dari balik jeruji besi 
hatiku diujiapa aku emas sejati, atau imitasitiap kita menempa diri jadi kader 
teladan 
yang tahan angin tahan hujan 
tahan musim dan badai

"Ujian" ~ Dialita
  
|  
|    |  
Frau - Ujian (Dialeta - Dunia Milik Kita) - YouTube
   |  |

  |

 




--- jetaimemucho1@... wrote:
    Pingi TanSatu nyawa telah hilang di medan perjuangan,beliau berjuang demi 
ibu bumi,demi kendeng lestari.
Harus Berapa nyawa untuk di korbankan sebagài tumbal dari angkuhnya 
pemerintahanmu ? Rakyat atau corporate yg anda bela wahai Mr.president? Kenapa 
tidak mau merangkul rakyatmu yg kesakitan ? 
Mr.President Bukan kah anda tahu kalau semen di indonesia itu kondisinya baik 
dan berkecukupan (surplus) dan pasti tau arti nya itu . 
Rakyat di teror,di intimidasi di adu domba kau diam lalu siapa sebenarnya yg 
anda bela wahai Mr.president ? 
Kemenangan warga kendeng di wilayah Hukum pun tak ada arti, kau kangkangi 
putusan MA yg notabene lemaga tertinggi hukum di negara kita.

Dan kemudian NKRI harga mati menjadi Lucu.
Ingatlah wahai yg teriak NKRI Harga Mati. Penjajah sekarang tidak akan datang 
dg senjata,tapi datang dg kekuasaan uang dan menjadikan apa saja sebagai 
jalannya .kemudian merampas kekayaan alam negri ini ,lalu di mana keterpihakan 
anda ? Katanya NKRI harga mati tapi tanah air dirampas kau diam 



[Pers Rilis]

KENDENG MENUNDUKKAN KEPALA
Jakarta, Selasa, 21 Maret 2017
Sejak Senin 13 Maret 2017, warga pedesaan di kawasan bentang alam karst Kendeng 
memulai aksi kolektif untuk memprotes pemerintah pusat dan pemerintah daerah 
dalam menanggapi penolakan warga kawasan Kendeng terhadap rencana pendirian dan 
pengoperasian pabrik Semen milik PT Semen Indonesia di Rembang dan semen 
lainnya di pegunungan Kendeng. Termasuk dalam ketidak-becusan tersebut antara 
lain adalah pengambilan keputusan dan tindakan yang mempermainkan hukum, 
termasuk mengecilkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang membatalkan 
Ijin Lingkungan; dan mengganggu usaha warga untuk mendapatkan keadilan atau 
membiarkan berlangsungnya gangguan dari pihak lain. 

Sejak awal, seluruh peserta aksi #DipasungSemen2didampingi dan dimonitor selalu 
oleh tim Dokter yang siaga di YLBHI dan di lokasi aksi. Aksi protes berlangsung 
setiap hari, dimulai dari siang sampai sore, dengan fasilitas sanitasi lapangan 
dan peneduh. Pada sore hari peserta aksi pulang ke tempat beristirahat dan 
menginap di YLBHI jalan Diponegoro Jakarta.

Kamis, 16 Maret 2017, datang menyusul kurang-lebih 55 warga dari kabupaten Pati 
dan Rembang bergabung melakukan aksi pengecoran kaki dengan semen. Dua Puluh 
dari yang datang memulai mengecor kaki di hari Kamis tersebut. Bu Patmi adalah 
salah satu dari yang mengecor kaki dengan kesadaran tanggung jawab penuh. 
Beliau datang sekeluarga, dengan kakak dan adiknya, dengan seijin suaminya. 

Senin Sore, 20 Maret 2017, perwakilan warga diundang Kepala Kantor Staf 
Presiden, Teten Masduki untuk berdialog di dalam kantor KSP. Pada pokoknya, 
perwakilan menyatakan menolak skema penyelesaian konflik yang hendak 
digantungkan pada penerbitan hasil laporan KLHS yang sama tertutupnya dan 
bahkan samasekali tidak menyertakan warga yang bersepakat menolak pendirian 
pabrik semen PT Semen Indonesia dan Pabrik Semen lainnya di Pegunungan Kendeng 
tersebut. 

Senin 20 Maret 2017, pada malam hari, diputuskan untuk meneruskan aksi tetapi 
dengan mengubah cara. Sebagian besar warga akan pulang ke kampung halaman, 
sementara aksi akan terus dilakukan oleh 9 orang. (Alm) Bu Patmi (48) adalah 
salah satu yang akan pulang sehingga cor kakinya dibuka semalam, dan persiapan 
untuk pulang di pagi hari.

Bu Patmi sebelumnya dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik oleh Dokter. Kurang 
lebih pukul 02:30 dini hari (Selasa, 21 Maret 2017) setalah mandi, bu Patmi 
mengeluh badannya tidak nyaman, lalu mengalami kejang-kejang dan muntah. Dokter 
yang senang mendampingi dan bertugas segera membawa bu Patmi ke RS St. Carolus 
Salemba. Menjelang sampai di RS, dokter mendapatkan bahwa bu Patmi meninggal 
dunia. Pihak RS St. Carolus menyatakan bahwa bu Patmi meninggal mendadak pada 
sekitar Pukul 02.55 dengan dugaan jantung. Innalillahi wa inna lillahi roji'un.

Pagi ini jenasah almarhumah Bu Patmi dipulangkan ke desa Larangan, Kecamatan 
Tambakromo, Kabupaten Pati untuk dimakamkan di desanya. Dulur-dulur kendeng 
juga langsung pulang menuju Kendeng.

Kami segenap warga-negara Republik Indonesia yang ikut menolak pendirian pabrik 
semen di Pegunungan Kendeng berduka atas kematian bu Patmi dalam aksi protes 
penolakan di seberang Istana Presiden ini. Kami juga ingin menegaskan 
kekecewaan kami yang mendalam terhadap tumpulnya kepekaan politik para pengurus 
negara, termasuk pengingkaran tanggung-jawab untuk menjamin keselamatan 
warga-negara dan keutuhan fungsi-fungsi ekologis dari bentang alam pulau Jawa, 
khususnya kawasan bentang alam karst Kendeng. Sungguh ironis, bahwa di satu 
pihak pemerintah Republik Indonesia menggembar-gemborkan itikad dan tindakan 
untuk ikut menjadi resolusi sejati dari krisis perubahan iklim dan hilangnya 
keragaman hayati, menegakkan hukum dan melakukan pembangunan dari pinggiran. 
Kematian Bu Patmi menjadi saksi bagi seluruh dunia, bahwa warga masyarakat 
Indonesia masih harus menyatakan sikapnya sendiri karena tidak adanya pembelaan 
sama-sekali dari pengurus kantor-kantor pemerintah yang seharusnya mengurus 
nasib warga negara. Kami juga menyampaikan kepada kalangan berpendidikan tinggi 
yang justru memilih peran sebagai juru-sesat untuk mengaburkan duduk-perkara 
masalah yang tengah dilawan oleh warga kawasan bentang alam karst Kendeng, 
termasuk sebagian pengurus media massa bahwa upaya-upaya bangsa Indonesia dan 
kemerdekaan Republik Indonesia. 

Koalisi Untuk Kendeng Lestari

CP : 
Mokh Sobirin - Desantara [0822 2072 1419]
Muhamad Isnur - YLBHI [0815 1001 4395]


 



   

Kirim email ke