Pada Senin, 17 April 2017 6:28, "'Chan CT' [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> menulis:
Sebenarnya saja, pernyataan “SAYA WARGA INDONESIA, TITIK” tidak ada
salahnya, khususnya dalam menghadapi suasana memanas berbau SARA jelang PILKADA
DKI Jakarta 5-6 bulan terakhir ini. Artinya, kita semua harus berkesadaran dan
menekankan HANYA ADA SATU jenis warga Indonesia! Yang mempunyai hak dan
kewajiban sama, TIDAK dibeda-bedakan karena adanya beda ras, beda suku, beda
etnik, beda Agama bahkan juga beda pandangan ideologi/politik seseorang! Itulah
pengenalan yang jernih atas pengertian ORANG INDONESIA berdasarkan UU
Kewarganegaraan No.12/2006, ... Jelas TIDAK BISA lagi memperlakukan seorang
warga berbeda berdasarkan perbedaan etnis dan Agama! Tapi, ... begitu
dilanjutkan dengan menyatakan merupakan “KEHORMATAN” bagi saya digolongkan “5
Tenglang Tidak Pilih Tenglang” yang menjadi sasaran bully ditengah suasana
Pilkada ini, jelas bung Jaya terjerembab dalam SARA juga, khususnya
mempertentangkan etnis Tionghoa dan non-Tionghoa dalam Pilkada ini. Tionghoa
memilih Ahok yang Tionghoa tidak bisa disalahkan, sebaliknya Tionghoa yang
tidak memilih Ahok juga tidak menjadi lebih terhormat! Yang menyerang pemilih
Ahok yang Tionghoa TENTU saja SALAH! Seseorang tidak boleh dan tidak bisa
disalahkan karena memilih Ahok yang Tionghoa! Siapapun tidak berhak mencegah
dengan berbagai usaha MENENTANG seseorang memilih paslon berdasarkan etnis,
sebaliknya juga tidak boleh menganjurkan orang lain memilih berdasarkan sesama
etnik nya. Jadi dalam hal memilih paslon yang mana, penekanannya TETAP pada
program, misi dan visi paslon saja! Yang menjadi masalah bukan seperti
dinyatakan Anies, ditemukan tidak sedikit TPS-UNIK (lebih 500 TPS) hanya karena
lebih 90% mencoblos paslon No.2, Ahok-Djarot! Seolah-olah hendak menuding
justru yang Tionghoa dan non-Muslim itu yang tidak ada “kebersamaan”, tidak
“berBhineka”, ...! Lho??? Kok bisa begitu kompak, lebih 90% memilih Ahok?!
Saya tidak mempermasalahkan sampai dimana kebenaran yang dikatakan lebih 500
TPS itu lebih 90% memilih Ahok-Djarot, katakanlah begitu yang terjadi, lalu
dimana SALAH-nya? Katakanlah di TPS-TPS itu mayoritas Tionghoa dan non-Muslim,
... terjadi begitu kompaknya mereka memilih Ahok-Djarot. Lalu Salah? TENTU saja
TIDAK SALAH! Boleh-boleh saja seseorang menggunakan suaranya untuk memilih
salah satu paslon dan kebetulan 90% memilih Ahok-Djarot! Menjadi SALAH, kalau
kenyataan ada kekuatan yang memaksa warga untuk memilih Ahok berdasarkan etnik
Tionghoa! Yang SALAH dan tidak seharusnya terjadi, adalah menganjurkan atau
memberlakukan sesama umat Islam HARUS memilih MUSLIM, dengan berlakukan
ayat-ayat Al Quran yang MELARANG memilih seorang non-Muslim menjadi pemimpin,
bahkan menuduh MUNAFIK bagi mereka yang memilih non-Muslim dan, ... memusuhi
mereka yang tetap berani memilih non-Islam sebagai pemimpinnya! Salam,ChanCT
From: Salim Said Sent: Monday, April 17, 2017 8:58 AMTo: Group Diskusi Kita ;
alumnas-oot ; [email protected] ; [email protected] ;
Group Reboan IP ; leo_suryadinata Subject: Fwd: SAYA WARGA INDONESIA, TITIK.
