https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132
Jumat 21 Apr 2017, 09:32 WIB
Wawancara Menteri Kelautan dan Perikanan
Kisah Susi, 'Kartini' yang Sukses Jadi Menteri
Kelautan dan Perikanan
Michael Agustinus - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132#>
Tweet
<https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132#>
31 komentar
<https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132#>
Kisah Susi, Kartini yang Sukses Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan
Foto: Wahyu Daniel/detikFinance
<https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132#>
<https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132#>
<https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132#>
<https://finance.detik.com/wawancara-khusus/d-3480271/kisah-susi-kartini-yang-sukses-jadi-menteri-kelautan-dan-perikanan?_ga=1.5723955.1270181063.1492752132#>
*Jakarta* - Susi Pudjiastuti adalah perempuan pertama yang diangkat
menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Ketika ditunjuk Presiden Joko
Widodo (Jokowi) pada 27 Oktober 2014, banyak yang meragukannya, apalagi
bila melihat latar belakang pendidikan Susi yang hanya lulusan SMP.
Tetapi Susi menjawab keraguan publik dengan berbagai gebrakan dan
prestasi. Sejak menjabat, Susi konsisten memerangi pencurian ikan oleh
kapal-kapal asing di laut Indonesia.
Sepanjang 2016 saja, ada 236 kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan
Susi. Keberaniannya mengundang decak kagum, menginsipirasi banyak orang,
Susi pun menjadi idola baru.
Perempuan kelahiran Pangandaran 52 tahun lalu ini menunjukkan bahwa
gender bukan halangan untuk berprestasi. Susi adalah Kartini di zaman
modern.
Kepada *detikFinance*, Susi mengungkapkan pengalamannya di dunia yang
didominasi laki-laki. Berikut petikan wawancara dengan Susi pada Kamis
(20/4/2017) dalam rangka memperingati Hari Kartini.
*Ibu Susi sudah sekitar 3 tahun anda menjadi Menteri Kelautan dan
Perikanan, langsung membuat gebrakan yang mengguncang dunia. Bahkan
sudah menjadi komik di Jepang. Anda tidak takut? Apa yang menjadi visi
anda?*
Saya sebagai seorang profesional harus berani mengeksekusi Undang Undang
dan tidak pernah merasa sebagai seorang individu yang berani banget.
Saya tidak takut sih untuk tegas mengeksekusi Undang Undang, itu kan
tugas saya, amanat Undang Undang. Sebagai pejabat negara, ya amanah ini
harus dijalankan, Undang Undang melindungi saya.
*Jadi karena terpaksa?*
Oh tidak terpaksa, itu kan amanat. Kalau kita sudah komitmen ambil
pekerjaan ini, kan itu bukan terpaksa. Itu profesionalisme, saya sign,
saya terima sumpah saya sebagai seorang menteri, berarti saya mesti
melaksanakan amanat Undang Undang. Jadi bukan karena terpaksa, bukan
karena berani, tapi karena profesionalisme, sebagai pejabat negara ya
amanat Undang Undang mesti kita jalankan. Tidak boleh tidak, tidak ada
choice, itu saja.
*Anda menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan wanita pertama di
Indonesia, dan gebrakan anda langsung didukung masyarakat banyak.
Bagaimana anda melihat kondisi sektor kelautan dan perikanan Indonesia
sebelum menjadi menteri, dan sekarang setelah menjadi menteri?*
Kalau dari urusan illegal fishing perikanan, dari gambar satelit tahun
2014 sebelum November setelah saya dilantik bulan Oktober, kemudian
gambar satelit sekarang picture-nya di laut beda jauh. Dulu penuh sama
lampu, sekarang tidak lagi. Kemudian saya lihat masyarakat nelayan
sekarang dapat ikan besar-besar. Dan saya dengar dari beberapa kawan,
mereka sekarang belanja ikan di pasar, berani ditim ikannya, kalau dulu
digoreng karena kurang segar. Sekarang warteg-warteg sudah jual ikan
banyak. Saya pikir itu perbedaan.
