Pada Senin, 15 Mei 2017 5:18, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> menulis:
Anda perhatikan saja dibawah, bukankah secara implisit mengatakan Ahok telah
menista agama, bahkan ditambahkan mulai ditegakkannya hukum berkeadilan
menghormati agama yg bahkan makin menekankan si Ahok tidak menghormati agama,
juga seakan kegaduhan itu diakibatkan Ahok sehingga dgn dipenjarakan beliau
kegaduhan berhenti.
---
Keenam, Ahok harus menerima nasibnya sebagai terpidana dan akan menjalankan
hukuman penjara selama dua tahun. Dari fakta-fakta hukum yang telah dibacakan
oleh hakim terbukti bahwa Ahok telah merendahkan Surat Al-Maidah ayat 51. Ayat
ini adalah senjata utama kaum Muslim untuk tidak memilih pemimpin non-muslim
memimpin mereka.
Jadi vonis kepada Ahok hari ini adalah era mulainya penegakkan hukum
berkeadilan, era mulainya revolusi hukum, era mulainya menghormati keberadaan
agama apapun di negeri ini dan era penyelamatan negeri ini dari kegaduhan yang
telah menghabiskan banyak energi.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Tidak mengerti apa maksud pernyataan anda: Sekarang mau bikin opini seakan
vonis 2 th itu suatu hal yg benar dan tepat. Ngaco banget. ??? Memangnya siapa
yang bikin opini membenarkan vonis 2 th atas diri Ahok??? Memangnya kenapa
semua kejadian itu sesuai dengan pengaturan Jokowi sebagai Presiden RI yang
sedang menjalankan “strategi-taktik” nya? Kenapa TIDAK BISA melihat itulah
kenyataan yang sedang terjadi di masyarakat, sesuai dengan tingkat KESADARAN
masyarakat yang ada dan masih adanya permainan tangan-hitam yang terjadi dari
kekuatan2 politik yg bertarung. Begitulah kita melihat Ahok kalah dan Anies
menang di Pilkada bulan yl. dan mestinya begitu juga kita melihat vonis 2 th
atas diri Ahok yang jelas BUUUAAANYAK kejanggalan bahkan cacad HUKUM itu!
Bongkarlah kebusukan tangan-kotor yang bermain kalau anda mampu, ... BUKTIKAN!
Kalau tidak mampu, yaa jalankan saja seperti tim hukum Ahok berusaha keras
gunakan jalur HUKUM yang masih memungkinan untuk perjuangkan KEADILAN! Naik
BANDING, sedang massa pendukung, yg anda bilang Ahokker itu gunakan aksi-aksi
massa yang damai, menyampaikan simpati, dukungan pada Ahok dengan aksi bunga,
balon sampai lilin, ... dari Jakarta sampai dipenjuru dunia! Apanya yang
berkhayal menyandarkan kehebatan Jokowi yang penuh strategi itu? Bukankah itu
lebih TEPAT dikatakan bung sendiri yang sedang menghayal sebagai Ahokker,
...??? Saya membaca tulisan dibawah: “Rizieq cs Bakal Ketar Ketir”, hanyalah
menganalisa pasca kejadian vonis 2th Ahok ini, sekalipun kenyataan pahit bagi
Ahok dan Ahokker, ... yang di-KORBANKAN. Namun bisa juga dilihat sementara
meredam “KEMARAHAN” kelompok radikalis yg menuntut Ahok dipenjarakan
seberat-beratnya itu! Juga bisa menjadi saat menguntungkan kelanjutan aksi
menindak beberapa kasus PENISTA AGAMA sesungguhnya yg terjadi, termasuk Habib
Rizieq itu saja! Salam,ChanCT From: jonathangoeij@... [GELORA45] Sent: Monday,
May 15, 2017 12:15 AMTo: [email protected] Subject: [GELORA45] Re:
Rizieq cs Bakal Ketar Ketir,
Para Jokowi lovers ini kok terus menerus berkhayal seakan Jokowi orang yg
sedemikian hebat penuh strategi. Sekarang mau bikin opini seakan vonis 2 th itu
suatu hal yg benar dan tepat. Ngaco banget.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Rizieq cs Bakal Ketar Ketir,
Ini Operasi Besar Besaran Yang Akan Jokowi Lakukan Usai Vonis Ahok
Tuesday, May 9, 2017BERANINEWS.COM - Ahok telah divonis bersalah oleh hakim
2 tahun penjara. Agar hukuman itu langsung dirasakan, hakim memerintahkan agar
... Ini Dia Surat Terbuka Denny Siregar Yang Bikin M Taufik & Lulung Gemetar
Lalu Pipis Di Celana Inilah Ilmu Pura Pura Bloon & Amnesia Ala Jonru Ginting
Yang Bikin Geger Dunia Persilatan Ini Surat Terbuka Denny Siregar Yang Bikin
Panik & Frustasi Para Penantang Ahok Lapor Kena Tipu Rp 1 Juta 100 Di
olx.co.id, Herdien Dwi Handika Malah Dibentak Polisi
BERANINEWS.COM - Ahok telah divonis bersalah oleh hakim 2 tahun penjara. Agar
hukuman itu langsung dirasakan, hakim memerintahkan agar Ahok langsung ditahan
dan dijebloskan dipenjara. Pro-kontra atas vonis Ahok pasti akan terus
berlansung. Namun bagi Presiden Jokowi, vonis untuk Ahok itu bisa membuatnya
bebas dari belenggu. Mengapa?
