlalu Cantik, Wanita Ini Dipecat Dari Pekerjaannya - B...
 Sebuah perusahaan media televisi di London, Inggris, UNIT TV, dituduh telah 
memecat seorang karyawan muda karena...  |   |

  |

  |

 

Selasa, 21 Februari 2017 20:15

Emma Hulse

BANGKAPOS.COM--Kebijakan bekerja untuk karyawan lepas dan sementara sering kali 
tidak cukup kuat secara hukum.Alhasil, tidak sedikit kasus pemutusan kerja 
secara sepihak terhadap karyawan lepas terjadi di sejumlah perusahaan.Salah 
satu yang mengalami pahitnya pengalaman kerja sebagai seorang karyawan lepasan 
adalah Emma Hulse (24).Sebuah perusahaan media televisi di London, Inggris, 
UNIT TV, dituduh telah memecat seorang karyawan muda karena dianggap terlalu 
cantik.Hulse pun terkejut dengan alasan dangkal tersebut.Hulse yang 
dipekerjakan sebagai operator kamera menggantikan karyawan yang sedang cuti 
segera disuruh pulang saat baru sampai ke kantor.Manajernya mengatakan bahwa 
dia seharusnya bekerja sebagai model, bukan operator.UNIT TV mengakui bahwa 
kejadian itu benar adanya dan telah memecat manajer yang memulangkan Hulse 
tersebut.Hulse mengutarakan bahwa hari itu dia datang ke kantor pada pukul 
09.30 pagi untuk bekerja hingga pukul 18.00.Rekan resepsionis tengah 
menjelaskan kepada Hulse cara dan aturan bekerja sebelum agensinya mengirimkan 
pesan singkat.“Agenku mengirimkan pesan bahwa aku tak lagi diperlukan di sana. 
Aku kaget, maka aku mempertanyakan apakah itu benar,” jelas Hulse.“Manajer pun 
menanyakan kepadaku apakah aku seorang model, apakah aku tidak memperagakan 
busana, dan mengapa aku tidak melakukannya?” imbuhnya.Hulse mengaku jawaban 
dari manajer itu membuatnya merasa tidak dihargai.“Aku berpenampilan 
sewajarnya. Aku mengenakan kemeja, rok, dan mengenakan lipstik. Aku merasa 
busanaku sopan,” ungkapnya.Manajer itu, kata Hulse, menanyakan nomor ponselnya 
dan menggiring pembicaraan untuk mengajaknya minum-minum.Husle mengungkapkan 
bahwa selama ini ia telah bekerja dengan profesi yang sama di sejumlah 
perusahan, tetapi baru kali pertama diperlakukan dengan kurang ajar seperti 
yang terjadi di sana.“Mungkin perusahaan itu biasa mempekerjakan karyawan 
dengan penampilan membosankan. Jadi, jika kamu tidak terlihat seperti itu, maka 
kamu dianggap remeh. Mungkin aku membuat mereka tidak fokus bekerja,” 
pungkasnya.(*)

Kirim email ke