Pernyataan politik Jaya Suprana.
---------- Forwarded message ----------
From: Jaya Suprana <[email protected]>
Date: 2017-04-17 7:46 GMT+07:00
Subject: Fwd: SAYA WARGA INDONESIA, TITIK.
To: Salim Said <[email protected]>, Institut Peradaban
<[email protected]>
Rakyat Merdeka On Line 17 April 2017SAYA WARGA INDONESIA, TITIK.Oleh Jaya
Suprana Seorang sahabat saya ( yang tidak perlu saya sebutkan namanya agar
tidak menjadi sasaran bully-bully di tengah suasana politik paranoid menjelang
pilkada putaran dua) memberitahu bahwa saya digolongkan ke golongan “Lima
Tenglang Tidak Pilih Tenglang” . Penggolongan itu merupakan kehormatan bagi
diri saya sebab saya digolongkan ke satu golongan bersama Lieus Sungkharisma
, Yusuf Hamka , Hari Tanoesoedibyo dan Kwik Kian Gie yang saya hormati
sebagai para tokoh nasionalis dengan semangat kerakyatan yang senantiasa
berpihak ke wong cilik. Namun saya selalu merasa kurang sreg disebut Tenglang
.
Saya tidak merasa bahwa diri saya adalah Tenglang atau Tionghoa atau Cina atau
apa pun sebab orang tua saya terlanjur mendidik saya untuk meyakini bahwa diri
saya adalah warga Indonesia lalu titik tanpa embel-embel predikat apa pun.
Silakan hujat saya sebagai Kirno (Mungkir Cino) pengkhianat, munafik atau apa
pun juga namun apa boleh buat saya memang sudah terlanjur meyakini diri saya
adalah seorang warga Indonesia titik . Mohon dimaafkan bahwa saya yang
lahir-tumbuh-kembang di lahan kebudayaan Jawa lebih bisa menghayati ajaran
kebudayaan Jawa seperti ojo dumeh, rukun agawe santoso , ngono yo ngongo ning
ojo ngono, jer basuki mawa beya, eling lan waspada dan tentu saja Pancasila
ketimbang ajaran Khonghocu , Lao Tse atau Maozedong .
Sebagai warga Indonesia , saya pribadi memang lebih mengagumi Anoman ketimbang
Sun Go Kong, Pangeran Diponegoro ketimbang Kwan Kong, Tjut Nyak Dien ketimbang
Hua Mulan, Bung Karno ketimbang Sun Yat Sen , Bung Hatta ketimbang Chao En Lay,
Soedirman ketimbang Yuan Shih Kay, Ronggowarsito ketimbang Qu Yuan, Taufik
Ismail ketimbang Lu Hsun, Borobudur ketimbang Wanli Changcheng . Dalam
karya-karya musik saya juga menggunakan pentatonik slendro dan pelog Jawa bukan
pentatonik China. Saya menulis naskah dan buku dalam bahasa Indonesia bukan
Cina. Sukma saya lebih tergetar ketika mendengar Indonesia Raya ketimbang
Zhōnghuá Míngúo .
Saya juga kurang sreg terhadap istilah “Tenglang Tidak Pilih Tenglang” yang
terkesan SARA karena saya yakin bahwa para tokoh nasionalis pro rakyat
seperti Lieus, Yusuf, Hary , Kwik, Yonan, Enggar, Marie, Tom, Tomy, Franky,
Sugianto, Christianto, Anton, Hasan, Handaka dll dalam memilih niscaya tidak
memandang latar belakang SARA . Namun para beliau memang tidak akan memilih
pemimpin yang sewenang-wenang dalam menatalaksana pembangunan infra struktur
tega hati mengorbankan rakyat miskin dengan cara melanggar hukum, HAM,
Pancasila serta Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati oleh
segenap anggota (termasuk Indonesia) Persatuan Bangsa Bangsa sebagai pedoman
pembangunan planet bumi abad XXI tanpa mengorbankan alam dan manusia.