Kalau dulu kan susah beli ikan dan mahal, adanya di supermarket, ikannya
juga adanya ikan tertentu. Kemudian kalau lihat data BPS, angka-angkanya
berbeda. Dulu NTN (Nilai Tukar Nelayan) cuma 104-106 persen sekarang 110
persen. Saya pikir sekarang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
juga lebih dikenal. Mudah-mudahan masyarakat dimudahkan, itu saja.
Di kampung saya, dan kemarin inspeksi ke beberapa daerah, di Maluku, itu
ikannya makin besar. Kalau di tempat saya di Pangandaran, itu ada ikan
yang 17-20 tahun enggak kelihatan, sekarang kelihatan lagi ikannya,
seperti ikan teri, tuna, yellowfin.
Sekarang kan yang tangkap sudah banyak. Yang beli dan mengolah harus
ada. Salah satu yang paling maju di bidang pengolahan adalah Jepang.
Mereka mau masuk tapi tidak di perikanan tangkap, tapi ke dalam industri
pengolahannya. Perikanan tangkap, biar orang-orang Indonesia yang
tangkap ikan.
*Anda berada di dunia yang mayoritas dikerjakan oleh kaum laki-laki.
Sebagai perempuan, bagaimana anda memimpin orang di Kementerian dan
kalangan pengusaha yang mayoritas laki-laki?*
Saya kalau kerja enggak pikir laki-laki atau perempuan. Saya enggak
pernah merasa sendirian karena banyaknya laki-laki, enggak ada. Sama
saja. Kalau orang lain bisa, ya bisa. Saya tidak pernah merasa
keperempuanan saya itu handicap atau obstacle, biasa saja.
*Tidak pernah merasa terhalang atau tidak mampu karena perempuan?*
Tidak pernah. Tadi saya bilang, keperempuanan saya tidak pernah terasa
oleh saya oleh saya sebagai sesuatu yang handicap, obstacle, 'oh itu
tidak bisa karena perempuan'. Harus dikerjakan, ya dikerjakan. /Simple/.
*Apa rencana prioritas di bidang kelautan dan perikanan di 2 tahun sisa
pemerintahan?*
Membuat industri-industri kerakyatan karena arahan Pak Presiden di
bidang ekonomi harus ada keberpihakan dan unsur keadilan. Jadi saya
ingin mengembangkan UMKM, industri kerakyatan, dan memberikan porsi
masyarakat Indonesia untuk bisa menikmati hasil perikanan ini seperti
pemain-pemain besar zaman dulu.
Yang kedua, memastikan bahwa keberlanjutan dari sumber daya ikan ini
tetap ada dan banyak. Kalau sedikit tidak cukup untuk menghidupi banyak
orang. Harus ada dan banyak. Maka kelestariannya mesti kita atur,
penangkapannya. Visi Pak Presiden menjadikan laut masa depan bangsa akan
terjadi. Kalau tidak, 10 tahun lagi habis, masak bangsa kita cuma bisa
hidup dari laut sekarang? Tidak boleh.
*Hal-hal apa saja yang Ibu Susi rasakan sebagai Menteri Kelautan dan
Perikanan?*
Kalau bikin /policy/ baik, tujuannya membantu masyarakat dengan baik,
terus diprotes. Terus ada provokator yang menyesatkan masyarakat.
Memprovokasi masyarakat yang baik, yang sudah menerima, yang ingin
memperbaiki, ingin maju. Itu saya jengkel sekali.
Kadang-kadang tekanan ya misalnya saya tidak bisa ngomong leluasa,
situasi publik tidak mengizinkan. Saya pikir /so far/ bisa saya /manage/.
*Apa saran anda terhadap wanita-wanita di Indonesia, supaya bisa sukses
seperti anda?*
Kita stop mempermasalahkan gender. Kerja, bergerak, berkarir,
berprestasi tanpa mikir 'saya perempuan', 'saya tidak boleh ini', 'saya
tidak boleh itu', 'saya harus diistimewakan'. Stop itu. Jangan pikir
gender itu /handicap/, persoalan. *(mca/ang)
*