Wah…wah luar biasa, saya dengar kaus tersebut yang dialami masyarakat dikampung 
saya

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Monday, March 13, 2017 1:42 PM
To: Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Gelora 45; Sastra Pembebasan; Pinta 
Mawie; Yahoo! Inc.; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD; Sudar Prawira
Subject: [**EXTERNAL**] Trs: [GELORA45] Fwd: Awas si tommy mau menghidupkan 
kembali dinasti bapaknya !!!!



Pada Minggu, 12 Maret 2017 20:40, "kh djie 
[email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45]" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> menulis:



---------- Forwarded message ----------

Subject: Awas si tommy mau menghidupkan kembali dinasti bapaknya !!!!
To:




ANIES BASWEDAN, ANDA SEDANG MEMBUKA JALAN BAGI NAIKNYA TOMMY SOEHARTO. DAN INI 
BAHAYA BAGI INDONESIA

Kini sudah semakin jelas, Anies Baswedan bukanlah tokoh utama dalam Pilkada DKI.

Anies harus sadar dia sedang digunakan sebagai kuda tunggangan, sebagaimana 
pemuka agama seperti Arifin Ilham yang fotonya terpampang di sini.

Kalau Anies sampai menang, ini bukanlah kemenangan Anies tapi kemenangan kubu 
keluarga Soeharto, terutama Tommy Soeharto.

Ini jelas terlihat dalam acara Dzikir dan Shalawat Bersama Mengenang 51 Tahun 
Supersemar, yang diselenggarakan di Masjid At Tin, 11 Maret 2017.

Tommy menjadi pusat perhatian. Dan dia layak menjadi pusat perhatian.
…..

Orang seperti Tommy tidak bisa dilihat sebagai ‘pendukung’ Anies.

Orang ini tak mungkin hanya mendukung. Tommy kini telah menjelma menjadi tokoh 
politik yang memang menata langkah-langkahnya secara terencana untuk maju ke 
panggung politik. Dan dia akan kembali ke pangung politik untuk, antara lain, 
membalas dendam.,

Tommy adalah sosok fenomenal dalam politik Indonesia. Lahir 15 Juli 1962, Tommy 
bisa dibilang sebagai putra bungsu Soeharto yang sering membuat masalah, bukan 
hanya pada diri dan keluarganya, namun juga bangsa Indonesia.

Ia terbukti mendalangi pembunuhan, terbukti korupsi, menguasai projek yang 
memiskinkan rakyat, bergaya hidup mewah, dan digosipkan menjalin hubungan 
dengan  banyak artis.

Dulu ia mungkin bisa dilihat sebagai ‘anak bawang’. Tapi kini ia sudah menjelma 
menjadi ‘raksasa’.

Manuver Tommy sebagai politisi sudah tercium sejak sekitar 2015.
Saat itu, tiba-tiba saja muncul akun twitter Tommy Soeharto. Ia secara konstan 
menyerang Ahok, dan sesekali Jokowi.

Tommy yang semula dikenal sebagai pebisnis tiba-tiba saja fasih bicara politik, 
dengan visi kerakyatan.

Pada 2016, Tommy mengecam pernyataan Ahok yang meminta agar PLN tidak 
mengalirkan listrik di kawasan tanah negara yang didiami secara ilegal oleh 
warga yang menolak untuk direlokasi. “Itu Otak Apa Tahu??..Memimpin jangan 
semau gue, jangan Asal Asbun, warga kurang mampu jangan terus di tekan, Anda 
itu siapa? Warga mana?”

Pada 2017, Tommy mulai secara terbuka bicara langsung pada wartawan untuk 
menyerang Ahok.  Segera setelah putaran pertama Pilkada 2017, Tommy menyatakan 
bahwa hasil Pilkada menunjukkan adanya ancaman dari etnis Tionghoa terhadap 
demokrasi dan pribumi Indonesia. Tommy bahkan menyebut kaum etnis Tionghoa 
telah berkhianat pada bangsa Indonesia.

Tommy membentuk dan menjadi ketua Partai Berkarya pada 2016. Tommy memilih 
untuk mengambil jalur partai baru karena menganggap Partai yang dulu dibentuk 
ayahnya, Golongan Karya, sudah tidak bisa lagi diharapkan. Partai berkarya 
dibrand sebagai partai yang menjadi ‘wadah kerinduan pada masa Pak Harto’.

Tommy juga diduga menyalurkan dana untuk membantu aksi-aksi Bela Islam pada 
November sampai Januari lalu. Tommy memang dekat dengan Firza Husein, wanita 
yang diduga memiliki hubungan gelap dengan Rizieq Shihab. Firza dalam hal ini 
adalah ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana. Melalui YSSC inilah diduga 
aliran dana dari Tommy mengalir ke gerakan-gerakan anti Ahok.

……

Tommy adalah manusia berbahaya.

Tommy  masuk penjara pada 2001 setelah terbukti menjadi dalang pembunuhan Ketua 
Muda Bidang Hukum Pidana Mahkamah Agung (MA), Syafiuddin Kartasasmita (60).

Tim polisi yang menyelidiki dan menangkap Tommy ini adalah Tim Kobra yang 
dipimpin Kapolri saat ini, Tito Karnavian.

Korban dibunuh diduga karena menjatuhkan vonis hukuman penjara 18 bulan penjara 
dan denda Rp 30 miliar kepada Tommy yang dianggap terbukti bersalah dalam kasus 
tukar guling PT Goro Batara Sakti (GBS) dan Bulog. Tommy kabur ketika hendak 
dipenjara.

