Tampilkan pesan asli     Pada Jumat, 10 Maret 2017 3:47, "Jonathan Goeij 
[email protected] [sastra-pembebasan]" 
<[email protected]> menulis:
 

     [Attachment(s) from Jonathan Goeij included below] Ya... si Anies Baswedan 
khan keturunan Arab yang sewajarnya paham dengan budaya Arab termasuk dengan 
simbol2 tangannya. Tapi ya kita nggak tahulah maksud Anies yg sebenarnya dgn 
memakai simbol itu kecuali beliau menjelaskan. 
Kuitipan artikel:"Di negara-negara Arab, membuat gerakan ini sambil menjabat 
tangan seseorang melambangkan pemberian “mata jahat”, dan dipandang sebagai 
sesuatu yang sangat menakutkan. Tanda ini mengisyaratkan Anda tengah mengundang 
kutukan terhadap individu yang bersangkutan."
Sedang di US banyak yg mengartikan simbol 3 jari President Trump itu sebagai 
simbol konspirasi teori, maklumlah beliau khan percaya berat pada teori 
konspirasi.

    On Thursday, March 9, 2017 5:42 PM, Chan CT <[email protected]> wrote:
 

 Weleeeh, ... kalau yang dicomot makna terkutip dibawah, Anies-Sandi jadi 
“MENGUTUK” pendukung2nya, dong! Bukankah itu berarti betul-betul serigala 
berbulu ayam?! Berbaik-baik dihadapan, tapi menikam dibelakang! Apalagi 
disandingkan dengan simbol Presiden Trump, yg dituding sementara orang Presiden 
BADUT itu, ... CELAKALAH kalo begitu! Masih berani warga pilih Anies-Sandi??? 
Hehehee, ...  From: Jonathan Goeij Sent: Friday, March 10, 2017 9:19 AMTo: Chan 
CT ; [email protected] Subject: Re: [GELORA45] lagi tentang simbol 3 
jari Anies-Sandy Mungkin baik juga seandainya ada yg tanya pada pasangan 
Anies-Sandy mereka dapat ide simbol 3 jari itu darimana.  Tentu bukan dari 
negara Arab tempat asal agama Islam.
Kuitipan artikel:"Di negara-negara Arab, membuat gerakan ini sambil menjabat 
tangan seseorang melambangkan pemberian “mata jahat”, dan dipandang sebagai 
sesuatu yang sangat menakutkan. Tanda ini mengisyaratkan Anda tengah mengundang 
kutukan terhadap individu yang bersangkutan."
Btw President Trump juga pakai simbol yg sama.



On Thursday, March 9, 2017 4:59 PM, Chan CT <[email protected]> wrote:


Iyaa menarik juga, ... ternyata setiap bangsa mengartikan simbul penyatuan 
ibujari dan telunjuk dengan 3 jari tetap tegak keatas itu berbeda-beda. Sedang 
di Brasil jadi kesalahan FATAL, kunjungan wk. Presiden Nixon jadi membuat MARAH 
orang Brasil dengan simbul 3 jari itu! Lalu, ... bagaimana dengan pasangan 
Anies-Sandi yang kumandangkan program OK Oce dengan tangan 3 jari itu? Tentu 
Anies-Sandi mempunyai maknanya tersendiri sesuai urutan No.3 saja. 
Mudah-mudahan saja PILKADA putaran ke2 bisa berlangsung tenang, aman dan damai 
saja, ... tanpa ada kisruh kecurangan apalagi sampai mencabut hak-memilih warga 
lagi! Dan, ... tentunya salam 3 jari Anies-Sandi ini TIDAK membuat MARAH warga 
Jakarta, sekalipun kenyataan lebih ribuan tahun yl. salam 3 jari macam ini 
sudah digunakan umat Budhis, sedang prgram OK Oce nya itu juga sudah lebih 
dahulu dijalankan Gubernur Petahana Ahok-Jarot! Salam,ChanCT   3Jari_Budhism 
From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, March 10, 
2017 4:55 AM    Ternyata banyak arti simbol-nya Anies-Sandy itu: ---
Simbol OK, “Annuit Coeptis” Yang Mesum

