Bukan saya tidak mengerti gerakan massa atau tidak percaya massa, tapi hanya karena saya TIDAK MENGHENDAKI mengulangi aksi-aksi bau terasi yang PUNCAKnya hanya akan jatuhkan KORBAN yang tidak diperlukan! Karena yang jadi korban hanyalah massa tidak berdosa dan semua iatu AKIBAT KESALAHAN dan keblingeran yang menamakan diri PEMIMPIN RAKYAT!
From: Tatiana Lukman Sent: Saturday, March 4, 2017 10:03 PM To: [email protected] ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Chan CT Cc: Jonathan Goeij ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Gol ; Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Farida Ishaja ; Marsiswo Dirgantoro ; Billy Gunadi ; [email protected] ; Mang Broto ; [email protected] ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; C. Manuputty ; [email protected] ; Oman Romana ; [email protected] Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Raja Salman Datang ke Indonesia, Aksi Unjuk Rasa di Depan Kedubes Arab Saudi pun di Represi Polisi Anda tetap tidak mengerti arti dari gerakan massa. Akarnya adalah juga karena anda tidak percaya pada massa. Maka itu saya sarankan belajar kepada ATKI dan Eni Lestari yang sudah malang melintang dalam memperjuangkan hak-hak sesama buruh dan membuktikan organisasinya berkembang dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar. Dan semua itu terjadi dalam perjuangan kongkrit pada tingkat nasional maupun internasional. Menentukan kepada siapa ditujukan suatu aksi bukan berdasarkan pada keinginan atau keputusan satu orang saja. Dari situ pentingnya belajar kepada massa yang secara kolektif menganalisa situasi kongkrit perjuangannya dan menentukan cara dan taktik perjuangannya. On Saturday, March 4, 2017 7:54 AM, "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Ooouh, tak usah ngomel hanya dengan komentar saya ini! Boleh saja dibuang ketong sampah kalau tidak berkenan. Bukankah aksi itu menjadi lebih salah sasaran, seandainya melihat kenyataan yang telah terjadi, bukan saja Presiden Jokowi sepintas mengajukan minta Raja Salaman bisa memberikan pengampunan pada TKI, tapi juga ketua DPR Setnov dalam pembicaraan dengan Raja Salman di DPR sudah ada agenda sendiri masalah perlindungan HUKUM terhadap TKI di Arab Saudi, ... Lalu, menurut Menlu: Raja Salman komitmen melindungi WNI di Arab Saudi! Diatas segalanya, saya merasa aksi itu akan lebih TEPAT SASARAN kalau ditujukan pada Pemerintah RI yang sedang berkuasa, khususnya Dept. Perburuhan untuk memecahkan masalah yang dihadapi buruh-migran, ... Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, March 3, 2017 3:13 PM To: [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; GELORA_In Cc: Jonathan Goeij ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Gol ; Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Farida Ishaja ; Marsiswo Dirgantoro ; Billy Gunadi ; [email protected] ; Mang Broto ; [email protected] ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; C. Manuputty ; [email protected] ; Oman Romana ; [email protected] Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Raja Salman Datang ke Indonesia, Aksi Unjuk Rasa di Depan Kedubes Arab Saudi pun di Represi Polisi Sana belajar dulu kepada ATKI dan Eni Lestari supaya ngerti. Sudah terlalu dalam dan setia kepada Statusquo makanya tidak mampu ngerti aksi-aksi massa. Rendah hati sedikit, belajar kepada massa!! On Friday, March 3, 2017 3:07 AM, "'Chan CT' [email protected] [temu_eropa]" <[email protected]> wrote: Bukan saya membela Arab Saudi, ... hanya saja dalam pemikiran saya DEMO macam ini apa tidak SALAH SASARAN! Kalau saja kenyataan banyak TKW diperlakukan TIDAK ADIL, TIDAK MANUSIAWI di Arab sana, yaa, TUNTUTLAH pada PEMERINTAH RI yang berkewajiban