Tommy kemudian memerintahkan dua pembunuh bayaran menghabisi nyawa sang hakim. 
Berkat kerja keras Tim Kobra, Tommy kemudian tertangkap.

Tapi Tommy ternyata memperoleh banyak keistimewaan. Dua pembunuh bayaran yang 
dibayar Tommy dihukum penjara seumur hidup, sementara Tommy hanya divonis 
penjara 15 tahun. Bahkan kemudian Mahkamah Agung di bawah Bagir Manan 
memutuskan untuk mengurangi hukuman pada Tommy menjadi 10 tahun.

Tommy seharusnya baru keluar dari penjara tahun 2011.  Namun berkat enam kali 
revisi yang diperolehnya, total hukuman yang harus dijalaninya hanya tujuh 
tahun. Lebih hebat lagi, Tommy bahkan sudah bisa keluar dari penjara pada 2006 
dengan status bebas bersyarat.
Dengan kata lain, Tommy sebenarnya hanya menjalani hukuman di penjara selama 5 
tahun!!!!!
….
Tommy adalah anak emas Soeharto yang sejak muda terlibat dalam dunia bisnis. 
Tapi sama sekali tidak dengan reputasi harum.

Pada tahun 1980an, ia diduga menggunakan tentara untuk memaksa sejumlah pemilih 
tanah di Nusa Dua serta Pantai Dreamland Bali untuk menjual tanah mereka dengan 
harga murah. Kabarnya sampai saat ini, tanah-tanah itu masih dalam dalam 
kekuasaan perusahaan-perusahaan Tommy.

Di usia 22 tahun, Tommy sudah membangun kerajaan bisnis Grup Humpuss yang 
bergerak di bidang energy, batu bara, petrokimia serta transportasi.  Kerajaan 
ini ambruk begitu Orde Baru Tumbang.

Salah satu bentuk kejahatan Tommy di era Soeharto adalah ketika ia memperoleh 
hak monopoli menjual hasil cengkih dari petani, melalui Badan Penyangga 
Perniagaan Cengkeh (BPPC) yang dikendalikannya pada 1992.

Sebelum BPPC dibentuk, petani cengkih bebas menjual langsung kepada pedagang 
melalui Koperasi Unit Desa (KUD). Sejak 1992, petani harus menjual cengkihnya 
kepada BPPC yang akan menangani penjualan kepada perusahaan-perusahaan rokok.

Banyak kepustakaan menunjukkan BPPC menjadi mesin keruk korupsi bagi Tommy dan 
kawan-kawan di BPPC. Dengan memanfaatkan posisi monopolinya, BPPC mengeruk 
keuntungan besar dengan mengabaikan kesejahteraan petani cengkih. BPPC membeli 
cengkih dari petani dengan harga murah dan menjualnya pada pabrik rokok dengan 
harga mahal. Selisih itu tidak disalurkan untuk membantu petani, meliankan 
untuk memperkaya Tommy dkk.
BPPC bubar pada 1998, di tahun jatuhnya Soeharto, dengan meninggalkan kerugian 
negara yang diduga mencapai Rp 3 triliun.

Kerugian negara juga terjadi dalam progam mobil nasional yang ditangani Tommy, 
Timor.  Dalam kasus ini, program yang seharusnya berorientasi pada produk mobil 
yang diproduksi di dalam negeri, malah menjadi sarana pengimpran built up mobil 
produksi KIA (Korea Selatan) tanpa dibebani bea masuk. Program ini duduga 
merugikan negara Rp 3,4 triliun.
….

Tommy juga kerap digambarkan sebagai ‘petualang cinta’.

Ada banyak nama wanita yang dikabarkan menjalin hubungan cinta dengan Tommy.  
Ia misalnya dikabarkan menjalin hidup bersama dengan Maya Rumantir dalam waktu 
cukup lama, sehingga memiliki satu anak. Setelah putus dengan Maya, Tommy 
menjalin hubungan dengan nama-nama terkenal.

Istri resmi Tommy adalah Tata, yang memberinya dua anak. Pernikahan itu 
berakhir pada 2007, setelah Tommy lepas dari penjara. Tommy juga digosipkan 
menikah siri dengan model Sandy Harun.

Beberapa nama lainnya adalah: Manohara,  Tamara Blezskinsky, Nadine 
Candrawinata, Catherine Wilson dan Andi Soraya.
…..

Kini Tommy kembali.

Tidak ada yang tahu berapa kekayaan persis Tommy. Tapi yang pasti berlimpah.

Tahun lalu, ia menyatakan siap membawa pulang aset-asetnya di luar negeri. 
Ketika itu secara terbuka, Tommy menyatakan ia memiliki banyak asset -- saham, 
reksa dana, piutang, dsb – yang tersimpan di berbagai negara.

Masalah terbesarnya adalah, Tommy kembali dengan menyimpan dendam. Ayah yang 
sangat menyayanginya digulingkan, kerajaan bisnisnya ambruk, dan ia harus masuk 
penjara selama beberapa tahun. Tito Karnavian yang menangkapnya sekarang bahkan 
sudah diangkat menjadi Kapolri.

Kini ia akan membuat perhitungan.

Anies Baswedan akan menjadi sosok yang menentukan sejarah Indonesia ke depan. 
Hanya saja ini bukan soal Anies, melainkan soal Tommy Soeharto, Cendana, 
Prabowo, Hari Tanu, Reza Chalid  dan mafia hitam lainnya.

Anies, sadarlah. Anda sedang membuka pintu bagi kembalinya sejarah hitam 
Indonesia.


Von meinem iPhone gesendet



Kirim email ke