Ooouuh, ... ternyata saya perhatikan sekilas, “Pacar-Sewaan” ini baru terjadi 
didunia maya saja, sebagai cetusan pemikiran anak-anak muda yang setelah loulus 
Univ. dikota besar, hendak pulang kampung bisa bikin SENANG orang-tua mereka, 
dan, ... karena belum dapatkan pacar mantap, didunia maya mengajukan siapa 
(perempuan) yang hendak menjadi “Pacar” nya dibawa pulang kampung? Tapi, 
setelah ada 3 perempuan yang nyamber, ternyata ditolak juga oleh anak muda ini. 
Itulah awal mula kisahnya “Pacar-Sewaan” yang menjadi bahan perbincangan cukup 
ramai di Tiongkok.

Yaa, itulah pemikiran muda-mudi jaman sekarang, boleh-boleh saja mereka 
perbincangkan didunia maya dan menemukan sendiri solusi yang terbaik untuk diri 
mereka masing-masing, hanya saja saya masih melihat sekalipun ada seegelintir 
pikiran membandrol tarif sewaannya itu, tapi pemikiran umum, kebanyakannya 
masih cukup baik untuk membangun KELUARGA yang benar! Sebagaimana apa yang saya 
ajukan pemikiran “Pacar-Sewaan” begini hanya menipu orang-tua dan diri sendiri 
saja! BUKAN jalan keluar yang BENAR! Jauh akan lebih baik seperti mencari 
pacar, usaha “menemukan jodoh”, berkenalan melalui dunia maya, sekalipun 
disana-sini juga terdengar ada yang mensalahgunakan, ... jadi mangsa srigala 
mata-kranjang, menipu cinta gadis-gadis polos. Penyelewengan-penyelewengan 
itulah yang perlu dicegah dan inilah PROSES meningkatkan kesadaran, budaya 
masyarakat yang tidak bisa tidak HARUS dilalui sepanjang masa, .... Itu saja! 

Bukan untuk mencela dan mengejak pemerintah yang berkuasa. Apalagi hendak 
menganggap pemerintah RRT akan membiarkan pemikiran serong yang membuat RUSAK 
norma KELUARGA dalam budaya Tionghoa!


Salam,
ChanCT


From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Monday, March 13, 2017 11:29 PM
To: [email protected] 
Subject: Re: [GELORA45] Pacar Sewaan Menjadi Ladang Bisnis Besar di Tiongkok





Dari Reuters: China girlfriend rental app gets leg up from Lunar New Year 
demand 
Dari Inside China: Renting a Girl for the New Year – Comforting Parents, 
Elevating Self-Esteem


---In [email protected], <SADAR@...> wrote :


Haiiyaaa, ... ini nenek begitu senangnya membaca berita sensasi yang TIDAK ADA 
JUNTRUNGnya ini! Awal lho, ... gigi palsunya celopooot mental keluar, karena 
tertawa begitu lebarnya mulut terbuka! Padahal sumber berita lagi-lagi dari Fa 
Lun Gong yang PASTI miring dan tidak berdassar kenyataan! Hahahaaa, ...

Ketidak seimbangan jumlah lelaki-perempuan jelas akibat KESALAHAN manusia yang 
sok pintar mau ngatur-ngatur, otak-atik kelahiran, opihak pemerintah menetapkan 
dengan KERAS anak cuma boleh SATU dan berlangsung sampai hampir 30 tahun! 
Terlalu ekstrim dalam mengoreksi kesalahan Mao, yang masih pegang pandangan 
PETANI, makin banyak anak makin baik! Dan, ... karena kuatnya pandangan feodal 
garis turunan ditentukan laki-laki, biar tidak putus generasi jadi mutlak harus 
anak laki! Yaa, akibatnya terlalu banyak keluarga hanya mau melahirkan anak 
lelaki, tidak mau bahkan buang saja begitu diperkirakan anak perempuan yg akan 
lahir, ... terjadi ketidak seimbangan jumlah lelaki-perempuan!

