http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/204000626/faisal.basri.proyek.lrt.jabodebek.diprediksi.mangkrak


   Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek Diprediksi


   Mangkrak

Rabu, 8 Maret 2017 | 20:40 WIB

 *


 *



 *




 * 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/204000626/faisal.basri.proyek.lrt.jabodebek.diprediksi.mangkrak#komentar>
 * 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/204000626/faisal.basri.proyek.lrt.jabodebek.diprediksi.mangkrak#>

474
Shares
Hilda B Alexander/Kompas.com Perkembangan pembangunan LRT Jabodebek Tahap I trase Cibubur-Cawang, Kamis (9/2/2017).


     Terkait

 * Ini Kekhawatiran Faisal Basri Soal "Holding" Migas
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/183640826/ini.kekhawatiran.faisal.basri.soal.holding.migas>

 * Faisal Basri: Kalau Mau Benahi Disharmoni Sosial, Urusi "Bottom
   Forty"
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/07/215316326/faisal.basri.kalau.mau.benahi.disharmoni.sosial.urusi.bottom.forty.>

 * Faisal Basri Desak Audit Anggaran Subsidi Sektor Pertanian
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/12/05/153342426/faisal.basri.desak.audit.anggaran.subsidi.sektor.pertanian>

 * Faisal Basri: Importir Jangan Dibebani Kewajiban Serap Garam Rakyat
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/26/165537726/faisal.basri.importir.jangan.dibebani.kewajiban.serap.garam.rakyat>

 * Faisal Basri: Pak Boediono Mengajarkan Kita bahwa Tidak Ada Jalan
   Pintas...
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/15/192513126/faisal.basri.pak.boediono.mengajarkan.kita.bahwa.tidak.ada.jalan.pintas.>

 * Faisal Basri Kritik Cara Pandang Menteri BUMN soal Harga Gas
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/06/130318026/faisal.basri.kritik.cara.pandang.menteri.bumn.soal.harga.gas>

 * Faisal Basri: Tak Perlu "Holding" Migas, Cukup PGN Ambil Alih
   Pertagas
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/08/19/143000526/Faisal.Basri.Tak.Perlu.Holding.Migas.Cukup.PGN.Ambil.Alih.Pertagas.>

 * Faisal Basri: Kasus Arcandra Jadi Pembelajaran Berharga Presiden
   Jokowi
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/08/15/213528026/faisal.basri.kasus.arcandra.jadi.pembelajaran.berharga.presiden.jokowi>

 * Ini Rencana Pemerintah untuk Percepat Pembangunan LRT Jabodetabek
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/27/193940426/ini.rencana.pemerintah.untuk.percepat.pembangunan.lrt.jabodetabek>

 * Skema Pembiayaan LRT Akan Diputuskan Bulan Depan
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/11/093013426/skema.pembiayaan.lrt.akan.diputuskan.bulan.depan>

 * Danai Proyek LRT, Adhi Karya Bakal Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/210435826/danai.proyek.lrt.adhi.karya.bakal.terbitkan.obligasi.rp.2.triliun>

 * Menhub Berharap Separuh Penumpang Bogor-Jakarta Beralih Gunakan LRT
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/204205326/menhub.berharap.separuh.penumpang.bogor-jakarta.beralih.gunakan.lrt>

 * Menhub Optimistis Proyek LRT Tahap I Rampung Pertengahan 2018
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/203311926/menhub.optimistis.proyek.lrt.tahap.i.rampung.pertengahan.2018>


*JAKARTA, KOMPAS.com* - Proyek kereta cepat ringan atau Light Rapid Transit (LRT <http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>) Jakarta, Bogor <http://indeks.kompas.com/tag/bogor>, Depok <http://indeks.kompas.com/tag/depok>, Bekasi <http://indeks.kompas.com/tag/bekasi> (Jabodebek) diperkirakan bakal mangkrak.

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, kepastian pembiayaan proyek menjadi faktor utama yang berpotensi membuat proyek LRT <http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> Jabodebek ini tak akan selesai.

