Hee Mulyono. lalu tentang bahaya laten komunis sudah tidak laten lagi apa? Nah kalau begitu mari kita rame-rame baca karya Lenin yang berjudul: Negara dan Revolusi. Hehehe
Am Thu, 13 Apr 2017 08:09:05 +0200 schrieb "'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-dua-ancaman-terhadap- > <http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-dua-ancaman-terhadap-indonesia?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news> > indonesia?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news > <http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-dua-ancaman-terhadap-indonesia?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news> > > > *KSAD sebutkan dua ancaman > * > > > *terhadap Indonesia* > > Selasa, 11 April 2017 22:06 WIB | 3.319 Views > Pewarta: Abd Kadir > KSAD sebutkan dua ancaman terhadap Indonesia > KSAD Jenderal TNI Mulyono (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) > Makassar (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) > Jenderal TNI Mulyono menyebutkan dua ancaman terhadap negara > Indonesia yang tentunya harus diwaspadai dan diantisipasi bagi setiap > orang khususnya para prajurit. > > KSAD Jenderal TNI Mulyono di Makassar, Selasa, mengatakan ancaman > yang pertama terkait kondisi saat ini yakni negara berada pada > situasi yang disebut "proxy war" yang merupakan program atau sebuah > upaya bagaimana suatu negara bisa menguasai bagian negara yang lain > tanpa berperang. > > "Untuk itu, para prajurit bertanggung jawab dan senantisasi monitor > dan memantau terhadap hal-hal atau perkembangan perkembangan yang > dapat menimbulkan stabilitas keamanan di wilayah NKRI," katanya. > > Terkait ancaman "proxy war", kata dia, merupakan upaya yang begitu > halus yang dilakukan negara lain untuk menguasai negara Indonesia. > > Namun untuk upaya menguasai itu tidak atau bukan dengan cara > berperang secara terbuka, tembak-menembak. Untuk ancaman jenis ini > yakni bagaimana upaya untuk melumpuhkan negara itu dengan menggunakan > orang dalam. > > "Seperti dengan cara menggunakan aktor-aktor lain. Misalnya negara A > tidak menggunakan orangnya sendiri untuk mengancurkan negara B, > melainkan merekrut orang dari negara B sendiri untuk mengacauakan > situasi dan kondisi dinegaranya tersebut,"ujarnya. > > Untuk mengacaukan kondisi, di situ dilakukan provokasi, dipengaruhi, > dipanas-panasi termasuk dijadikan sebagai agen untuk merusak dari > dalam. > > "Makanya bermunculan provokator, radikalisme, dan sebagainya. > Seolah-olah kita tidak dijajah padahal sebenarnya terjajah." > > "Untuk itu kita harus hati-hati, jangan mudah terprovokasi, > terpengaruhi praktek adu domba. Apalagi Indonesia itu memang rawan > terjadi adu domba karena memang memiliki banyak suku, ras, adat, > agama dan pulau," tegasnya. > > Sementara ancaman kedua yakni terkait energi. Untuk saat ini, menurut > dia, kejadian di Timur Tengah itu merupakan salah satu kasus > memperebutkan energi dari fosil. > > Namun kedepan, energi fosil tentunya akan habis, jika demikian maka > manusia akan beralih ke energi hayati yang didapatkan dari > tumbuh-tumbuhan. > > Menurut dia, jika tidak ada fosil maka akan beralih ke energi > tumbuhan. Ke depan, energi tumbuh-tumbuhan tidak hanya untuk > dikonsumsi namun untuk energi sehingga jatah makanan akan berkurang > dan menjadi rebutan. > > "Untuk puluhan tahun ke depan, akan tumbuh hingga 12 miliar penduduk. > Artinya akan banyak manusia yang membutuhkan makanan. Jika terjadi > hal itu maka Indonesia sebagai negara yang kaya akan energi hayati > tentu menajadi incaran untuk didatangi," katanya. > > Editor: AA Ariwibowo > > COPYRIGHT © ANTARA 2017 > > > > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail> > > >