Entah ada atau tidak kisah yang diceritakan Pacar-Sewaan itu, atau lagi-lagi 
dalam melihat gejala yang terjadi dengan beberapa anak muda, lalu dengan begitu 
saja ditarik sudah menjadi gejala umum yang berlaku dalam masyarakat? Dan 
menurut saya, dalam kenyataan TIDAK memecahkan masalah untuk membangun keluarga 
sesungguhnya! Bukan saja menipu orang-tua, tapi juga menipu diri sendiri! Buat 
apa mengambil jalan keluar begitu kalau memang mau membangun keluarga??? Kenapa 
tidak mencari istri keluar negeri? Katakanlah disebelah utara ke Rusia yang 
katanya lebih banyak wanitanya, bahkan di HK juga lebih banyak perempuan, ... 
kalau mau dari Asia, yaa ke Viet Nam yang juga lebih banyak wanita! Dan saya 
dengan sudah cukup banyak pemuda Tiongkok yang dapatkan perempuan HK atau 
dengan perempuan Viet Nam, kok. Bukan dengan mengambil jalan Pacar-Sewaan, ... 
begitu. Kecuali memang mau melacur saja!


Salam,
ChanCT



From: Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] 
Sent: Monday, March 13, 2017 2:50 PM
To: [email protected] ; jonathangoeij@... 
Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat 
Hadi-Soetjipto ; Gol ; Harry Singgih ; indo1@... ; Mitri ; Ajeg 
Subject: Re: [GELORA45] Pacar Sewaan Menjadi Ladang Bisnis Besar di Tiongkok

  
Ha..ha..ha..Seperti kata pengusaha yang marah besar karena ekonomi Tkk 
belum/tidak diakui sebagai ekonomi pasar, pokoknya semua layanan yang tidak ada 
di negeri-negeri kapitalis maju justru dapat ditemukan di Tkk sosialisnya Chan 
dan kaum remo lainnya. Selamat!!! Itulah hasil terus mencengkam "empat prinsip 
sosialis"!!!!



On Monday, March 13, 2017 2:40 AM, "jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:




  


Pacar Sewaan Menjadi Ladang Bisnis Besar di Tiongkok
By Erabaru -
  
13/03/2017
Share on Facebook  
Tweet on Twitter   Ilustrasi
Setelah lebih dari 50 tahun kebijakan satu anak, ketimpangan jenis kelamin di 
Tiongkok adalah salah satu yang terbesar di dunia. Menurut statistik resmi, 
penduduk Tiongkok mencapai 1,36 miliar pada akhir tahun 2016, di mana 700 juta 
adalah laki-laki dan 667 juta adalah perempuan, maka ada 33 juta pria lebih 
banyak daripada wanita.
Orang tua di Tiongkok masih mengharapkan anaknya untuk menikah muda. Namun, 
ketidakseimbangan jenis kelamin ini, ditambah meningkatnya materialisme dan 
tekanan hidup di Tiongkok, telah menyulitkan pria muda untuk menemukan 
pasangan. Akibatnya, banyak yang karena tidak ingin mengecewakan orang tuanya 
mereka  lebih suka berpura-pura.
Untuk meredakan ketegangan antara anak laki dengan orang tuanya, muncul tren 
baru di kalangan anak muda untuk menyewa seorang wanita sebagai pacar untuk 
dibawa pulang selama liburan. Dalam beberapa minggu menjelang Tahun Baru Imlek, 
dan  permintaan pacar sewaan  meningkat.
Pada sosial media platform WeChat dan Weibo, banyak akun menawarkan jasa kepada 
orang yang ingin menyewa pacar. Berikut ini adalah account di WeChat:
“Sudah hampir menjelang Tahun Baru Imlek, untuk membantu Anda yang belum 
memiliki pasangan, dan menghindari tekanan dari keluarga, kami menawarkan 
layanan!”
Chen dari Jiangsu adalah salah satu yang berencana untuk menyewa seorang pacar 
untuk dibawa pulang pada Tahun Baru Imlek untuk menyenangkan orangtuanya. Ia 
menanggapi sebuah iklan di situs Beidu dan membayar  273 dollar setiap hari 
selama 3-5 hari.
Banyak bisnis perjodohan menyediakan layanan serupa, dengan harga yang 
bervariasi tergantung pada layanan yang dibutuhkan. Biaya bertemu orang tua  40 
dollar, sementara biaya menghabiskan malam bersama 145-436 dolllar.
Profesi hukum telah menerima banyak keluhan tentang kejadian  yang terjadi dari 
praktek yang meragukan ini.  Wu membayar 436 dollar untuk menyewa seorang 
wanita dibawa pulang bertemu orang tuanya.
Ibunya memberi wanita tersebut  145 dollar  dan liontin giok pusaka keluarga. 
Wu meminta uang dan liontin yang akan dikembalikan ke keluarganya, namun wanita 
tersebut menolak.
Seorang pria dari Fujian menyewa seorang wanita untuk bertemu orang tuanya pada 
tahun 2014. Ibunya memberi wanita tersebut 2.910 dollar. Sekali lagi, wanita 
tersebut menolak untuk mengembalikan uang tersebut. Seorang pria dari Guangzhou 
menyewa wanita untuk bertemu keluarganya pada bulan Januari 2016, namun si 
wanita menghilang setelah ia membayar uang  dan tidak pernah terdengar lagi 
kabar beritanya.
Harapan yang tinggi dari orang tua dan tekanan sosial telah membuat banyak anak 
muda putus asa di Tiongkok  dalam menjalani  hubungan asmara, dan ini hanya 
salah satu gejala dari masalah sosial yang serius yang disebabkan oleh 
ketidakseimbangan jenis kelamin di negara itu.(Visiontimes/Vivi/Yant)