Coba bayangkan jika Ahok divonis bebas. Para lawan-lawan Jokowi dengan dendam
membara seperti Amin Rais, Din Syamsuddin, AA Gym, Rizieq dan siapapun akan
menuduh Jokowi terus-menerus bahwa ia telah membela Ahok. Jokowi akan dituduh
mengintervensi pengadilan. Jokowi akan dituduh sebagai pembela penista agama.
Walaupun sebetulnya ia tidak seperti yang dituduhkan.
Lalu Rizieq, Buni Yani dan teman-temannya yang sekarang telah ditetapkan
sebagai tersangka akan meminta hakim, agar juga divonis bebas dari kasus-kasus
hukumnya. Jika demikian maka vonis bebas akan menjadi preseden buruk bagi
penegakkan hukum di Indonesia. Hukum di negeri ini ke depan akan tetap buruk di
mata rakyat dan di mata dunia.
Dengan adanya vonis atas Ahok, maka ke depan Jokowi akan mulai mengumandangkan
revolusi hukum di Indonesia. Kasus-kasus kecil, menengah dan besar harus
diproses dengan seadil-adilnya. Kasus E-KTP misalnya yang sekarang menyita
perhatian publik dan melibatkan Setya Novanto harus diusut, disidang, diadili
dan divonis para pelakunya.
Vonis Ahok 2 tahun penjara itu selalu ada hikmatnya. Memang Ahok harus menjadi
korban kebiadaban politik. Namanya akan dikenang sepanjang sejarah sebagai
gubernur hebat nan kontroversial di DKI Jakarta sekaligus gubernur penista
agama yang membuatnya dikirim ke penjara. Ia selanjutnya disebut sebagai
gubernur terpidana. Lalu apa pesan hebat vonis Ahok 9 Mei 2017 itu?
Pertama, fitnah keji yang dialamatkan kepada Jokowi bahwa dia membela Ahok
akhirnya tidak terbukti. Jokowi sama sekali tidak membela Ahok. Dalam beberapa
kali konferensi pers yang dilakukannya, Jokowi menegaskan tidak membela Ahok.
Dengan bukti vonis Ahok sekarang, maka fitnah keji kepada Jokowi itu mentah.
Kedua, vonis hakim itu kepada Ahok adalah sinyal baik bagi hukum di Indonesia.
Revolusi hukum telah mulai. Orang yang salah dihukum dan orang benar
dibebaskan. Dan Jokowi ingin menghancurkan pandangan buruk atas hukum di
Indonesia selama ini yang selalu dipermainkan. Sekarang saatnya hukum
ditegakkan.
Ketiga, dengan adanya vonis penjara kepada Ahok, maka mereka-mereka yang telah
menista agama, menghina suku lain, menghina presiden, menghina Pancasila akan
menerima nasib yang sama. Mereka-mereka yang terbukti melakukan makar akan
divonis oleh hakim dengan adil. Semuanya itu bertujuan untuk menyelamatkan
negeri ini. Mereka akan dihukum oleh hakim dengan adil. Maka ke depan Rizieq,
Buni Yani, Al-Khaththath, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet
dan siapapun yang telah dijadikan tersangka oleh kepolisian harus bersiap-siap
divonis oleh hakim akibat perbuatan mereka.
Keempat, vonis penjara kepada Ahok memberikan pesan kepada siapapun yang hidup
di negeri ini bahwa di masa Jokowi, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Maka
bagi mereka yang belum tersandung hukum, harus mulai hati-hati. Anies-Sandi
yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta, harus
siap-siap mengikuti proses hukum atas kasus-kasus mereka. Jika mereka juga
terbukti bersalah atas kasus-kasus hukumnya, mereka juga akan divonis oleh
hakim.
Kelima, vonis penjara untuk Ahok itu menjadi senjata Jokowi untuk menegakkan
hukum di negeri ini. Pembubaran dan pelarangan HTI mulai 8 Mei 2017 atau sehari
sebelum vonis Ahok adalah tindakan keras dan tegas Jokowi untuk mempertahankan
NKRI. Ke depan Jokowi akan terus garang, tegas dan fight untuk melawan
ormas-ormas keagamaan yang menjadi duri dalam daging seperti FPI yang selama
ini telah banyak meletupkan intoleransi di negeri ini.
