Adanya ancaman supaya militer pegang kekuasaan negara, begitulah akal bulus

2017-04-16 21:14 GMT+02:00 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Hee Mulyono. lalu tentang bahaya laten komunis sudah tidak laten lagi
> apa?
> Nah kalau begitu mari kita rame-rame baca karya Lenin yang berjudul:
> Negara dan Revolusi. Hehehe
>
> Am Thu, 13 Apr 2017 08:09:05 +0200
> schrieb "'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]"
> <[email protected]>:
>
> > http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-
> dua-ancaman-terhadap-
> > <http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-
> dua-ancaman-terhadap-indonesia?utm_source=populer_
> home&utm_medium=populer&utm_campaign=news>
> > indonesia?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news
> > <http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-
> dua-ancaman-terhadap-indonesia?utm_source=populer_
> home&utm_medium=populer&utm_campaign=news>
> >
> >
> > *KSAD sebutkan dua ancaman
> > *
> >
> >
> > *terhadap Indonesia*
> >
> > Selasa, 11 April 2017 22:06 WIB | 3.319 Views
> > Pewarta: Abd Kadir
> > KSAD sebutkan dua ancaman terhadap Indonesia
> > KSAD Jenderal TNI Mulyono (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
> > Makassar (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD)
> > Jenderal TNI Mulyono menyebutkan dua ancaman terhadap negara
> > Indonesia yang tentunya harus diwaspadai dan diantisipasi bagi setiap
> > orang khususnya para prajurit.
> >
> > KSAD Jenderal TNI Mulyono di Makassar, Selasa, mengatakan ancaman
> > yang pertama terkait kondisi saat ini yakni negara berada pada
> > situasi yang disebut "proxy war" yang merupakan program atau sebuah
> > upaya bagaimana suatu negara bisa menguasai bagian negara yang lain
> > tanpa berperang.
> >
> > "Untuk itu, para prajurit bertanggung jawab dan senantisasi monitor
> > dan memantau terhadap hal-hal atau perkembangan perkembangan yang
> > dapat menimbulkan stabilitas keamanan di wilayah NKRI," katanya.
> >
> > Terkait ancaman "proxy war", kata dia, merupakan upaya yang begitu
> > halus yang dilakukan negara lain untuk menguasai negara Indonesia.
> >
> > Namun untuk upaya menguasai itu tidak atau bukan dengan cara
> > berperang secara terbuka, tembak-menembak. Untuk ancaman jenis ini
> > yakni bagaimana upaya untuk melumpuhkan negara itu dengan menggunakan
> > orang dalam.
> >
> > "Seperti dengan cara menggunakan aktor-aktor lain. Misalnya negara A
> > tidak menggunakan orangnya sendiri untuk mengancurkan negara B,
> > melainkan merekrut orang dari negara B sendiri untuk mengacauakan
> > situasi dan kondisi dinegaranya tersebut,"ujarnya.
> >
> > Untuk mengacaukan kondisi, di situ dilakukan provokasi, dipengaruhi,
> > dipanas-panasi termasuk dijadikan sebagai agen untuk merusak dari
> > dalam.
> >
> > "Makanya bermunculan provokator, radikalisme, dan sebagainya.
> > Seolah-olah kita tidak dijajah padahal sebenarnya terjajah."
> >
> > "Untuk itu kita harus hati-hati, jangan mudah terprovokasi,
> > terpengaruhi praktek adu domba. Apalagi Indonesia itu memang rawan
> > terjadi adu domba karena memang memiliki banyak suku, ras, adat,
> > agama dan pulau," tegasnya.
> >
> > Sementara ancaman kedua yakni terkait energi. Untuk saat ini, menurut
> > dia, kejadian di Timur Tengah itu merupakan salah satu kasus
> > memperebutkan energi dari fosil.
> >
> > Namun kedepan, energi fosil tentunya akan habis, jika demikian maka
> > manusia akan beralih ke energi hayati yang didapatkan dari
> > tumbuh-tumbuhan.
> >
> > Menurut dia, jika tidak ada fosil maka akan beralih ke energi
> > tumbuhan. Ke depan, energi tumbuh-tumbuhan tidak hanya untuk
> > dikonsumsi namun untuk energi sehingga jatah makanan akan berkurang
> > dan menjadi rebutan.
> >
> > "Untuk puluhan tahun ke depan, akan tumbuh hingga 12 miliar penduduk.
> > Artinya akan banyak manusia yang membutuhkan makanan. Jika terjadi
> > hal itu maka Indonesia sebagai negara yang kaya akan energi hayati
> > tentu menajadi incaran untuk didatangi," katanya.
> >
> > Editor: AA Ariwibowo
> >
> > COPYRIGHT © ANTARA 2017
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&;
> utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
> >
> >
>
> 
>

Kirim email ke