Pertama jelas2 sekali ente itu goblok. Karena kegoblokan ente, ente marah. Ente gak bisa berargumen dan maunya orang lain mengikuti jalan pikiran ente. Karena orang lain punya pendapat sendiri, bikin ente sewot. Lalu keluarlah kata2 sumpahan. Ini habitat dan sifat ente!
Ane tidak ada habitat dan sifat memaki orang lain. Ane hanya bilang ente dan siajeg yang goblok. Kenapa? Karena ente berdua hanya bisa mengumpat orang lain tanpa ada alasan/argument. Sama sekali tidak ada! Kan sudah ane telanjangi selama ini! Kedua koq ane munafik menganalogikan pengorbanan ahok dan Yesus? Ane lari lagi kan? Awalnya ente bilang ane menyamakan ahok dan yesus. Koq bisa2nya bilang ahok = Yesus? Jelas ahok beda sama Yesus. Ahok itu pengikut Yesus. Yang sama itu adalah sikapnya yaitu mencintai. Analogi ane itu adalah ahok dan Yesus adalah “korban”! Gampang begini dan sudah ditulis dengan rapi saja masih tidak mengerti! Kalau bukan goblok apa namanya? Pertanyaan: Ahok sengaja mengorbankan dirinya? Dan Yesus sengaja mengorbankan dirinya? Kata “sengaja” penuh dengan muatan filosofis. Kaya’nya otak ente gak akan nyampe disitu. Kalo ente menulis ttg ini, ente tidak konsekwen terhadap pendapat ane yg bilang ente goblok. Jadi ane sudahi disini saja. terlalu jauh buat IQ ente. Coba ngomong yg enteng2 saja….dan begitu banyak pertanyaan ane yg ente gak bisa jawab. Jangan ngomong Yesuslah, ente gak ngerti sama sosok ini! Sekarang bashing nya lari ke Jokowi = ponsius Pilatus? Hehehehehe. Kalau ini bukan goblok melainkan gila! Jelas sekali ente gak ngerti ajaran agama ente! Sama sekali tidak ngerti! Coba sekali2 baca injil ente seperti ahok! Koq bisa ada manusia bilang 2 manusia itu sama?! Kalau bukan goblok apa namanya? Ente sama spouse itu sama ya? Kalau sama koq bisa punya anak ya? Hehehehehehe lucu banget ente ini! ini persis dengan analogi interest rate dan mangga. Koq bisa2nya ente bilang semua interest rate sama. Ane kasih analoginya dengan mangga: mangga harum manis itu emangnya sama dengan mangga manalagi? Lalu kabuuurrrrr. Jangan lari dari substansi diskusinya! Salah satu substansi diskusinya adalah: khayalan! Mana argument khayalannya??????!!!! Ente hanya bisa bikin2 statement statement yang mencaci maki orang! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, May 17, 2017 11:07 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re: Fw: PRESIDEN: Soal Vonis Ahok, Saya sudah Memancing Keluar Musuh dalam Selimut, ......... Melihat habit dan sukanya anda dgn kata "goblok" kelihatannya mau tidak mau saya ganti nama anda dari ""Oon" jadi "Goblok". Bung Goblok, selain goblok anda kok juga munafik setelah menganalogikan Ahok dgn Yesus sekarang bersilat lidah yg dianalogikan pengorbanan Yesus dgn pengorbanan Ahok. Apa maksud anda itu si Ahok dengan sengaja mengorbankan dirinya agar dipenjara sama seperti Yesus mengorbankan dirinya utk disalib? Dgn analogi penyaliban Yesus ini saya kembangkan lagi: - kasusnya hampir mirip "penghinaan agama" - ada para Imam Besar dan kaum Farisi, mungkin disini para Imam Besar MUI, FPI, HTI, FUI, GNPF MUI, dlsb dan para munafik seperti Amin Rais, Prabowo dlsb. - ada tekanan massa yg teriak2 penjarakan Ahok, gantung Ahok dlsb - mungkin si Anies Baswedan si mantan menteri bisa dianalogikan dgn Yesus Barabas si residivis Nah si Jokowi mau dianalogikan sebagai apa? kelihatannya yg paling cocok kok Pontius Pilatus yg biarpun tidak bisa menemukan kesalahan pada diri Yesus tetapi tunduk pada tekanan masa utk kemudian "cuci tangan" menyerahkan Yesus utk diadili dan disalib. Demikian juga si Jokowi yg juga cuci tangan sambil menyeret Ahok kepengadilan dan dipenjara. