Ternyata banyak arti simbol-nya Anies-Sandy itu:
---
Simbol OK, “Annuit Coeptis” Yang Mesum

Redaksi – Jumat, 26 Agustus 2016 10:20 WIB

Ini adalah salah satu simbol jari tangan yang paling populer ketika orang 
hendak mengatakan “OK”, atau “Baikla

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Simbol OK, “Annuit Coeptis” Yang Mesum
 Ini adalah salah satu simbol jari tangan yang paling populer ketika orang 
hendak mengatakan “OK”, atau “Baiklah”...  |   |

  |

  |

 
h” atau “Setuju”, dan sebagainya, yakni dengan menyatukan ibu jari dan jari 
telunjuk sedangkan tiga jari lainnya dibiarkan mengembang ke atas atau agak 
melengkung. Dilakukan dengan tangan kanan atau kiri.Pada tahun 1950-an, ketika 
Richard Nixon masih menjabat sebagai Wakil Presiden AS, dia berkunjung ke 
Brasil dan membuat kesalahan fatal sehingga kunjungannya ini menjadi musibah. 
Di depan ribuan warga Brasil, Nixon sempat membuat tanda jari ini dan sontak 
hal tersebut membuat marah orang-orang Brasil. Simbol “OK” ini di Brasil 
dianggap sebagai suatu penyampaian pesan ajakan mesum.Di Brasil, Jerman, dan 
Rusia, isyarat tangan seperti itu bermakna penghinaan tertinggi dan sangat 
vulgar, yang menunjukkan rongga tubuh perempuan yang sangat pribadi.Di 
negara-negara Arab, membuat gerakan ini sambil menjabat tangan seseorang 
melambangkan pemberian “mata jahat”, dan dipandang sebagai sesuatu yang sangat 
menakutkan. Tanda ini mengisyaratkan Anda tengah mengundang kutukan terhadap 
individu yang bersangkutan.Di Indonesia, isyarat tangan seperti ini dengan 
mudah dijumpai dalam keseharian. Bahkan ada sejumlah tokoh Islam yang dengan 
naifnya sering membuat isyarat jari tangan ini kepada masyarakat luas. Padahal 
dalam Islam jelas dikatakan, “Ilmu Qabla ‘Amal” atau “Berbuatlah sesuatu itu 
setelah kau mengetahui arti dan maknanya, dan jangan berbuat sesuatu yang 
engkau tidak memahami apa arti dan maknanya”.Simbol menyentuh jari telunjuk ke 
jempol, untuk membuat lingkaran dan membiarkan ketiga jarinya bebas, adalah 
simbol jari tangan kaum okultis yang bermakna pelayan kegelapan. Lingkaran yang 
dibentuk dari penyatuan jempol dan jari telunjuk melambangkan Dewa Matahari dan 
juga upaya pencaharian kaum Masonic tanpa akhir atas lebih banyak Cahaya. Bagi 
Freemason, simbol lingkaran seperti ini juga melambangkan alat kelamin wanita 
atau Yoni.Dalam agama Hindu, gerakan ini adalah bagian dari mudhra atau gerakan 
suci yang memiliki arti penghormatan kepada kesempurnaan perempuan, terkait 
organ genital wanita. Gerakan ini sering kita lihat dalam praktek yoga tantra 
(ritual seks), yang mengisyaratkan ekstasi jasmani dan ruhani. Itu ditulis Texe 
Marrs, di dalam “CODEX MAGICA, Secret Signs, Mysterious, and Hidden Codes of 
Iluminati” (2013).Dalam ritual Satanic, ketiga jari yang tidak membentuk 
lingkaran, melambangkan simbol trinitas non-kudus: Dewa Bertanduk, Dewi, dan 
Anti-Christ (Progeni). Selain itu, secara keseluruhan, gerakan tangan seperti 
ini menyimbolkan Angka Trinitas Satanic yakni 666: Dewa Matahari (Lucifer), 
Dewi (Misteri Babilonia, Bunda Pelacur), dan The Beast (Anti Christ).Di dalam 
filosofi Iluminati, simbol jari ini merupakan sebuah persetujuan Raja Yang 
Mulia, Dewa Cahaya mereka yang akan datang. Maknanya, “Dia menyetujui kami”. Di 
dalam mata uang one dollar AS, simbol tangan seperti ini termaktub di dalam 
tulisan “Annuit Coeptis” yang berarti “Kami memberkatimu” atau “Kami 
merestuimu”. Bahkan simbol kari tangan ini juga menandakan si pembuat isyarat 
mengatakan, “Aku pelayanmu ya Lucifer!”Umat Islam jelas tidak diperbolehkan 
meniru-niru perbuatan suatu kaum, terlebih jika kaum itu merupakan pelayan 
Iblis dan penentang ketauhidan. Namun disebabkan kebodohan dan kejahiliyahan 
kaum Muslimin sendiri, mereka sering mengikuti suatu perbuatan tanpa didasari 
pemahaman dan pengetahuan yang benar. Celakanya, orang-orang yang dianggap 
tokoh umat Islam, pendakwah, dan “ulama” ternyata banyak pula dan sering 
melakukan gerakan isyarat Satanic ini. Jika tokoh umat saja jahil, maka 
bagaimana lagi dengan umat Islam kebanyakan?“Sungguh kalian akan mengikuti 
jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka 
masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalian pun akan ikut masuk ke dalamnya.” 
(HR. Bukhari dan Muslim).“Barang siapa meniru/menyerupai suatu kaum, maka dia 
adalah bagian dari mereka.” (HR. Bukhari, Ahmad, Abu Daud, dan yang lainnya). 
Wallahu’alam bishawab. (Rizki Ridyasmara)


Kirim email ke