Redaksi – Jumat, 26 Agustus 2016 10:20 WIB
 Ini adalah salah satu simbol jari tangan yang paling populer ketika orang 
hendak mengatakan “OK”, atau “Baikla   
|  
|  
|  
|  |   |

 |

 |
|  
|  |  
Simbol OK, “Annuit Coeptis” Yang Mesum
 Ini adalah salah satu simbol jari tangan yang paling populer ketika orang 
hendak mengatakan “OK”, atau “Baiklah”... |  |

 |

 |

 h” atau “Setuju”, dan sebagainya, yakni dengan menyatukan ibu jari dan jari 
telunjuk sedangkan tiga jari lainnya dibiarkan mengembang ke atas atau agak 
melengkung. Dilakukan dengan tangan kanan atau kiri.Pada tahun 1950-an, ketika 
Richard Nixon masih menjabat sebagai Wakil Presiden AS, dia berkunjung ke 
Brasil dan membuat kesalahan fatal sehingga kunjungannya ini menjadi musibah. 
Di depan ribuan warga Brasil, Nixon sempat membuat tanda jari ini dan sontak 
hal tersebut membuat marah orang-orang Brasil. Simbol “OK” ini di Brasil 
dianggap sebagai suatu penyampaian pesan ajakan mesum.Di Brasil, Jerman, dan 
Rusia, isyarat tangan seperti itu bermakna penghinaan tertinggi dan sangat 
vulgar, yang menunjukkan rongga tubuh perempuan yang sangat pribadi.Di 
negara-negara Arab, membuat gerakan ini sambil menjabat tangan seseorang 
melambangkan pemberian “mata jahat”, dan dipandang sebagai sesuatu yang sangat 
menakutkan. Tanda ini mengisyaratkan Anda tengah mengundang kutukan terhadap 
individu yang bersangkutan.Di Indonesia, isyarat tangan seperti ini dengan 
mudah dijumpai dalam keseharian. Bahkan ada sejumlah tokoh Islam yang dengan 
naifnya sering membuat isyarat jari tangan ini kepada masyarakat luas. Padahal 
dalam Islam jelas dikatakan, “Ilmu Qabla ‘Amal” atau “Berbuatlah sesuatu itu 
setelah kau mengetahui arti dan maknanya, dan jangan berbuat sesuatu yang 
engkau tidak memahami apa arti dan maknanya”.Simbol menyentuh jari telunjuk ke 
jempol, untuk membuat lingkaran dan membiarkan ketiga jarinya bebas, adalah 
simbol jari tangan kaum okultis yang bermakna pelayan kegelapan. Lingkaran yang 
dibentuk dari penyatuan jempol dan jari telunjuk melambangkan Dewa Matahari dan 
juga upaya pencaharian kaum Masonic tanpa akhir atas lebih banyak Cahaya. Bagi 
Freemason, simbol lingkaran seperti ini juga melambangkan alat kelamin wanita 
atau Yoni.Dalam agama Hindu, gerakan ini adalah bagian dari mudhra atau gerakan 
suci yang memiliki arti penghormatan kepada kesempurnaan perempuan, terkait 
organ genital wanita. Gerakan ini sering kita lihat dalam praktek yoga tantra 
(ritual seks), yang mengisyaratkan ekstasi jasmani dan ruhani. Itu ditulis Texe 
Marrs, di dalam “CODEX MAGICA, Secret Signs, Mysterious, and Hidden Codes of 
Iluminati” (2013).Dalam ritual Satanic, ketiga jari yang tidak membentuk 
lingkaran, melambangkan simbol trinitas non-kudus: Dewa Bertanduk, Dewi, dan 
Anti-Christ (Progeni). Selain itu, secara keseluruhan, gerakan tangan seperti 
ini menyimbolkan Angka Trinitas Satanic yakni 666: Dewa Matahari (Lucifer), 
Dewi (Misteri Babilonia, Bunda Pelacur), dan The Beast (Anti Christ).Di dalam 
filosofi Iluminati, simbol jari ini merupakan sebuah persetujuan Raja Yang 
Mulia, Dewa Cahaya mereka yang akan datang. Maknanya, “Dia menyetujui kami”. Di 
dalam mata uang one dollar AS, simbol tangan seperti ini termaktub di dalam 
tulisan “Annuit Coeptis” yang berarti “Kami memberkatimu” atau “Kami 
merestuimu”. Bahkan simbol kari tangan ini juga menandakan si pembuat isyarat 
mengatakan, “Aku pelayanmu ya Lucifer!”Umatap tokoh umat Islam, pendakwah, dan 
“ulama” ternyata banyak pula dan sering melakukan gerakan isyarat Satanic ini. 
Jika tokoh umat saja jahil, maka bagaimana lagi dengan umat Islam kebanyakan? 
Islam jelas tidak diperbolehkan meniru-niru perbuatan suatu kaum, terlebih jika 
kaum itu merupakan pelayan Iblis dan penentang ketauhidan. Namun disebabkan 
kebodohan dan kejahiliyahan kaum Muslimin sendiri, mereka sering mengikuti 
suatu perbuatan tanpa didasari pemahaman dan pengetahuan yang benar. Celakanya, 
orang-orang yang diangg“Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum 
kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang 
biawak, niscaya kalian pun akan ikut masuk ke dalamnya.” (HR. Bukhari dan 
Muslim).“Barang siapa meniru/menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari 
mereka.” (HR. Bukhari, Ahmad, Abu Daud, dan yang lainnya). Wallahu’alam 
bishawab. (Rizki Ridyasmara)   