melindungi setiap warganya diluarnegeri! Yaa, jangan mau dikirim bekerja ke negara Arab, sekalipun diiming-imingi mati ditanahsuci PASTI naik SORGA! Dan, ... kalau saja pemerintah RI belum berkemampuan menghadapi negara-negara Arab untuk melindungi warganya, yaa, TUNTUT saja lebih GENCAR pada pemerintah TIDAK lagi mengirim Pekerja ke negara Arab, dengan membuka lapangan-kerja di dalam negeri lebih baik, ...! Lalu, apa yang hendak dicapai dengan mendemo kunjungan Raja Salman di Indonesia? Ada kemunjgkinan untuk tercapai, ...? From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, March 3, 2017 4:13 AM To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; GELORA_In Cc: Jonathan Goeij ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Gol ; Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Farida Ishaja ; Marsiswo Dirgantoro ; Billy Gunadi ; [email protected] ; Mang Broto ; [email protected] ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; C. Manuputty ; [email protected] ; Oman Romana ; [email protected] Subject: [GELORA45] Raja Salman Datang ke Indonesia, Aksi Unjuk Rasa di Depan Kedubes Arab Saudi pun di Represi Polisi Raja Salman Datang ke Indonesia, Aksi Unjuk Rasa di Depan Kedubes Arab Saudi pun di Represi Polisi 2 Maret, 2017 Aksi buruh migran di depan Kedubes Arab Saudi 03 Februari 2017 [dok. Mrb] Aksi massa yang di adakan oleh buruh migran dan organisasi rakyat lainnya di depan Kedubes Arab Saudi, Jl. Rasuna Said, Kuningan – Jakarta di hadapi secara represif oleh aparat kepolisian. Massa yang melakukan aksi coba di bubarkan paksa, 30 orang diantaranya di angkut paksa ke mobil tahanan polisi. Jen, juru bicara dari Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar Bumi) menyatakan bahwa tindakan represif ini menunjukkan bahwa pemerintah RI yang di Pimpin Jokowi hanya mengincar kucuran uang dan investasi dari Arab Saudi. Sedangkan nasib buruh migran Indonesia yang kerap di siksa bahkan terancam hukuman mati di Arab Saudi tidak menjadi persoalan penting bagi pemerintah. Perjanjian Pemerintah dengan Arab Saudi mengkhianati rakyat, karena akan menghilangkan penghidupan rakyat dan meluasnya perampasan tanah . Dampaknya akan semakin banyak yang menjadi buruh migran yang bekerja tanpa perlindungan. “Upaya pembubaran paksa terhadap aksi yang menuntut perlindungan BMI Indonesia di Arab Saudi adalah bentuk pengkhianatan yang melukai hati rakyat” tegas Jen. Bahkan untuk menuntut kebebasan dari penyiksaan, kriminalisasi serta tidak diberlakukan sebagai budak di Arab Saudi saja rakyat Indonesia harus menerima represi dari aparat pemerintah. Kabar Bumi beserta beberapa organisasi buruh migran, organisasi buruh, organisasi tani dan organisasi rakyat melakukan aksi untuk mendesak perlindungan bagi BMI di Arab Saudi dan menolak segala perjanjian dengan Arab Saudi yang mengkhianati rakyat. “Pemerintah RI sama sekali tidak mendesak Raja Salman agar membebaskan 25 WNI di yang terancam hukuman mati dan BMI yang dikriminalisasi di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia seharusnya mengajukan MoU yang menjamin perlindungan dan jaminan hak normatif (libur, cuti, upah, hak atas dokumen, jam kerja dan sebagainya),” papar Jen. Tidak adanya perlindungan ketenagakerjaan bagi buruh migran di Arab Saudi, mengakibatkan tingginya permasalahan yang dialami Buruh Migran Indonesia berupa pelanggaran hak sebagai pekerja, penyiksaan bahkan pembunuhan. Diperparah dengan tidak adanya penegakan hukum bagi warga Arab Saudi yang menjadikan tidak adanya efek jera bagi majikan. Hingga berita ini di turunkan (14.30WIB) massa masih melakukan unjuk rasa di depan kedubes Arab Saudi dan menuntut 30 orang yang di tahan agar di bebaskan oleh kepolisian.