Menurut Faisal Basri, proyek ini bagaikan 'kawin kontrak' yang sangat dipaksakan. Proyek ini sendiri ditaksir menelan dana sebesar Rp 23,3 triliun.

PT Adhikarya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Kereta Api Indonesia <http://indeks.kompas.com/tag/pt.kereta.api.indonesia> (Persero) harus mencari pendanaan sendiri setelah ADHI mendapatkan Penyertaan Modal Negara yang sangat terbatas.

"Kalau KAI disuruh cari utangan sendiri, enggak mungkin bisa. Dia PSO," kata Faisal Basri, Selasa malam (7/3/2017).

Sementara itu, kemampuan berutang ADHI menurut sumber Faisal Basri sebenarnya masih cukup longgar, hingga Rp 18 triliun. Akan tetapi, jika kekurangan dana sebesar Rp 17,6 triliun semua ditanggung ADHI, maka proyek ADHI yang lain tidak bakal kebagian.

"Kalau diserap untuk LRT <http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> semua, proyek yang lain akan terlunta-lunta," ucap mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu.

Skenario lain, KAI yang belakangan juga ditunjuk tidak hanya sebagai operator tetapi juga investor, kalaupun mau disuntik APBN, kemungkinan akan ada penolakan dari DPR. Dalam APBN 2017, tidak ada anggaran yang dicadangkan untuk suntikan ke KAI.

"Makanya rencananya Rp 4 triliun akan disisipkan di APBN-P 2017. Masalahnya kalau ADHI disuntik lagi lewat KAI ini, DPR enggak bakal setuju," kata Faisal Basri dengan nada yakin.

Akhirnya, menurut Faisal Basri, pemerintah mengerahkan seluruh bank-bank pelat merah untuk keroyokan memberikan pinjaman untuk proyek LRT <http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>.

(Baca: Kemenhub: Kontrak Proyek LRT untuk Perkuat Penugasan Adhi Karya <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/02/10/194243426/kemenhub.kontrak.proyek.lrt.untuk.perkuat.penugasan.adhi.karya>)

Masalah lagi, kata dia, karena bank pemerintah untuk proyek pemerintah, maka bunganya harus rendah.

"Jadi distorsinya kemana-mana. Karena bunganya harus rendah maka keuntungan bank-bank ini akan tertekan," imbuh Faisal Basri.

*Tol Trans Sumatera*

Selain LRT <http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>, dia juga menilai beberapa proyek infrastruktur yang masuk dalam /pipeline/ pemerintah sebenarnya kurang prioritas. Faisal Basri menyebut diantaranya, jalan tol trans Sumatera sepanjang 2.000 kilometer (khusus untuk ruas-ruas tidak komersial), kereta api trans Sulawesi, tol laut khusus ternak, dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pemerintahan pun diminta benar-benar memilih mana proyek yang prioritas dan tidak menghambur-hamburkan anggaran.

(Baca: Faisal Basri: Kebijakan Ekonomi Pemerintah "Ugal-ugalan" <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/03/08/073300526/faisal.basri.kebijakan.ekonomi.pemerintah.ugal-ugalan.>)

"Jadi saya bilang, ini APBN kayaknya konservatif. Tetapi, masih ngaco. Makanya satu-satunya jalan adalah sunat proyek infrastruktur yang 'ngaco'," kata dia.

"Saya enggak anti infrastruktur. Tetapi yang 'ngaco', yang enggak perlu hilangkan," pungkas Faisal Basri.

(Baca: Faisal Basri: Pemerintah Sanggup Sediakan Lahan untuk Jalan Tol, tetapi Susah untuk Tambak Garam Rakyat... <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2016/09/26/174052526/faisal.basri.pemerintah.sanggup.sediakan.lahan.untuk.jalan.tol.tetapi.susah.untuk.tambak.garam.rakyat.>)

Penulis         : Estu Suryowati
Editor  : Aprillia Ika

TAG:

 * LRT <http://indeks.kompas.com/tag/LRT>
 * Faisal Basri <http://indeks.kompas.com/tag/Faisal.Basri>







Kirim email ke