http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/24/120000826/sri.mulyani.minta.dukungan.as.kenapa.
Sri Mulyani Minta Dukungan AS,
Kenapa?
Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 24/04/2017, 12:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani(KOMPAS.com / DANI PRABOWO)
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani
<http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> Indrawati tengah berada di
Washington DC, Amerika Serikat
<http://indeks.kompas.com/tag/amerika.serikat> menghadiri kegiatan
Spring Meeting World Bank/International Monetary Fund (IMF) 2017.
Dalam akun Instagram <http://indeks.kompas.com/tag/instagram>
pribadinya, Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani>
mengunggah fotonya yang tengah berjabat tangan dengan Menkeu AS Steve
Mnuchin.
Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> mengungkapkan,
pada pertemuannya dengan Mnuchin, dirinya meminta dukungan dari AS. Nah,
apa sebenarnya tujuan pertemuan Sri Mulyani
<http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> dengan Mnuchin?
Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> menuturkan,
Indonesia meminta dukungan AS agar bisa menjadi anggota lembaga
internasional FATF atau Financial Action Task Force.
"Selama /Spring Meeting 2017/ ini, penggalangan dukungan ini juga saya
lakukan ke beberapa negara lain seperti Jerman
<http://indeks.kompas.com/tag/jerman>, India, dan Jepang
<http://indeks.kompas.com/tag/jepang>," ujar Sri Mulyani
<http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> seperti dikutip /Kompas.com/,
Senin (24/4/2017).
Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani> menuturkan,
dengan menjadi anggota FATF, Indonesia dapat sejajar dengan negara maju.
Selain itu, Indonesia menjadi lebih dipercaya dunia dalam ikut serta
memberantas kejahatan keuangan seperti pencucian uang dan pendanaan
terorisme.
Ia pun menjelaskan, pertemuan dengan Mnuchin membahas pula tentang
peningkatan kerja sama bilateral yang di antaranya soal perpajakan.
Bantuan teknikal dari IRS dapat dilakukan kepada Direktorat Jenderal
Pajak guna membantu program reformasi perpajakan.
"Selain itu, dibahas pula upaya meningkatkan hubungan bilateral dalam
hal perdagangan antara Amerika Serikat
<http://indeks.kompas.com/tag/amerika.serikat> dan Indonesia," ungkap
Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/sri.mulyani>.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia
<http://indeks.kompas.com/tag/bank.dunia> tersebut menjelaskan, kegiatan
Spring Meeting World Bank/International Monetary Fund (IMF) 2017
membahas antara lain soal perekonomian dunia terkini.
Kabar baiknya adalah pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2017 dan 2018
diperkirakan bakal tumbuh lebih baik. Akan tetapi, ada tantangan yang
lebih besar pula, yakni terkait gelombang proteksionisme dan kondisi
geopolitik.
Tantangan lainnya adalah kondisi ketidakpastian dari kebijakan
negara-negara maju dengan adanya pemilihan pemimpin baru di
negara-negara besar Eropa.
PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorBambang Priyo Jatmiko