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Goblok nya kelihatan lagi! Siapa yang menganalogikan ahok dengan yesus? Yang ane analogikan adalah pengorbanan dan korban yang ente persoalkan. Kan ente bilang ahok dikorbankan Jokowi? Moso’ bukan? Ane bilang ahok tidak dikorbankan Jokowi! Sama persis dengan dengan pendapat yesus dikorbankan. Bagi ane yesus tidak dikorbankan tetapi malah mengorbankan dirinya sendiri. Moso’ ente gak ngerti? Atau memang ente yang mengaku pengikut yesus malah menyangkal ini? Ane kasih tahu ya: yesus itu memang mengorbankan diri sebagai penggenapan dalam menebus dosa manusia. Ketika ane bilang ente goblok itu, ane tulis alasannya kenapa ente goblok. Ane tidak mengada2. Tempo hari ente bilang ane menggoblok2kan ente. Ini salah. Sama sekali salah. Ane tidak menggoblok2an ente. Ente bilang ente goblok dengan alasan. Telusuri tulisan ane dimilis ini. Ane tidak pernah bilang orang lain goblok selain ente dan si ajeg kadang kala saja. tetapi kebanyakan ente yg ane bilang goblok. Oh ya kalau menggoblok2an itu artinya ente tidak goblok. Ane bilang ente goblok. Jadi jangan bikin2 bilang ane menggoblok2an ente! Ane bilang ente goblok! Pertanyaan ente yang terakhir sijokowi dianalogikan sebagai apa itu seharusnya ente yang jawab. Ane tidak menganalogikan siapa2. Sekali lagi ane menganalogikan kata “korban” nya ente yang ingin menyerang Jokowi pake’ kasus ahok/almaidah. Seharusnya pertanyaan ini kan sudah ente jawab Jokowi = trump = puppet. Ini sudah ente tulis sebelumnya. Moso’ lupa? Koq nanya? Kalau bukan goblok apa namanya? Sudah dijawab sendiri, lalu nanya orang lain lagi! Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, May 16, 2017 10:58 AM To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> > Subject: Re: [GELORA45] Re: Fw: PRESIDEN: Soal Vonis Ahok, Saya sudah Memancing Keluar Musuh dalam Selimut, ......... Sekarang menganalogikan Ahok dengan Yesus, penjara dengan salib. Terus si Jokowi dianalogikan sebagai apa? Makin lucu "It Goes On" (ngerpek ah) ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Lucunya apa? Jonathan bilang Jokowi mengorbankan ahok atau ahok dikorbankan jokowi. Ini salah Jokowi tidak mengorbankan ahok. Mereka tetap bersahabat baik. Ahok tahu itu makanya tidak pernah mendiskreditkan Jokowi. Terbukti Jokowi juga sudah membubarkan HTI. Seperti orang2 yg gak ngerti bilang Yesus dikorbankan. Ini salah karena Yesus berkorban. Yesus berkorban demi menebus dosa manusia. Salib itu pengorbanan luar biasa karena penyaliban itu adalah cara mati paling sengsara saat itu. Itu kemenangan bukan kekalahan. Jonathan bilang ahok masuk penjara itu kekalahan. Itu salah. Ahok masuk penjara itu kemenangan. Seperti penyaliban Yesus itu adalah kemenangan. Yang perlu dipertanyakan selanjutnya apakah kemenangan yesus itu bikin manusia lebih baik? Begitu juga kemenangan ahok apakah akan bikin NKRI lebih baik? Ini yang perlu dijawab oleh manusia2 dan rakyat Indonesia. Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, May 16, 2017 7:09 AM To: <mailto:[email protected]> [email protected]; nesare1@... Subject: Re: [GELORA45] Re: Fw: PRESIDEN: Soal Vonis Ahok, Saya sudah Memancing Keluar Musuh dalam Selimut, ......... Logikanya lucu "It Goes On" _____ From: " <mailto:nesare1@.%20[GELORA45]> nesare1@... [GELORA45]" < <mailto:[email protected]> [email protected]> Sender: <mailto:[email protected]> [email protected] Date: Tue, 16 May 2017 06:59:38 -0400 To: < <mailto:[email protected]> [email protected]> ReplyTo: <mailto:[email protected],%3cnesare1@...> [email protected],<nesare1@..> Subject: RE: [GELORA45] Re: Fw: PRESIDEN: Soal Vonis Ahok, Saya sudah Memancing Keluar Musuh dalam Selimut, ......... Ya seperti ente juga berkhayal sama Tuhan ente: Yesus berkorban disalib mati untuk menebus dosa manusia2 seperti ente. Seharusnya menurut ente kan: Yesus dikorbankan bukan berkorban! Kaya’ begini pengikut Yesus?!!!! Coba bandingkan: yesus membenci orang yang menyalib dia tidak? versus Ahok membenci Jokowi yang telah mengorbankan dia tidak? Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Monday, May 15, 2017 8:48 PM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: [GELORA45] Re: Fw: PRESIDEN: Soal Vonis Ahok, Saya sudah Memancing Keluar Musuh dalam Selimut, ......... haiya... para Jokower ini khayalannya tinggi banget, mana adalah itu "Ahoklah yang mengorbankan dirinya kepada sahabatnya Jokowi untuk menyelesaikan misi mereka berdua." ada2 lagi. pingin tanya Kutipan: Jadi, salah besar jika Jokowi meninggalkan Ahok. Ahoklah yang mengorbankan dirinya kepada sahabatnya Jokowi untuk menyelesaikan misi mereka berdua. Misi menjadikan Indonesia negara maju dan berkeadilan. Bagi Jokowi menyelesaikan misi itu berarti mewujudkan nilai-nilai Ahok sahabatnya sendiri ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:k.prawira@...> k.prawira@...> wrote : Sabtu, 13 Mei 2017 PRESIDEN: Soal Vonis Ahok, Saya sudah Memancing Keluar Musuh dalam Selimut,Mana yang bisa di pertahankan mana Yang harus di singkirkan,Karna saya lihat ini sangat Membahayakan NKRI CIKAOK NEWS - Satu lagi tulisan yang perlu ahoker dan Jokower pahami betul, terutama akan adanya aksi nyata musuh yang ingin membenturkan kubu Ahoker dan Jokower, penyusup kemarin adalah salah satu buktinya, seharusnya disaat ini ahoker dan jokower harus lebih solid lagi demi NKRI yang lebih baik !! Sejak kasus Ahok masuk persidangan kita tidak pernah mendengar Presiden Jokowi berkomentar. Masa-masa kampanye yang mengharu biru juga kita tidak mendengar sedikitpun sinyal gerakan Pak De. Pak De bak pertapa pergi bertapa brata meninggalkan sohib kentalnya Ahok, co drivernya saat pilgub 2012 lalu. Banyak orang membaca Pak De meninggalkan Ahok bertarung di gelanggang pertarungan sendirian. Benarkah anggapan itu? Selasa malam, 9 Mei 2017, di LP Cipinang, dari atas mobil komando seorang penyusup mendapat panggung untuk bersuara. Perempuan paruh baya ini mencoba memprovokasi ribuan massa dengan mengatakan rezim Jokowi lebih parah dari rezim SBY. Ocehannya itu telah menjadi viral. Videonya menyebar kemana-mana. Sebagai komandan di mobil komando, jujur saya kebobolan. Saat perempuan penyusup itu naik ke mobil komando, saya sedang merebahkan diri di atas aspal di samping truk kontainer yang terjebak