Aksi anti Raja Salman di Kedubes Saudi, sejumlah orang sempat ditangkap http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39137848 2 Maret 2017
Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39137848#share-tools Hak atas fotoBBC INDONESIA Tatkala Raja Salman mengunjungi DPR, dilanjutkan ke Masjid Istiqlal, dilanjutkan lagi ke Istana Merdeka, sejumlah pegiat melangsungkan unjuk rasa di depan kedutaan besar Saudi dan polisi pun sempat melakukan penangkapan. Sekitar 50 pegiat dari kelompok pembela hak buruh migran yang berunjuk rasa di halaman Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, baru sempat melakukan aksi mereka sekitar lima menit saja sebelum polisi bergerak. Polisi dengan cepat membubarkan unjuk rasa mereka, dan menggiring mereka menjauh dari kawasan kedutaan. Apa manfaat politik Ahok dan Rizieq 'bertemu' Raja Salman? http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39125427 Lima hal yang perlu Anda ketahui terkait kunjungan Raja Salman http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-39114491 Laporan khusus BBC: Lawatan Raja Salman di Indonesia http://www.bbc.com/indonesia/laporan-khusus-39124390 Dalam aksi unjuk rasa yang dijaga ketat kepolisian ini, polisi sempat meringkus dan menangkap sekitar 12 peserta aksi. Semuanya laki-laki. Mereka baru dilepaskan beberapa puluh menit kemudian, lapor Hilman Handoni untuk BBC Indonesia. Ini merupakan unjuk rasa kedua yang digelar di jakarta menandai kunjungan Raja Salman. Sebelumnya, tiga hari sebelum sang raja tiba, sekelompok orang menggelar aski penentangan, juga di halaman Kedubes Arab Saudi. Mereka memprotes aksi-aksi militer koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kaum Houthi Yaman. Hak atas fotoBBC INDONESIA Kali ini unjuk rasa terfokus pada nasib kaum buruh migran di Arab Saudi. Para pengunjuk rasa meneriakkan tuntutan agar Arab Saudi membebaskan para buruh migran yang ditahan di Kerajaan Saudi. Seorang orator mengatakan bahwa mereka kecewa kepada pemerintah Indonesia karena soal buruh tak masuk dalam pembahasan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman. "Tak ada satu pun MoU yang ditandatangani terkait dengan buruh migran. Padahal Jokowi menjanjikan perlindungan buruh migran dalam janji kampanyenya yang dikenal dengan Nawacita.""Kami juga kecewa bagaimana polisi memperlakukan kami, menangkap teman-teman kami," kata Dinda Nurannisa Yura, salah seorang pengunjuk rasa. Di bawah seruan polisi yang memerintahkan mereka untuk segera membubarkan diri atau ditangkap, peserta aksi digiring mundur sebelum akhirnya bubar.