---In [email protected], <SADAR@...> wrote :


Haiiyaaa, ... ini nenek begitu senangnya membaca berita sensasi yang TIDAK ADA 
JUNTRUNGnya ini! Awal lho, ... gigi palsunya celopooot mental keluar, karena 
tertawa begitu lebarnya mulut terbuka! Padahal sumber berita lagi-lagi dari Fa 
Lun Gong yang PASTI miring dan tidak berdassar kenyataan! Hahahaaa, ...

Ketidak seimbangan jumlah lelaki-perempuan jelas akibat KESALAHAN manusia yang 
sok pintar mau ngatur-ngatur, otak-atik kelahiran, opihak pemerintah menetapkan 
dengan KERAS anak cuma boleh SATU dan berlangsung sampai hampir 30 tahun! 
Terlalu ekstrim dalam mengoreksi kesalahan Mao, yang masih pegang pandangan 
PETANI, makin banyak anak makin baik! Dan, ... karena kuatnya pandangan feodal 
garis turunan ditentukan laki-laki, biar tidak putus generasi jadi mutlak harus 
anak laki! Yaa, akibatnya terlalu banyak keluarga hanya mau melahirkan anak 
lelaki, tidak mau bahkan buang saja begitu diperkirakan anak perempuan yg akan 
lahir, ... terjadi ketidak seimbangan jumlah lelaki-perempuan!

Entah ada atau tidak kisah yang diceritakan Pacar-Sewaan itu, atau lagi-lagi 
dalam melihat gejala yang terjadi dengan beberapa anak muda, lalu dengan begitu 
saja ditarik sudah menjadi gejala umum yang berlaku dalam masyarakat? Dan 
menurut saya, dalam kenyataan TIDAK memecahkan masalah untuk membangun keluarga 
sesungguhnya! Bukan saja menipu orang-tua, tapi juga menipu diri sendiri! Buat 
apa mengambil jalan keluar begitu kalau memang mau membangun keluarga??? Kenapa 
tidak mencari istri keluar negeri? Katakanlah disebelah utara ke Rusia yang 
katanya lebih banyak wanitanya, bahkan di HK juga lebih banyak perempuan, ... 
kalau mau dari Asia, yaa ke Viet Nam yang juga lebih banyak wanita! Dan saya 
dengan sudah cukup banyak pemuda Tiongkok yang dapatkan perempuan HK atau 
dengan perempuan Viet Nam, kok. Bukan dengan mengambil jalan Pacar-Sewaan, ... 
begitu. Kecuali memang mau melacur saja!


