Pada Minggu, 5 Maret 2017 4:14, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:
 

     

Pawai Perempuan serukan ‘hapus kekerasan dan diskriminasi’ di Indonesia
   
   - 4 Maret 2017
KirimHak atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionSalah satu peserta Pawai Perempuan 
di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Sabtu (04/03).Seraya membawa aneka 
poster dan berpakaian cerah, sejumlah orang menggelar Pawai Perempuan atau 
Women's March di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Sabtu (04/03) 
pagi.Tuntutan para peserta pawai, sebagaimana lantang diteriakkan seorang 
orator, "agar tidak ada perempuan didiskriminasi, agar tidak ada lagi 
diskriminasi hanya karena orientasi seksualnya."Kekerasan seksual yang menimpa 
perempuan juga menjadi sorotan dalam aksi yang diadakan untuk menyambut Hari 
Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2017.   
   - 'Darurat kekerasan': Pembunuhan perempuan oleh laki-laki di Indonesia
   - Mencegah kekerasan seksual lewat pendidikan
   - Jutaan orang di AS dan sejumlah negara ikuti protes anti-Trump
Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionBerdasarkan catatan tahunan Komnas 
Perempuan pada Februari lalu, kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2015 
mencapai 321.752 kasus, naik 9% dari 2014.Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage 
captionJumlah kasus pembunuhan dan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan 
sudah dalam taraf "darurat" untuk ditangani, kata pegiat hak-hak 
perempuan.Berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan pada Februari lalu, 
kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2015 mencapai 321.752 kasus, naik 9% 
dari 2014. Dari ratusan ribu kasus itu, bentuk kekerasan yang paling banyak 
dialami oleh perempuan adalah kekerasan fisik , yaitu 38%. Kekerasan seksual 
menempati urutan kedua dengan 3.325 kasus.Perhitungan lain, sebagaimana 
disampaikan akun Menghitung Pembunuhan Perempuan di Facebook yang dibentuk oleh 
Kate Walton, aktivis dan penulis asal Australia, terdapat 193 kasus pembunuhan 
dengan korban perempuan sepanjang 2016.Kate menyebut data itu menunjukkan 
situasi 'darurat kekerasan' terhadap perempuan.Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage 
captionHanifah mengajak serta anak laki-lakinya "agar dia tahu perjuangan 
perempuan".Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionSebagian peserta Pawai 
Perempuan.
'Agar tahu perjuangan perempuan'
Kondisi yang dialami perempuan Indonesia itulah yang mendorong para peserta 
pawai mengajak serta anak mereka, sebagaimana dilakukan Hanifah. Perempuan itu 
mengikuti pawai dengan membawa anak lelakinya yang berusia tujuh tahun."Agar 
dia tahu perjuangan perempuan," katanya kepada wartawan Hilman Handoni yang 
melaporkan untuk BBC Indonesia.Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionSejumlah 
peserta datang dengan mengenakan busana daerah.Sejumlah peserta pawai juga 
ingin mengingatkan bahwa rakyat Indonesia bisa berbuat lebih baik terhadap kaum 
perempuan."Berbicara feminisme itu sebenarnya bukan cuma Barat. Tapi di 
Indonesia juga punya nilai luhur dalam memuliakan perempuan," ujar Dea Safira 
Basori, pegiat Indonesia Feminis yang datang dengan memakai atribut pakaian 
daerah.   
   - Tagar #NotOkay: Video Trump picu kisah kekerasan seksual
   - Kekerasan seksual pada perempuan dan inferioritas laki-laki
Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionBeberapa pelajar sekolah menengah 
pertama ikut Pawai Perempuan dengan membawa pesan anti-perundungan.Akan tetapi, 
ada pula peserta yang menggarisbawahi kekerasan tidak melulu melibatkan 
tindakan fisik.Endah dan Intan, dua di antara kesembilan pelajar sekolah 
menengah pertama dari kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, 
mengaku perundungan atau bullying menjadi masalah yang dihadapi 
perempuan-perempuan di sekolah.Mereka mengajak sesama pelajar untuk tidak 
merundung satu sama lain. "Ini hanyalah awal," demikian bunyi kalimat dalam 
salah satu poster yang mereka bawa.Soal kekerasan terhadap perempuan, suara 
orator dalam pawai itu kembali terdengar. "Betapa banyak perempuan, buruh 
migran yang mengalami kekerasan di Arab Saudi, tapi luput dalam pembicaraan," 
pekiknya.Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionSejumlah peserta mengecam 
perilaku kalangan yang justru menyalahkan dan menyudutkan perempuan dalam 
kasus-kasus kekerasan seksual.Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionAksi 
Pawai Perempuan juga diikuti kaum LGBT.
'Laki-laki juga harus ikut'
Pawai Perempuan atau Women's March telah diikuti jutaan perempuan di seluruh 
dunia. Aksi bermula dari kota Washington DC, Amerika Serikat, sebagai bagian 
dari respons perempuan yang kecewa dengan berbagai kicauan Presiden AS Donald 
Trump yang dinilai seksis dan diskriminatif terhadap perempuan dan kelompok 
minoritas lain.Tapi tuntutan aksi kemudian berkembang melebihi kecaman terhadap 
Presiden Trump.Hak atas fotoHILMAN HAMDONIImage captionPawai Perempuan bermula 
dari kota Washington DC, Amerika Serikat, sebagai bagian dari respons perempuan 
yang kecewa dengan berbagai kicauan Presiden AS Donald Trump.Dalam aksi di 
pusat Jakata, pada Sabtu (04/03), pihak penyelenggara yang terdiri dari puluhan 
lembaga perlindungan hak-hak asasi, mendesak Indonesia kembali ke toleransi dan 
keberadaan, menuntut pemerintah mengadakan infrastruktur hukum yang berkeadilan 
gender, mengajak pemerintah dan masyarakat memenuhi hak kesehatan perempuan dan 
menghapus kekerasan terhadap perempuan.Ada pula desakan agar pemerintah 
membangun kebijakan publik yang pro-perempuan dan pro-kelompok marginal lain, 
termasuk perempuan difabel, serta menuntut pemerintah dan partai politik 
meningkatkan keterwakilan dan keterlibatan perempuan di bidang politik.Hak atas 
fotoHILMAN HAMDONIImage captionKomedian Ari Kriting mengatakan kaum laki-laki 
seharusnya ikut Pawai Perempuan.Bagaimanapun, aksi ini tak hanya melibatkan 
perempuan.Ari Kriting, seorang komedian tunggal, terlihat ikut dalam aksi ini. 
"Saya melakukan aksi ini untuk ibu saya, dan ibu-ibu di kawasan Timur 
Indonesia."Menurutnya, laki-laki seharusnya ikut aksi ini. "Kita sering kok 
melakukan kekerasan terhadap perempuan. Kita godain perempuan, itu kan juga 
pelecehan," tutupnya.


