Iyaa menarik juga, ... ternyata setiap bangsa mengartikan simbul penyatuan 
ibujari dan telunjuk dengan 3 jari tetap tegak keatas itu berbeda-beda. Sedang 
di Brasil jadi kesalahan FATAL, kunjungan wk. Presiden Nixon jadi membuat MARAH 
orang Brasil dengan simbul 3 jari itu!

Lalu, ... bagaimana dengan pasangan Anies-Sandi yang kumandangkan program OK 
Oce dengan tangan 3 jari itu? Tentu Anies-Sandi mempunyai maknanya tersendiri 
sesuai urutan No.3 saja. Mudah-mudahan saja PILKADA putaran ke2 bisa 
berlangsung tenang, aman dan damai saja, ... tanpa ada kisruh kecurangan 
apalagi sampai mencabut hak-memilih warga lagi! Dan, ... tentunya salam 3 jari 
Anies-Sandi ini TIDAK membuat MARAH warga Jakarta, sekalipun kenyataan lebih 
ribuan tahun yl. salam 3 jari macam ini sudah digunakan umat Budhis, sedang 
prgram OK Oce nya itu juga sudah lebih dahulu dijalankan Gubernur Petahana 
Ahok-Jarot!

Salam,
ChanCT
   3Jari_Budhism

From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 
Sent: Friday, March 10, 2017 4:55 AM

  


Ternyata banyak arti simbol-nya Anies-Sandy itu:

---
Simbol OK, “Annuit Coeptis” Yang Mesum

Redaksi – Jumat, 26 Agustus 2016 10:20 WIB


Ini adalah salah satu simbol jari tangan yang paling populer ketika orang 
hendak mengatakan “OK”, atau “Baikla 


                        
                 
           
                 Simbol OK, “Annuit Coeptis” Yang Mesum
                  Ini adalah salah satu simbol jari tangan yang paling populer 
ketika orang hendak mengatakan “OK”, atau “Baiklah”...  
           
     


h” atau “Setuju”, dan sebagainya, yakni dengan menyatukan ibu jari dan jari 
telunjuk sedangkan tiga jari lainnya dibiarkan mengembang ke atas atau agak 
melengkung. Dilakukan dengan tangan kanan atau kiri.
Pada tahun 1950-an, ketika Richard Nixon masih menjabat sebagai Wakil Presiden 
AS, dia berkunjung ke Brasil dan membuat kesalahan fatal sehingga kunjungannya 
ini menjadi musibah. Di depan ribuan warga Brasil, Nixon sempat membuat tanda 
jari ini dan sontak hal tersebut membuat marah orang-orang Brasil. Simbol “OK” 
ini di Brasil dianggap sebagai suatu penyampaian pesan ajakan mesum.
Di Brasil, Jerman, dan Rusia, isyarat tangan seperti itu bermakna penghinaan 
tertinggi dan sangat vulgar, yang menunjukkan rongga tubuh perempuan yang 
sangat pribadi.
Di negara-negara Arab, membuat gerakan ini sambil menjabat tangan seseorang 
melambangkan pemberian “mata jahat”, dan dipandang sebagai sesuatu yang sangat 
menakutkan. Tanda ini mengisyaratkan Anda tengah mengundang kutukan terhadap 
individu yang bersangkutan.
Di Indonesia, isyarat tangan seperti ini dengan mudah dijumpai dalam 
keseharian. Bahkan ada sejumlah tokoh Islam yang dengan naifnya sering membuat 
isyarat jari tangan ini kepada masyarakat luas. Padahal dalam Islam jelas 
dikatakan, “Ilmu Qabla ‘Amal” atau “Berbuatlah sesuatu itu setelah kau 
mengetahui arti dan maknanya, dan jangan berbuat sesuatu yang engkau tidak 
memahami apa arti dan maknanya”.
Simbol menyentuh jari telunjuk ke jempol, untuk membuat lingkaran dan 
membiarkan ketiga jarinya bebas, adalah simbol jari tangan kaum okultis yang 
bermakna pelayan kegelapan. Lingkaran yang dibentuk dari penyatuan jempol dan 
jari telunjuk melambangkan Dewa Matahari dan juga upaya pencaharian kaum 
Masonic tanpa akhir atas lebih banyak Cahaya. Bagi Freemason, simbol lingkaran 
seperti ini juga melambangkan alat kelamin wanita atau Yoni.
Dalam agama Hindu, gerakan ini adalah bagian dari mudhra atau gerakan suci yang 
memiliki arti penghormatan kepada kesempurnaan perempuan, terkait organ genital 
wanita. Gerakan ini sering kita lihat dalam praktek yoga tantra (ritual seks), 
yang mengisyaratkan ekstasi jasmani dan ruhani. Itu ditulis Texe Marrs, di 
dalam “CODEX MAGICA, Secret Signs, Mysterious, and Hidden Codes of Iluminati” 
(2013).
Dalam ritual Satanic, ketiga jari yang tidak membentuk lingkaran, melambangkan 
simbol trinitas non-kudus: Dewa Bertanduk, Dewi, dan Anti-Christ (Progeni). 
Selain itu, secara keseluruhan, gerakan tangan seperti ini menyimbolkan Angka 
Trinitas Satanic yakni 666: Dewa Matahari (Lucifer), Dewi (Misteri Babilonia, 
Bunda Pelacur), dan The Beast (Anti Christ).
Di dalam filosofi Iluminati, simbol jari ini merupakan sebuah persetujuan Raja 
Yang Mulia, Dewa Cahaya mereka yang akan datang. Maknanya, “Dia menyetujui 
kami”. Di dalam mata uang one dollar AS, simbol tangan seperti ini termaktub di 
dalam tulisan “Annuit Coeptis” yang berarti “Kami memberkatimu” atau “Kami 
merestuimu”. Bahkan simbol kari tangan ini juga menandakan si pembuat isyarat 
mengatakan, “Aku pelayanmu ya Lucifer!”
Umat Islam jelas tidak diperbolehkan meniru-niru perbuatan suatu kaum, terlebih 
jika kaum itu merupakan pelayan Iblis dan penentang ketauhidan. Namun 
disebabkan kebodohan dan kejahiliyahan kaum Muslimin sendiri, mereka sering 
mengikuti suatu perbuatan tanpa didasari pemahaman dan pengetahuan yang benar. 
Celakanya, orang-orang yang dianggap tokoh umat Islam, pendakwah, dan “ulama” 
ternyata banyak pula dan sering melakukan gerakan isyarat Satanic ini. Jika 
tokoh umat saja jahil, maka bagaimana lagi dengan umat Islam kebanyakan?
“Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi 
sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalian 
pun akan ikut masuk ke dalamnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Barang siapa meniru/menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari 
mereka.” (HR. Bukhari, Ahmad, Abu Daud, dan yang lainnya). Wallahu’alam 
bishawab. (Rizki Ridyasmara)




Kirim email ke