Keenam, Ahok harus menerima nasibnya sebagai terpidana dan akan menjalankan
hukuman penjara selama dua tahun. Dari fakta-fakta hukum yang telah dibacakan
oleh hakim terbukti bahwa Ahok telah merendahkan Surat Al-Maidah ayat 51. Ayat
ini adalah senjata utama kaum Muslim untuk tidak memilih pemimpin non-muslim
memimpin mereka.
Jadi vonis kepada Ahok hari ini adalah era mulainya penegakkan hukum
berkeadilan, era mulainya revolusi hukum, era mulainya menghormati keberadaan
agama apapun di negeri ini dan era penyelamatan negeri ini dari kegaduhan yang
telah menghabiskan banyak energi.
Setelah vonis penjara untuk Ahok, maka sekarang tibalah saatnya bagi Jokowi
untuk kembali menata ulang kekuatannya tanpa terbelenggu lagi oleh Ahok. Jokowi
kini bisa mulai fight dan melawan siapapun yang ingin mengkudeta dirinya,
menyelamatkan NKRI dari rongrongan anti Pancasila dan meneruskan pembangunan
infrastrukturnya.
Sementara itu bagi lawan-lawan Ahok yang juga telah berbuat hal yang sama
seperti Rizieq Shihab dan telah menyandang status tersangka, siap-siap
ketar-ketir menunggu vonis hukuman dari hakim. Begitulah kura-kura.
Penulis: Asaaro Lahagu ( Seword) #yiv5746324712 #yiv5746324712 --
#yiv5746324712ygrp-mkp {border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mkp hr {border:1px solid
#d8d8d8;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mkp #yiv5746324712hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mkp #yiv5746324712ads
{margin-bottom:10px;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mkp .yiv5746324712ad
{padding:0 0;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mkp .yiv5746324712ad p
{margin:0;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mkp .yiv5746324712ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-sponsor
#yiv5746324712ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-sponsor #yiv5746324712ygrp-lc #yiv5746324712hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-sponsor #yiv5746324712ygrp-lc .yiv5746324712ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5746324712 #yiv5746324712actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5746324712
#yiv5746324712activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5746324712
#yiv5746324712activity span {font-weight:700;}#yiv5746324712
#yiv5746324712activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv5746324712 #yiv5746324712activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5746324712 #yiv5746324712activity span
span {color:#ff7900;}#yiv5746324712 #yiv5746324712activity span
.yiv5746324712underline {text-decoration:underline;}#yiv5746324712
.yiv5746324712attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv5746324712 .yiv5746324712attach div a
{text-decoration:none;}#yiv5746324712 .yiv5746324712attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5746324712 .yiv5746324712attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5746324712 .yiv5746324712attach label a
{text-decoration:none;}#yiv5746324712 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv5746324712 .yiv5746324712bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5746324712
.yiv5746324712bold a {text-decoration:none;}#yiv5746324712 dd.yiv5746324712last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5746324712 dd.yiv5746324712last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5746324712
dd.yiv5746324712last p span.yiv5746324712yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv5746324712 div.yiv5746324712attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv5746324712 div.yiv5746324712attach-table
{width:400px;}#yiv5746324712 div.yiv5746324712file-title a, #yiv5746324712
div.yiv5746324712file-title a:active, #yiv5746324712
div.yiv5746324712file-title a:hover, #yiv5746324712 div.yiv5746324712file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5746324712 div.yiv5746324712photo-title a,
#yiv5746324712 div.yiv5746324712photo-title a:active, #yiv5746324712
div.yiv5746324712photo-title a:hover, #yiv5746324712
div.yiv5746324712photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5746324712
div#yiv5746324712ygrp-mlmsg #yiv5746324712ygrp-msg p a
span.yiv5746324712yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5746324712
.yiv5746324712green {color:#628c2a;}#yiv5746324712 .yiv5746324712MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv5746324712 o {font-size:0;}#yiv5746324712
#yiv5746324712photos div {float:left;width:72px;}#yiv5746324712
#yiv5746324712photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5746324712
#yiv5746324712photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5746324712
#yiv5746324712reco-category {font-size:77%;}#yiv5746324712
#yiv5746324712reco-desc {font-size:77%;}#yiv5746324712 .yiv5746324712replbq
{margin:4px;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-mlmsg select, #yiv5746324712 input, #yiv5746324712 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-mlmsg pre, #yiv5746324712 code {font:115%
monospace;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-mlmsg #yiv5746324712logo
{padding-bottom:10px;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-msg
p#yiv5746324712attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-reco #yiv5746324712reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-sponsor
#yiv5746324712ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-sponsor #yiv5746324712ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-sponsor #yiv5746324712ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv5746324712 #yiv5746324712ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5746324712
#yiv5746324712ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv5746324712