Siapa pun yang berpihak ke rakyat niscaya akan memilih pemimpin yang bukan
menyengsarakan namun menyejahterakan rakyat selaras dengan sila-sila
kemanusiaan adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia mau pun cita-cita terluhur bangsa Indonesia yaitu masyarakat adil dan
makmur.
(Penulis adalah warga Indonesia , titik)
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "diskusi kita" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
#yiv5636192826 #yiv5636192826 -- #yiv5636192826ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-mkp #yiv5636192826hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-mkp #yiv5636192826ads
{margin-bottom:10px;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-mkp .yiv5636192826ad
{padding:0 0;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-mkp .yiv5636192826ad p
{margin:0;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-mkp .yiv5636192826ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-sponsor
#yiv5636192826ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-sponsor #yiv5636192826ygrp-lc #yiv5636192826hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-sponsor #yiv5636192826ygrp-lc .yiv5636192826ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5636192826 #yiv5636192826actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5636192826
#yiv5636192826activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5636192826
#yiv5636192826activity span {font-weight:700;}#yiv5636192826
#yiv5636192826activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv5636192826 #yiv5636192826activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5636192826 #yiv5636192826activity span
span {color:#ff7900;}#yiv5636192826 #yiv5636192826activity span
.yiv5636192826underline {text-decoration:underline;}#yiv5636192826
.yiv5636192826attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv5636192826 .yiv5636192826attach div a
{text-decoration:none;}#yiv5636192826 .yiv5636192826attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5636192826 .yiv5636192826attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5636192826 .yiv5636192826attach label a
{text-decoration:none;}#yiv5636192826 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv5636192826 .yiv5636192826bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5636192826
.yiv5636192826bold a {text-decoration:none;}#yiv5636192826 dd.yiv5636192826last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5636192826 dd.yiv5636192826last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5636192826
dd.yiv5636192826last p span.yiv5636192826yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv5636192826 div.yiv5636192826attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv5636192826 div.yiv5636192826attach-table
{width:400px;}#yiv5636192826 div.yiv5636192826file-title a, #yiv5636192826
div.yiv5636192826file-title a:active, #yiv5636192826
div.yiv5636192826file-title a:hover, #yiv5636192826 div.yiv5636192826file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5636192826 div.yiv5636192826photo-title a,
#yiv5636192826 div.yiv5636192826photo-title a:active, #yiv5636192826
div.yiv5636192826photo-title a:hover, #yiv5636192826
div.yiv5636192826photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5636192826
div#yiv5636192826ygrp-mlmsg #yiv5636192826ygrp-msg p a
span.yiv5636192826yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5636192826
.yiv5636192826green {color:#628c2a;}#yiv5636192826 .yiv5636192826MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv5636192826 o {font-size:0;}#yiv5636192826
#yiv5636192826photos div {float:left;width:72px;}#yiv5636192826
#yiv5636192826photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5636192826
#yiv5636192826photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5636192826
#yiv5636192826reco-category {font-size:77%;}#yiv5636192826
#yiv5636192826reco-desc {font-size:77%;}#yiv5636192826 .yiv5636192826replbq
{margin:4px;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-mlmsg select, #yiv5636192826 input, #yiv5636192826 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-mlmsg pre, #yiv5636192826 code {font:115%
monospace;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-mlmsg #yiv5636192826logo
{padding-bottom:10px;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-msg
p#yiv5636192826attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-reco #yiv5636192826reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-sponsor
#yiv5636192826ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-sponsor #yiv5636192826ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-sponsor #yiv5636192826ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv5636192826 #yiv5636192826ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5636192826
#yiv5636192826ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv5636192826