http://nasional.kompas.com/read/2017/05/17/13343841/praktik.korupsi.kian.kreatif
Praktik Korupsi Kian Kreatif
Kristian Erdianto
Kompas.com - 17/05/2017, 13:34 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Acara bedah buku berjudul Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi karya
jurnalis Sabir Laluhu, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
Jakarta, Rabu (17/5/2017).(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Penggunaan bahasa sandi merupakan satu hal yang
lumrah terjadi dalam prakti korupsi.
Sandi yang digunakan pun cenderung beragam dan dekat dengan kehidupan
sehari-hari. Tujuannya, untuk mengelabui proses penyadapan oleh aparat
penegak hukum.
(Baca: KPK Ingatkan Revisi PP Remisi Jangan Sampai Lemahkan
Pemberantasan Korupsi
<http://nasional.kompas.com/read/xml/2017/05/16/15151841/kpk.ingatkan.revisi.pp.remisi.jangan.sampai.lemahkan.pemberantasan.korupsi>)
Pakar komunikasi Politik Universitas Indonesia Effendi Gazali
berpendapat bahwa penggunaan sandi dalam praktik korupsi selalu berubah
dengan bahasa yang unik.
Menurut Effendi, hal itu menunjukkan pelaku korupsi semakin kreatif
dalam berkomunikasi.
"Ini menunjukkan bahwa praktik Korupsi akan jauh lebih kreatif," ujar
Effendi dalam acara bedah buku berjudul 'Metamorfosis Sandi Komunikasi
Korupsi' karya jurnalis Sabir Laluhu, di gedung Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (17/5/2017).
Buku tersebut mengulas 23 kasus korupsi dan cara-cara para pelaku
korupsi untuk saling berkomunikasi.
Sabir mengungkapkan, dari 23 kasus tersebut, tercatat ada 199 bahasa
sandi yang dipakai oleh pelaku untuk menyimbolkan materi korupsi.
Bahasa yang digunakan oleh pelaku, kata sabir, tidak jauh dari konteks
sosial, budaya dan agama.
Dia mencontohkan penggunaan istilah "apel malang" dan "apel washington"
dalam kasus dugaan korupsi wisma atlet Sea Games di Palembang.
(Baca: KPK Klaim Sudah Lakukan Fungsi Pencegahan secara Optimal
<http://nasional.kompas.com/read/xml/2017/05/15/22065391/kpk.klaim.sudah.lakukan.fungsi.pencegahan.secara.optimal>)
Ada juga istilah uang gondrong dan uang jenggot yang merujuk pada mata
uang Dollar Amerika Serikat.
"Beberapa pelaku juga biasanya menggunakan bahasa daerah. Misalnya
bahasa Padang dan Batak," kata dia.
Fakta yang cukup mengejutkan, lanjut Sabir, dalam kasus korupsi
pengadaan Al Quran, para pelaku bahkan menggunakan istilah yang dekat
dengan umat muslim.
Misalnya penggunaan istilah Kyai sebagai pengganti penyebutan pejabat di
kementerian. Kemudian istilah untuk menyebut proses tender atau lelang.
"Dalam kasus korupsi pengadaan Al Quran, sandi yang dipakai itu
cenderung dekat dengan umat Islam misal santri, imam, kyai, murtad dan
pengajian," kata Sabir.
7 Saksi Hadir di Lanjutan Sidang E-KTP(Kompas TV)
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
PenulisKristian Erdianto
EditorKrisiandi
Tag:
* korupsi <http://indeks.kompas.com/tag/korupsi>
* effendi <http://indeks.kompas.com/tag/effendi>
* effendi gazali <http://indeks.kompas.com/tag/effendi.gazali>
Berita Terkait
KPK Klaim Sudah Lakukan Fungsi Pencegahan secara Optimal
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/15/22065391/kpk.klaim.sudah.lakukan.fungsi.pencegahan.secara.optimal>
Korupsi Proyek Al Quran, Fahd Akan Ungkap Peran Priyo Budi Santoso di
Pengadilan
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/16/17493721/korupsi.proyek.al.quran.fahd.akan.ungkap.peran.priyo.budi.santoso.di.pengadilan>
KPK Ingatkan Revisi PP Remisi Jangan Sampai Lemahkan Pemberantasan
Korupsi
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/16/15151841/kpk.ingatkan.revisi.pp.remisi.jangan.sampai.lemahkan.pemberantasan.korupsi>
Kasus Korupsi Pengadaan Al Quran, KPK Panggil Politisi PAN
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/16/12531541/kasus.korupsi.pengadaan.al.quran.kpk.panggil.politisi.pan>
Korupsi Proyek Al Quran, Fahd Dikonfrontasi dengan Priyo Budi Santoso
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/15/18411371/korupsi.proyek.al.quran.fahd.dikonfrontasi.dengan.priyo.budi.santoso>