Aksi anti Raja Salman di Kedubes Saudi, sejumlah orang sempat ditangkap
   
   - 2 Maret 2017
Hak atas fotoBBC INDONESIATatkala Raja Salman mengunjungi DPR, dilanjutkan ke 
Masjid Istiqlal, dilanjutkan lagi ke Istana Merdeka, sejumlah pegiat 
melangsungkan unjuk rasa di depan kedutaan besar Saudi dan polisi pun sempat 
melakukan penangkapan.Sekitar 50 pegiat dari kelompok pembela hak buruh migran 
yang berunjuk rasa di halaman Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, baru sempat 
melakukan aksi mereka sekitar lima menit saja sebelum polisi bergerak.Polisi 
dengan cepat membubarkan unjuk rasa mereka, dan menggiring mereka menjauh dari 
kawasan kedutaan.   
   -    

Dalam aksi unjuk rasa yang dijaga ketat kepolisian ini, polisi sempat meringkus 
dan menangkap sekitar 12 peserta aksi. Semuanya laki-laki. Mereka baru 
dilepaskan beberapa puluh menit kemudian, lapor Hilman Handoni untuk BBC 
Indonesia.Ini merupakan unjuk rasa kedua yang digelar di jakarta menandai 
kunjungan Raja Salman. Sebelumnya, tiga hari sebelum sang raja tiba, sekelompok 
orang menggelar aski penentangan, juga di halaman Kedubes Arab Saudi.Mereka 
memprotes aksi-aksi militer koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kaum Houthi 
Yaman.Hak atas fotoBBC INDONESIAKali ini unjuk rasa terfokus pada nasib kaum 
buruh migran di Arab Saudi.Para pengunjuk rasa meneriakkan tuntutan agar Arab 
Saudi membebaskan para buruh migran yang ditahan di Kerajaan Saudi.Seorang 
orator mengatakan bahwa mereka kecewa kepada pemerintah Indonesia karena soal 
buruh tak masuk dalam pembahasan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Raja 
Salman."Tak ada satu pun MoU yang ditandatangani terkait dengan buruh migran. 
Padahal Jokowi menjanjikan perlindungan buruh migran dalam janji kampanyenya 
yang dikenal dengan Nawacita.""Kami juga kecewa bagaimana polisi memperlakukan 
kami, menangkap teman-teman kami," kata Dinda Nurannisa Yura, salah seorang 
pengunjuk rasa.Di bawah seruan polisi yang memerintahkan mereka untuk segera 
membubarkan diri atau ditangkap, peserta aksi digiring mundur sebelum akhirnya 
bubar.

Kirim email ke