Apakah kaum perempuan ini yang sedang terus merintis jalan menuju pembebasan 
melawan penindasan "hidup dialam ilusi, fantasi dan halusinasi, jauh dari 
kenyataan kongkrit, dari sikon real " seperti tuduhan orang yang mikirnya pakai 
dengkul?? Para perempuan ini melihat bahwa hak-haknya hanya dapat dicapai 
melalui perjuangan. Justru mereka tidak berilusi hak-haknya akan dihadiahkan 
oleh para elit yang berkuasa. Mereka tidak menggandol dan menerima apa yang 
dinamakan "sikon real". Mereka berusaha dan berjuang untuk mengubah sikon 
aktuil yang tidak memihak kepada kepentingannya.... Rendah hati sedikit, 
belajar kepada kaum perempuan generasi muda yang punya nyali dan tidak 
mengkerut tunduk di hadapan "sikon real"...Ngumbar ejekan dan cemooh hanya 
menunjukkan ketidak mampuan menggunakan akal sehat!

Kirim email ke