http://nasional.kompas.com/read/2017/05/16/17274601/ini.pidato.lengkap.jokowi.soal.gejolak.
perpecahan.di.tengah.masyarakat
Ini Pidato Lengkap Jokowi soal Gejolak
Perpecahan di Tengah Masyarakat
Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 16/05/2017, 17:27 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Presiden Joko Widodo berbicara saat menemui tenaga kerja Indonesia (TKI)
di Asia World Expo Ground, Hongkong, Minggu (30/4/2017). Presiden
menggelar kunjungan kerja di Hongkong pada 30 April hingga 1 Mei dalam
rangka meningkatkan kerja sama ekonomi antar-kedua negara(AFP PHOTO /
ANTHONY WALLACE)
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara
untuk merespons fenomena yang akhir-akhir ini mendera kesatuan
Indonesia. Pernyataan Presiden tersebut diungkapkan usai menerima
sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa
(16/5/2017).
Berikut pernyataan utuh Presiden Jokowi:
/Saya baru saja bersilaturahmi dengan beliau-beliau, tokoh agama dari
Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Wali
Gereja Indonesia, Persekutuan Gereha Indonesia, perwakilan umat Buddha
Indonesia, dari Hindu Dharma Indonesia dan majelis tinggi Konghucu
Indonesia serta Panglima TNI dan Kapolri untuk membicarakan dinamika
kebangsaan yang menjadi perhatian kita bersama./
/Saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk
terus menjaga terus mempertahankan dan terus memperkokoh Pancasila dan
UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika./
/Saya senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama
untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian dan toleransi
antarumat antarkelompok dan antargolongan./
/Saya juga senang dan berterima kasih atas komitmen semua pihak untuk
membangun demokrasi yang sehat dan mendukung penegakan hukum. Saya perlu
tegaskan di sini bahwa kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul
itu dijamin oleh konstitusi kita./
/Tapi saya juga perlu tegaskan bahwa kebebasan tersebut harus sejalan
dengan koridor hukum. Harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Harus
berada dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika./
/Jikalaupun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antarkelompok
di masyarakat, mulai saat ini saya minta hal-hal tersebut,
gesekan-gesekan tersebut, untuk segera dihentikan. Jangan saling
menghujat. /
/Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekan. Karena kita
ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah. Karena kita ini adalah
bersaudara. Jangan saling menolak. Karena kita ini adalah saudara.
Jangan kita saling mendemo. Habis energi kita untuk hal-hal yang tidak
produktif seperti itu./
/Kita adalah saudara. Saudara sebangsa dan setanah air. Saya juga telah
perintahkan kepada Kapolri, kepada Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu
menindak tegas segala bentuk tindakan dan ucapan yang mengganggu
persatuan dan persaudaraan. Yang mengganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal
Ika. Yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Semoga Tuhan YME
meridhai upaya kita bersama./
*/
/(Baca: Perlawanan Koruptor dan Oligarki Berbungkus Agama dan Sentimen
Etnis
<http://nasional.kompas.com/read/xml/2017/05/15/08465081/perlawanan.koruptor.dan.oligarki.berbungkus.agama.dan.sentimen.etnis>)*
Presiden Joko Widodo pada Selasa (16/5) sore bertemu sejumlah tokoh
lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta.(Kompas TV)
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorSabrina Asril
Tag:
* Presiden Jokowi <http://indeks.kompas.com/tag/Presiden.Jokowi>