Salam,
ChanCT



From: Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45] 
Sent: Monday, March 13, 2017 2:50 PM
To: [email protected] ; jonathangoeij@... 
Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat 
Hadi-Soetjipto ; Gol ; Harry Singgih ; indo1@... ; Mitri ; Ajeg 
Subject: Re: [GELORA45] Pacar Sewaan Menjadi Ladang Bisnis Besar di Tiongkok

  
Ha..ha..ha..Seperti kata pengusaha yang marah besar karena ekonomi Tkk 
belum/tidak diakui sebagai ekonomi pasar, pokoknya semua layanan yang tidak ada 
di negeri-negeri kapitalis maju justru dapat ditemukan di Tkk sosialisnya Chan 
dan kaum remo lainnya. Selamat!!! Itulah hasil terus mencengkam "empat prinsip 
sosialis"!!!!



On Monday, March 13, 2017 2:40 AM, "jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:




  


Pacar Sewaan Menjadi Ladang Bisnis Besar di Tiongkok
By Erabaru -
  
13/03/2017
Share on Facebook  
Tweet on Twitter   Ilustrasi
Setelah lebih dari 50 tahun kebijakan satu anak, ketimpangan jenis kelamin di 
Tiongkok adalah salah satu yang terbesar di dunia. Menurut statistik resmi, 
penduduk Tiongkok mencapai 1,36 miliar pada akhir tahun 2016, di mana 700 juta 
adalah laki-laki dan 667 juta adalah perempuan, maka ada 33 juta pria lebih 
banyak daripada wanita.
Orang tua di Tiongkok masih mengharapkan anaknya untuk menikah muda. Namun, 
ketidakseimbangan jenis kelamin ini, ditambah meningkatnya materialisme dan 
tekanan hidup di Tiongkok, telah menyulitkan pria muda untuk menemukan 
pasangan. Akibatnya, banyak yang karena tidak ingin mengecewakan orang tuanya 
mereka  lebih suka berpura-pura.
Untuk meredakan ketegangan antara anak laki dengan orang tuanya, muncul tren 
baru di kalangan anak muda untuk menyewa seorang wanita sebagai pacar untuk 
dibawa pulang selama liburan. Dalam beberapa minggu menjelang Tahun Baru Imlek, 
dan  permintaan pacar sewaan  meningkat.
Pada sosial media platform WeChat dan Weibo, banyak akun menawarkan jasa kepada 
orang yang ingin menyewa pacar. Berikut ini adalah account di WeChat:
“Sudah hampir menjelang Tahun Baru Imlek, untuk membantu Anda yang belum 
memiliki pasangan, dan menghindari tekanan dari keluarga, kami menawarkan 
layanan!”
Chen dari Jiangsu adalah salah satu yang berencana untuk menyewa seorang pacar 
untuk dibawa pulang pada Tahun Baru Imlek untuk menyenangkan orangtuanya. Ia 
menanggapi sebuah iklan di situs Beidu dan membayar  273 dollar setiap hari 
selama 3-5 hari.
Banyak bisnis perjodohan menyediakan layanan serupa, dengan harga yang 
bervariasi tergantung pada layanan yang dibutuhkan. Biaya bertemu orang tua  40 
dollar, sementara biaya menghabiskan malam bersama 145-436 dolllar.
Profesi hukum telah menerima banyak keluhan tentang kejadian  yang terjadi dari 
praktek yang meragukan ini.  Wu membayar 436 dollar untuk menyewa seorang 
wanita dibawa pulang bertemu orang tuanya.
Ibunya memberi wanita tersebut  145 dollar  dan liontin giok pusaka keluarga. 
Wu meminta uang dan liontin yang akan dikembalikan ke keluarganya, namun wanita 
tersebut menolak.
Seorang pria dari Fujian menyewa seorang wanita untuk bertemu orang tuanya pada 
tahun 2014. Ibunya memberi wanita tersebut 2.910 dollar. Sekali lagi, wanita 
tersebut menolak untuk mengembalikan uang tersebut. Seorang pria dari Guangzhou 
menyewa wanita untuk bertemu keluarganya pada bulan Januari 2016, namun si 
wanita menghilang setelah ia membayar uang  dan tidak pernah terdengar lagi 
kabar beritanya.
Harapan yang tinggi dari orang tua dan tekanan sosial telah membuat banyak anak 
muda putus asa di Tiongkok  dalam menjalani  hubungan asmara, dan ini hanya 
salah satu gejala dari masalah sosial yang serius yang disebabkan oleh 
ketidakseimbangan jenis kelamin di negara itu.(Visiontimes/Vivi/Yant)












Kirim email ke