Menteri Susi Masih Temukan Kapal "Mark Down" di Muara Baru
Jumat, 3 Maret 2017 | 12:15 WIB
DOK KKPMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat sidak di Muara Baru
Terkait
· Susi Minta PBB dan Uni Eropa Perkumpulan Komitmen Berantas "Illegal
Fishing"
· Ada Larangan Tangkap Bibit Lobster, Menko Darmin Janji Panggil Susi
· Menteri Susi: Nelayan Bisa Berkontribusi dalam Wisata Bahari
· Jajal Gedung Baru, Menhub Budi Layani Permintaan Izin ke Menteri Susi
· Susi: Jangan Biarkan Sektor Perikanan Tangkap Jatuh ke Asing
· Susi: Sektor Perikanan Nasional Harus Bebas dari Pelanggaran HAM
· Susi: Bukan Pekerjaan Mudah Menjadikan Laut sebagai Masa Depan Bangsa
· Susi Bicara tentang 4 Prajurit TNI AL yang Hilang Saat Giring Kapal
Asing Pencuri Ikan
· Lantik Dirjen Baru, Susi Minta Semangat Juang Militer Dibawa ke KKP
JAKARTA, KOMPAS.com - Mengenakan rok hitam dengan atasan kemeja terang bermotif
ikan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendatangi Pelabuhan
Nizam Zachman Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (2/3/2017) pagi.
Kedatangannya dalam rangka inspeksi mendadak (sidak) sekaligus menindaklanjuti
laporan masyarakat terkait adanya manipulasi ukuran kapal penangkapan ikan yang
tidak sesuai dengan Surat Izin Kapal Penangkapan Ikan (SIKPI).
Susi sendiri kerap dibuat jengkel dengan praktik menipulasi ukuran kapal. Sebab
praktik itu akan berimbas kepada jumlah penerimaan pajak dari sektor kelautan
dan perikanan.
Benar saja, saat sidak ia mendapati masih ada kapal ikan yang dimanipulasi
ukurannya. Kapal Sido Tambah Santoso 01 misalnya, ukuran yang tertulis di badan
kapal yakni 95 GT.
"Masa kapal sebesar ini ukurannya 97 GT," kata Susi dalam keterangan resmi.
Setelah dilakukan pengukuran ulang, ternyata kapal tersebut berukuran 195 GT.
Menteri asal Pangandaran Jawa Barat itu langsung Kepala Pangkalan Pengawasan
Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jakarta Pung Nugroho Saksono (Ipunk)
untuk mengungkap aktor yang bermain di belakang manipulasi ukuran kapal itu.
Selain itu Susi juga mengecek kapal lainnya yang ada di Muara Baru. Diantaranya
yakni KM Sido Tambah Santoso 03 yang memiliki ukuran dan warna yang sama dengan
KM Sido Tambah Santoso 01.
Kedua kapal itu adalah milik PT Mina Lana Santosa, perusahaan yang berpusat di
Juwana, Pati. Ia mencurigai, masih banyak kecurangan mark down ukuran kapal
terjadi di Pelabuhan Nizam Zachman Muara Baru ini.
Hal tersebut, didukung dengan penyataan Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta Ipunk.
“Mark down ini sebetulnya modus yang terjadi di sebagian besar wilayah kami
(Pelabuhan Nizam Zachman). Mungkin ada sekitar 100-an (kapal perikanan
curang),” kata Ipunk.
Ia bahkan mencurigai adanya keterlibatan pihak asing dalam manipulasi kapal
melalui permodalan.
Modusnya, tutur Ipunk, kapal dibuat sebagai milik masyarakat lokal, tetapi
kemudian sahamnya dijual kepada asing.
Kompas TVMenteri Susi: Pemerintah Tak Perlu Impor Garam
Penulis
: Yoga Sukmana
Editor
: Aprillia Ika