http://internasional.kompas.com/read/2017/03/12/12404831/pbb.dunia.alami.krisis.
<http://internasional.kompas.com/read/2017/03/12/12404831/pbb.dunia.alami.krisis.kemanusiaan.terbesar.sejak.1945>
kemanusiaan.terbesar.sejak.1945
<http://internasional.kompas.com/read/2017/03/12/12404831/pbb.dunia.alami.krisis.kemanusiaan.terbesar.sejak.1945>
PBB: Dunia Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar
Sejak 1945
Minggu, 12 Maret 2017 | 12:40 WIB
*
*
*
*
<http://internasional.kompas.com/read/2017/03/12/12404831/pbb.dunia.alami.krisis.kemanusiaan.terbesar.sejak.1945#komentar>
*
<http://internasional.kompas.com/read/2017/03/12/12404831/pbb.dunia.alami.krisis.kemanusiaan.terbesar.sejak.1945#>
248
Shares
AFP/Getty Warga Yaman membawa barang-barang mereka melintasi bangunan
yang telah hancur akibat serangan udara koalisi Arab Saudi di wilayah
Hodeida, Yaman.
Terkait
* Haiti Hadapi Krisis Kemanusiaan, 1,4 Juta Orang Butuh Bantuan
Darurat
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/11/06312281/haiti.hadapi.krisis.kemanusiaan.1.4.juta.orang.butuh.bantuan.darurat>
* Pasokan Kebutuhan Medik Semakin Buruk, Sudan Selatan Tapaki Puncak
Krisis Kemanusiaan
<http://internasional.kompas.com/read/2016/04/07/17264831/Pasokan.Kebutuhan.Medik.Semakin.Buruk.Sudan.Selatan.Tapaki.Puncak.Krisis.Kemanusiaan>
* Diplomat Diharuskan Mampu Lindungi WNI Saat Terjadi Krisis
Kemanusiaan
<http://nasional.kompas.com/read/2015/10/30/20301731/Diplomat.Diharuskan.Mampu.Lindungi.WNI.Saat.Terjadi.Krisis.Kemanusiaan>
* Konflik Suriah, Krisis Kemanusiaan Terburuk
<http://internasional.kompas.com/read/2014/01/22/2241381/Konflik.Suriah.Krisis.Kemanusiaan.Terburuk>
*NEW YORK <http://indeks.kompas.com/tag/NEW.YORK>, KOMPAS.com* - Dunia
saat ini sedang menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak 1945.
Hal itu disampaikan kepala bidang kemanusiaan PBB seraya memohon bantuan
agar krisis itu tidak berubah menjadi "sebuah malapetaka".
Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Stephen O'Brien mengatakan, lebih dari 20
juta orang terancam kelaparan dan kekurangan pangan di Yaman, Somalia,
Sudan Selatan, dan Nigeria.
Sebelumnya, badan PBB urusan anak-anak (UNICEF
<http://indeks.kompas.com/tag/unicef>) sudah memperingatkan, sebanyak
1,4 juta anak-anak terancam mati kelaparan tahun ini.
Untuk menghindari bencana tersebut, menurut O'Brien, diperlukan dana
sebesar 4,4 miliar dolar AS paling lambat pada Juli mendatang.
"Kita berada pada titik kritis dalam sejarah. Pada awal tahun ini kita
menghadapi krisis terbesar kemanusiaan sejak pembentukan Perserikatan
Bangsa-Bangsa
<http://indeks.kompas.com/tag/perserikatan.bangsa-bangsa>," ujar O'Brien
kepada Dewan Keamanan PBB.
"Kini, lebih dari 20 juta orang di empat negara menghadapi bahaya
kelaparan dan kekurangan pangan ekstrem. Tanpa upaya kolektif dan
koordinasi dunia, orang-orang akan mati kelaparan. Banyak lainnya akan
menderita dan meninggal dunia akibat penyakit," tambahnya.
Disebutkan O'Brien, pertumbuhan banyak anak terhambat dan tidak bisa
bersekolah. "Banyak yang akan tercerabut dan terus bergerak mencari
penghidupan dan menciptakan instabilitas di seluruh kawasan."
