http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-dua-ancaman-terhadap-
<http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-dua-ancaman-terhadap-indonesia?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news>
indonesia?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news
<http://www.antaranews.com/berita/623651/ksad-sebutkan-dua-ancaman-terhadap-indonesia?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news>
*KSAD sebutkan dua ancaman
*
*terhadap Indonesia*
Selasa, 11 April 2017 22:06 WIB | 3.319 Views
Pewarta: Abd Kadir
KSAD sebutkan dua ancaman terhadap Indonesia
KSAD Jenderal TNI Mulyono (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Makassar (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal
TNI Mulyono menyebutkan dua ancaman terhadap negara Indonesia yang
tentunya harus diwaspadai dan diantisipasi bagi setiap orang khususnya
para prajurit.
KSAD Jenderal TNI Mulyono di Makassar, Selasa, mengatakan ancaman yang
pertama terkait kondisi saat ini yakni negara berada pada situasi yang
disebut "proxy war" yang merupakan program atau sebuah upaya bagaimana
suatu negara bisa menguasai bagian negara yang lain tanpa berperang.
"Untuk itu, para prajurit bertanggung jawab dan senantisasi monitor dan
memantau terhadap hal-hal atau perkembangan perkembangan yang dapat
menimbulkan stabilitas keamanan di wilayah NKRI," katanya.
Terkait ancaman "proxy war", kata dia, merupakan upaya yang begitu halus
yang dilakukan negara lain untuk menguasai negara Indonesia.
Namun untuk upaya menguasai itu tidak atau bukan dengan cara berperang
secara terbuka, tembak-menembak. Untuk ancaman jenis ini yakni bagaimana
upaya untuk melumpuhkan negara itu dengan menggunakan orang dalam.
"Seperti dengan cara menggunakan aktor-aktor lain. Misalnya negara A
tidak menggunakan orangnya sendiri untuk mengancurkan negara B,
melainkan merekrut orang dari negara B sendiri untuk mengacauakan
situasi dan kondisi dinegaranya tersebut,"ujarnya.
Untuk mengacaukan kondisi, di situ dilakukan provokasi, dipengaruhi,
dipanas-panasi termasuk dijadikan sebagai agen untuk merusak dari dalam.
"Makanya bermunculan provokator, radikalisme, dan sebagainya.
Seolah-olah kita tidak dijajah padahal sebenarnya terjajah."
"Untuk itu kita harus hati-hati, jangan mudah terprovokasi, terpengaruhi
praktek adu domba. Apalagi Indonesia itu memang rawan terjadi adu domba
karena memang memiliki banyak suku, ras, adat, agama dan pulau," tegasnya.
Sementara ancaman kedua yakni terkait energi. Untuk saat ini, menurut
dia, kejadian di Timur Tengah itu merupakan salah satu kasus
memperebutkan energi dari fosil.
Namun kedepan, energi fosil tentunya akan habis, jika demikian maka
manusia akan beralih ke energi hayati yang didapatkan dari tumbuh-tumbuhan.
Menurut dia, jika tidak ada fosil maka akan beralih ke energi tumbuhan.
Ke depan, energi tumbuh-tumbuhan tidak hanya untuk dikonsumsi namun
untuk energi sehingga jatah makanan akan berkurang dan menjadi rebutan.
"Untuk puluhan tahun ke depan, akan tumbuh hingga 12 miliar penduduk.
Artinya akan banyak manusia yang membutuhkan makanan. Jika terjadi hal
itu maka Indonesia sebagai negara yang kaya akan energi hayati tentu
menajadi incaran untuk didatangi," katanya.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2017
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>