Darimana datangnya wewenang MUI yang organisasi non pemerintah itu? Bahkan 
seorang walikota-pun mempunyai pemahaman yang sedemikian salah kaprah.
 

 ---
 Ditegaskannya, pihaknya hanya menjalankan ketetapan walikota sebelumnya, yang 
dibuat berdasarkan ketetapan gubernur Jawa Barat.
 Ditanya mengenai perlindungan terhadap warga Ahmadiyah dalam menjalankan 
ibadah, wali kota menjawab, "Urusan saya hanya menjalankan ketetapan itu."
 
 "Kalau tentang status Ahmadiyah, dan hak-hak keagamaan mereka, itu ada yang 
lebih berwenang seperti MUI," tandasnya.
 ...
 

 Masjid disegel, jemaah Ahmadiyah Depok salat Jumat di pelataran 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39076611 24 Februari 2017

 Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39076611#share-tools


 Hak atas fotoDOKUMENTASI JAIImage captionWalikota Depok mengatakan, penyegelan 
dilakukan dengan pertimbangan situasi keamanan karena ada protes dari 
masyarakat tertentu. Masjid Ahmadiyah di Depok disegel Pemda, sejumlah kecil 
jamaah Ahmadiyah melakukan salat Jumat di pelataran, kendati didesak untuk tak 
melakukannya, dan mendapat ancaman.
 Penyegelan Masjid Al-Hidayah milik Jemaat Ahmadiyah Sawangan dilakukan oleh 
Satpol PP Kota Depok, Kamis (23/2).
 Mubaligh Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Depok, Farid Mahfud mengatakan, 
sehari sesudah penyegelan, mereka mendapat ancaman aksi massa, dan diminta oleh 
polisi untuk untuk tidak melakukan salat Jumat di sana.
 Kepolisian membantahnya. "Siapa bilang kami melarang salat Jumat? Kami tidak 
pernah melarang ibadah, apa pun kepercayaan mereka," kata Kapolres Depok, AKBP 
Herry Heryawan kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.
 "Tapi masjidnya disegel, oleh Satpol PP Kota Depok, bukan oleh kami. Nah, jadi 
kalau menggunakan masjidnya, tidak bisa," tambah Kapolres.
 Karenanya, katanya, polisi tidak melakukan tindakan apa pun ketika tujuh 
jemaah Ahmadiyah melakukan salat Jumat di halaman masjid mereka.
 MUI membantah disebut 'mendorong' pelanggaran kebebasan beragama 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38799996 FPI: ‘Indonesia bukanlah negara 
demokrasi’ http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38688068 Pengrusakan masjid 
Ahmadiyah di Kendal karena 'tidak ada niat baik pusat' 
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160525_indonesia_ahmadiyah_kendal
 Sementara itu, walikota Depok mengatakan, penyegelan ini merupakan yang 
ketujuh kalinya. Penyegelan-penyegelan sebelumnya tahun 2012 dua kali, tahun 
2014 dua kali, tahun 2015 dan 2016 masing-masing satu kali.
 "Mereka selalu membongkar segel sebelumnya, yang sebetulnya merupakan tindak 
pelanggaran, namun tidak diambil tindakan," kata Wali Kota Depok, Mohammad 
Idris.
 Mereka melakukan lagi penyegelan hari kamis, katanya, karena mendapat berbagai 
laporan, keberatan dan penentangan 'dari masyarakat,' atas kegiatan Ahmadiyah 
di masjid yang menurutnya sudah disegel itu.
Hak atas fotoDOKUMENTASI JAIImage captionAhmadiyah mempertanyakan, penyegelan 
bukan terkait tempat tapi pada kegiatan. Ditegaskannya, pihaknya hanya 
menjalankan ketetapan walikota sebelumnya, yang dibuat berdasarkan ketetapan 
gubernur Jawa Barat.
 Ditanya mengenai perlindungan terhadap warga Ahmadiyah dalam menjalankan 
ibadah, wali kota menjawab, "Urusan saya hanya menjalankan ketetapan itu."
 "Kalau tentang status Ahmadiyah, dan hak-hak keagamaan mereka, itu ada yang 
lebih berwenang seperti MUI," tandasnya.
 Farid Mahfud dari Ahmadiyah Depok, tidak membantah, bahwa mereka berkali-kali 
membuka 'segel' terhadap masjid mereka.
 "Tetapi itu bukan penyegelan yang sesuai hukum. Itu penutupan paksa," katanya.
 "Penyegelan hanya bisa dilakukan melalui izin pengadilan. Ini tidak ada. Jadi 
ini penutupan paksa, makanya kami tidak patuhi," kata Mubaligh yang tinggal di 
rumah yang persis berhadapan dengan Masjid Al Hidayah itu.
 Ia juga mempertanyakan, mengapa penyegelan itu dilakukan bukan hanya pada 
bangunannya, tapi untuk kegiatan mereka juga.
Hak atas fotoDOKUMENTASI JAIImage captionFarid Mahfuz, mubaligh Ahmadiyah 
Depok, memimpin salat Jumat di depan mesjid mereka yang tak bsia mereka masuki. 