Pernyataan O'Brien senada dengan permohonan serupa Sekretaris Jenderal
PBB Antonio Guterres, bulan lalu.
Saat itu, dia mengungkapkan, PBB hanya menerima 90 juta dolar AS
sepanjang 2017, meskipun banyak negara berkomitmen untuk menyumbang.
Seperti O'Brien, Guterres, mendesak dunia menyediakan sokongan finansial
untuk empat negara paling membutuhkan bantuan yaitu Yaman, Sudan
Selatan, Nigeria, dan Somalia. Apa alasannya?
*Yaman*
Foto-foto tentang kondisi Yaman termasuk yang paling mencengangkan tahun
lalu.
Salah satunya adalah foto seorang anak bertubuh kurus yang bertahan
hidup dengan sisa kekuatannya.
Anak itu berusia empat tahun, tapi ukuran tubuhnya tidak lebih besar
dari seorang bayi. Kaum ibu di sana tidak dapat berbuat apapun untuk
menghentikan penderitaan anak mereka.
Diperkirakan satu orang anak meninggal dunia setiap 10 menit di Yaman
akibat penyakit yang tidak bisa dicegah. Sementara itu, setengah juta
anak di bawah usia lima tahun menderita kekurangan gizi akut.
PBB memperkirakan sebanyak 19 juta orang, atau dua-pertiga populasi
Yaman, memerlukan bantuan kemanusiaan akibat dua tahun pertempuran
antara pemberontak Houthi dan pemerintah sokongan koalisi pimpinan Arab
Saudi <http://indeks.kompas.com/tag/arab.saudi>.
*Sudan Selatan*
Sejumlah badan PBB mengatakan, 100.000 orang menghadapi kelaparan di
Sudan Selatan, sedangkan satu juta lainnya dikategorikan hampir
mengalami bencana kelaparan.
Kekurangan pangan di Sudan Selatan termasuk sangat parah dan menyebar ke
seantero negeri yang baru merdeka itu.
Secara keseluruhan, PBB memperkirakan 4,9 juta orang atau 40 persen dari
seluruh populasi "memerlukan pangan darurat dan pendampingan nutrisi
serta pertanian".
*Nigeria*
PBB menggambarkan bencana yang terjad di bagian timur laut Nigeria
sebagai "krisis terbesar di Benua Afrika". Gambaran itu baru terungkap
secara utuh saat kelompok milisi Boko Haram dipukul mundur.
Kelompok itu diketahui telah membunuh sekira 15.000 orang dan
menyebabkan lebih dari dua juta orang terusir dari rumah mereka.
Namun, saat mereka mundur, baru terlihat ribuan orang hidup dalam
kondisi kelaparan dan perlu bantuan darurat.
PBB memperkirakan pada Desember 2016 lalu setidaknya 75.000 orang anak
berisiko mati kelaparan.
Adapun 7,1 juta lainnya di Nigeria dan kawasan Danau Chad dianggap
"sangat tidak aman di bidang pangan".
*Somalia*
Enam tahun lalu bencana kelaparan terjadi di Somalia dan mengakibatkan
hampir 260.000 orang meninggal dunia.
Pada awal Maret, muncul berbagai laporan yang menyebutkan 110 orang
sekarat di satu kawasan dalam tempo 48 jam.
Sejumlah kelompok kemanusiaan menduga itu hanyalah permulaan. Kekurangan
air, sebagian disebabkan fenomena El Nino, telah menewaskan ternak dan
pangan sehingga membuat 6,2 juta orang memerlukan bantuan darurat.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber : BBC Indonesia <http://www.bbcindonesia.com>,
TAG:
* PBB <http://indeks.kompas.com/tag/PBB>
* kemanusiaan <http://indeks.kompas.com/tag/kemanusiaan>
* Kelaparan <http://indeks.kompas.com/tag/Kelaparan>
* krisis <http://indeks.kompas.com/tag/krisis>