  #yiv0165147151 #yiv0165147151 -- #yiv0165147151ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-mkp #yiv0165147151hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-mkp #yiv0165147151ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-mkp .yiv0165147151ad 
{padding:0 0;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-mkp .yiv0165147151ad p 
{margin:0;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-mkp .yiv0165147151ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-sponsor 
#yiv0165147151ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-sponsor #yiv0165147151ygrp-lc #yiv0165147151hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-sponsor #yiv0165147151ygrp-lc .yiv0165147151ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv0165147151 #yiv0165147151actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv0165147151
 #yiv0165147151activity span {font-weight:700;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv0165147151 #yiv0165147151activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv0165147151 #yiv0165147151activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv0165147151 #yiv0165147151activity span 
.yiv0165147151underline {text-decoration:underline;}#yiv0165147151 
.yiv0165147151attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv0165147151 .yiv0165147151attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv0165147151 .yiv0165147151attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv0165147151 .yiv0165147151attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv0165147151 .yiv0165147151attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv0165147151 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv0165147151 .yiv0165147151bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv0165147151 
.yiv0165147151bold a {text-decoration:none;}#yiv0165147151 dd.yiv0165147151last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0165147151 dd.yiv0165147151last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0165147151 
dd.yiv0165147151last p span.yiv0165147151yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv0165147151 div.yiv0165147151attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv0165147151 div.yiv0165147151attach-table 
{width:400px;}#yiv0165147151 div.yiv0165147151file-title a, #yiv0165147151 
div.yiv0165147151file-title a:active, #yiv0165147151 
div.yiv0165147151file-title a:hover, #yiv0165147151 div.yiv0165147151file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv0165147151 div.yiv0165147151photo-title a, 
#yiv0165147151 div.yiv0165147151photo-title a:active, #yiv0165147151 
div.yiv0165147151photo-title a:hover, #yiv0165147151 
div.yiv0165147151photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv0165147151 
div#yiv0165147151ygrp-mlmsg #yiv0165147151ygrp-msg p a 
span.yiv0165147151yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv0165147151 
.yiv0165147151green {color:#628c2a;}#yiv0165147151 .yiv0165147151MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv0165147151 o {font-size:0;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151photos div {float:left;width:72px;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv0165147151
 #yiv0165147151reco-category {font-size:77%;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151reco-desc {font-size:77%;}#yiv0165147151 .yiv0165147151replbq 
{margin:4px;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-mlmsg select, #yiv0165147151 input, #yiv0165147151 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-mlmsg pre, #yiv0165147151 code {font:115% 
monospace;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-mlmsg #yiv0165147151logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-msg 
p#yiv0165147151attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-reco #yiv0165147151reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-sponsor 
#yiv0165147151ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-sponsor #yiv0165147151ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-sponsor #yiv0165147151ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv0165147151 #yiv0165147151ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv0165147151 
#yiv0165147151ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv0165147151 

   

Kirim email ke