Disebutkannya, dalam kasus kali ini, ia sudah mendapat undangan dari wali kota 
untuk melakukan pertemuan pada hari Rabu (22/2), namun mendadak dibatalkan. 
Mereka kemudian mendapat lagi undangan pertemuan mendadak pada hari Kamis, yang 
ternyata berujung penyegelan.
 "Kemudian Jumat pagi, saya dihubungi Kapolres, yang meminta kami untuk 
meninggalkan Sawangan untuk sementara, karena katanya akan ada massa besar, 
5.000 orang yang akan berunjuk rasa. Tapi kami tak mau pergi, karena tak ada 
jaminan, bahwa nanti rumah dan masjid kami tidak akan mereka duduki," kata 
FArid.
 Dan menurutnya, seharusnya justru polisi melindungi mereka.
 Di pihak lain, Kapolres Depok Herry Heryawan mengatakan, mereka justru 
menjalankan tugas untuk melindungi para jemaah Ahmadiyah.
 Disebutkannya, sekitar 500 orang pengunjuk rasa yang bermaksud mendatangi 
Masjid Al Hidayah, Jumat menjelang salat Jumat itu, dicegah oleh polisi.
 "Mereka, terutama dari FPI, asalnya bersikeras untuk berunjuk rasa ke depan 
masjid Ahmadiyah, tapi kami tegaskan, mereka hanya boleh melakukannya 500 meter 
dari masjid Ahmadiyah," kata Herry.
 "Ketika mereka bersikeras, saya katakan, mereka juga tidak punya izin dan 
pemberitahuan untuk melakukan kegiatan itu. Jadi mereka juga sebetulnya 
melakukan pelanggaran."
 Kapolres mengulangi pernyataannya, bahwa mereka tak pernah melarang para 
jemaah AHmadiyah untuk melakukan salat Jumat siang itu, dan hanya memastikan 
bahwa mereka tak menggunakan masjid, karena telah disegel.
 "Ya bisa saja Pak Kapolres bicara begitu. Memang melarang langsung tidak," 
kata Farid dari Ahmadiyah Depok.
 "Tapi bahasanya, menghimbau agar kami tak melakukan salat Jumat di sini, dan 
tidak bertanggung jawab atas keselamatan kami jika ami tetap melakukannya. Tapi 
kami mengingatkan, bahwa justru tugas mereka menjamin keselamatan kami. Toh 
jemaah yang hadir saat itu sedikit," tambah Farid.
 Akhirnya mereka melaksanakan salat Jumat itu, dengan Faris sebagai imam dan 
khotib, diikuti enam orang jemaah sebagai makmum, salah satunya berkursi roda.
 Mengapa aksi FPI merazia atribut perayaan Natal 'harus dilarang'? 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38369598 Kenapa sibuk dengan fatwa MUI 
tertentu tapi tak pusing dengan fatwa lain? 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38647137 Seberapa terancam keberagaman 
kita sekarang? http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38341649 Biasanya, 
akunya, pada suatu Jumat,di masjid itu akan ada 100-an jemaah, dari kapasitas 
sekitar 300 jemaah. Sementara, jumlah anggota jemaah Ahmadiyah di Depok, 
menurut catatannya, berjumlah sekitar 400 orang.
 Namun menurut wali kota Depok, tak semua jemaah yang datang ke masjid itu 
warga Depok, banyak yang berasal dari luar kota.
 "Ya memang wajar saja kalau sekali waktu ada satu dua jemaah yang datang ke 
sini yang berasal dari Bogor atau Jakarta, warga yang kerja di Depok, apa 
salahnya," kata Farid.
 Penolakan terhadap Jemaah Ahmadiyah oleh kalangan garis keras terjadi di 
berbagai tempat. Mereka menganggap Ahmadiyah bukan Islam, dan dituduh tidak 
mengakui Muhammad sebagai Rasul terakhir.
 Di beberapa tempat terjadi pengusiran terhadap warga Ahmadiyah. Juga terhadap 
warga Syiah, yang oleh kalangan garis keras juga dianggap bukan Islam, atau 
dianggap sesat.
 Karenanya nasib yang dialami warga Ahmadiyah Depok dengan masjid Al Hidayah 
mereka, bukan hal baru bagi mereka.
Hak atas fotoDOKUMENTASI JAIImage captionAhmadiyah menganggap ini penutupan 
paksa, karena tidak melalui keputusan pengadilan. Upaya berbagai kelompok keras 
di Depok dan Bogor untuk mengusir mereka pun tak terhitung.
 "Dikatakan, ada keberatan masyarakat setempat, tapi mereka baik-baik saja, 
kok. Ada satu dua yang memang menjaga jarak dari kami, tapi umumnya sih biasa 
saja," kata Farid.
 Jumat siang itu, Jemaah Ahmadiyah yang biasanya salat Jumat di Al Hidayah, 
memutuskan melakukannya di tempat lain, terkait peristiwa terbaru ini. Hanya 
tujuh orang yang tetap melakukannya di sana, kendati hanya di halaman.
 Sesudah ini, kata Farid, mereka akan berdoa dan melihat keadaan, dan terus 
mengusahakan dialog dengan berbagai pihak, termasuk pihak yang menginginkan 
pengusiran mereka.


 

 

Kirim email ke