     #yiv7686281480 #yiv7686281480 -- #yiv7686281480ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-mkp #yiv7686281480hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-mkp #yiv7686281480ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-mkp .yiv7686281480ad 
{padding:0 0;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-mkp .yiv7686281480ad p 
{margin:0;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-mkp .yiv7686281480ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-sponsor 
#yiv7686281480ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-sponsor #yiv7686281480ygrp-lc #yiv7686281480hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-sponsor #yiv7686281480ygrp-lc .yiv7686281480ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7686281480 #yiv7686281480actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7686281480
 #yiv7686281480activity span {font-weight:700;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv7686281480 #yiv7686281480activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7686281480 #yiv7686281480activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv7686281480 #yiv7686281480activity span 
.yiv7686281480underline {text-decoration:underline;}#yiv7686281480 
.yiv7686281480attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv7686281480 .yiv7686281480attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv7686281480 .yiv7686281480attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7686281480 .yiv7686281480attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7686281480 .yiv7686281480attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv7686281480 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv7686281480 .yiv7686281480bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7686281480 
.yiv7686281480bold a {text-decoration:none;}#yiv7686281480 dd.yiv7686281480last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7686281480 dd.yiv7686281480last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7686281480 
dd.yiv7686281480last p span.yiv7686281480yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv7686281480 div.yiv7686281480attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv7686281480 div.yiv7686281480attach-table 
{width:400px;}#yiv7686281480 div.yiv7686281480file-title a, #yiv7686281480 
div.yiv7686281480file-title a:active, #yiv7686281480 
div.yiv7686281480file-title a:hover, #yiv7686281480 div.yiv7686281480file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7686281480 div.yiv7686281480photo-title a, 
#yiv7686281480 div.yiv7686281480photo-title a:active, #yiv7686281480 
div.yiv7686281480photo-title a:hover, #yiv7686281480 
div.yiv7686281480photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7686281480 
div#yiv7686281480ygrp-mlmsg #yiv7686281480ygrp-msg p a 
span.yiv7686281480yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7686281480 
.yiv7686281480green {color:#628c2a;}#yiv7686281480 .yiv7686281480MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv7686281480 o {font-size:0;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480photos div {float:left;width:72px;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7686281480
 #yiv7686281480reco-category {font-size:77%;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480reco-desc {font-size:77%;}#yiv7686281480 .yiv7686281480replbq 
{margin:4px;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-mlmsg select, #yiv7686281480 input, #yiv7686281480 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-mlmsg pre, #yiv7686281480 code {font:115% 
monospace;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-mlmsg #yiv7686281480logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-msg 
p#yiv7686281480attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-reco #yiv7686281480reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-sponsor 
#yiv7686281480ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-sponsor #yiv7686281480ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-sponsor #yiv7686281480ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv7686281480 #yiv7686281480ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7686281480 
#yiv7686281480ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv7686281480 

   

Kirim email ke