Selasa 28 Feb 2017, 15:35 WIB

Djarot: Sidang Ahok Digelar Saat Pilkada, Ini Politisasi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Djarot di Salemba Tengah pada Jumat (24/2/2017). (Rachman Haryanto/detikcom)

Jakarta - Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, yang merupakan calon 
petahana di Pilgub DKI, menyebut ada yang tidak imbang dalam kontestasi Pilkada 
DKI putaran kedua. Alasannya, Basuki Tjahaja Purnama, yang merupakan cagub 
petahana, kini berstatus terdakwa dan disidang. 

Hal itu disampaikan Djarot setelah menghadiri acara yang diselenggarakan Badan 
Pengawas Obat dan Makanan di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 
(28/2/2017). Djarot awalnya menanggapi pertanyaan soal anggapan ada kampanye 
terselubung yang dilakukannya dengan Ahok saat aktif kembali memimpin Jakarta. 

Baca Juga: Kunjungannya Dianggap Kampanye, Djarot: Yang Penting Kerja

Tiba-tiba, Djarot berbicara soal kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. 
Menurutnya, dalam kontestasi Pilkada DKI, kondisi ini tidak seimbang jika 
seorang cagub berkompetisi dengan status terdakwa dan disidang setiap minggu. 

"Ini posisi kan sebetulnya tidak imbang, berhadapan dengan terdakwa lho, Pak 
Basuki tuh terdakwa lho, setiap minggu harus menghadapi sidang, yang satunya 
bebas. Menurut saya, ini sudah melanggar aturan bagi saya," ungkap Djarot. 

"Dulu zaman Kapolri-nya Pak Badrodin, itu kan ada surat edaran. Ketika masuk 
masa pilkada, maka proses hukum dihentikan sementara sambil menunggu, ya ini 
kan nggak. Tapi kita nggak cengeng ya, nggak," sambungnya. 

Djarot pun menyebut status terdakwa Ahok sedikit tidak menguntungkan. Namun 
Ahok-Djarot tetap tegar menghadapi masalah ini. 

Selain itu, banyak sekali isu yang sengaja digulirkan hingga menjadi panas oleh 
lawan politiknya. Dia menyebut hal itu sebagai politisasi. 

"Ini kan betul betul lho, satu bebas, satu terdakwa, tiap minggu. Belum lagi 
dengan berbagai macam, digoreng-goreng itu isu, isu SARA digoreng-goreng nih, 
ini kan politisasi menurut saya. Kalau nggak politisasi, nggak mungkin disidang 
sekarang, nanti sidangnya setelah pilkada," tutur Djarot.

"Ada nggak se-Indonesia sidang seperti ini waktu pilkada, kenapa cuma Jakarta? 
Makanya saya bilang gentle-lah kita. Kami fokus mengerjakan janji-janji politik 
Pak Jokowi-Basuki," pungkas Djarot. 
(imk/erd)

Kirim email ke