macet sekitar sepelemparan batu jaraknya dari mobil komando. Saya sudah tidak mampu bertahan lagi berdiri di atas mobil komando. Tulang-tulangku serasa mau remuk. Tidak sanggup lagi menahan bobot tubuhku. Saya minta izin rehat sejenak. Kendali komando diambil alih oleh teman lain. Biasanya jika ada orang ingin orasi, jika tidak saya kenal akan saya selidiki siapa dirinya. Lalu membaca air mukanya. Menanyakan sedikit siapa dia. Apa motifnya. Apa yang mau diomongkannya. Sekaligus mewanti-wanti jangan ngomong macem-macem. Memastikan dia bukan penyusup yang akan membuat gaduh. Itu standar penyaringan untuk orang yang tidak saya kenal jika mau bicara. Seperti Mbak Ririn dari Koalisi Perempuan yang ingin orasi malam itu. Tidak mudah untuk naik ke panggung meski mereka terus mencolek kaki saya agar diberi kesempatan bicara. Ada seorang pria yang ingin bicara satu menit, juga tidak saya berikan meskipun terus merayu dan mendesak. Ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Pertanyaannya benarkah Jokowi meninggalkan Ahok? Seperti mulut ember perempuan penyusup itu? Setiap profesi entah itu politisi, tentara, polisi, dokter, perawat dlsb tentu sudah tahu risiko pilihan profesinya. Tentara pasti sudah ikat kontrak untuk rela mati saat perang. Polisi sudah ikat kontrak rela mati demi melawan penjahat. Dokter rela kena penyakit saat merawat pasien. Itu risiko. Politisi pejuang berkarakter seperti Jokowi dan Ahok sadar betul ranjau hutan belantara politik Indonesia. Mereka berdua tahu jalanan berliku penuh onak duri yang akan mereka lalui. Mereka berdua driver dan co driver yang saling mengisi saat menjadi gubernur dan wakil gubernur. Mereka sehati, sepikir dan sepergerakan dalam mewujudkan cita-cita menjadi administratur keadilan sosial rakyatnya. Muara dari tujuan mereka adalah rakyatnya. Sejarah berkehendak lain. Jokowi naik menjadi Presiden. Ahok naik menjadi gubernur. Dalam diri Presiden Jokowi melekat jabatan presiden sebagai pemimpin tertinggi eksekutif, Panglima Tertinggi TNI dan juga melekat jabatan kepala negara. Ia menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan lagi partisan. Suka tidak suka, mau tidak mau kasus Ahok ini bergerak dengan banyak manuver dari elit nasional. Setiap pergerakan massa yang besar pasti ada elit yang terlibat. Apakah itu pendanaan atau juga pemikiran. Aksi 411 dan 212 bagian dari permainan elit politik nasional. Tujuannya jelas merebut kekuasaan Jokowi. Apakah dengan cara non konstitusional ataukah persiapan modal pilpres 2019. Ahok hanya sasaran antara saja untuk menggebuk Jokowi. Ahok hanya batu untuk menimpuk Jokowi. Kekeruhan pat gulipat dari elit politik nasional itu sekarang mulai tampak perlahan. Kekeruhan adukan mereka mulai mengendap. Kini kita sudah tahu siapa di belakang ini semua. Apa tujuannya. Apa targetnya. Apakah Jokowi tahu hal ini? Ya jelas dong. Masak tidak tahu. Saya saja yang makannya pecel lele sama minum kopi sachetan tahu. Jika Pak De tahu mengapa dia diam? Nah, inilah yang oleh anak Medan disebut Pak De itu diam-diam makan dalam. Makin diam Pak De makin dalam terpuruk musuh dalam sempak itu. Hahaha Pak De tahu musuh dalam sempak itu ingin dia bereaksi. Terselip lidah merespon kasus Ahok ini. Jika Pak De kelepasan bicara, tamatlah riwayat Pak De Senjata berkaliber ember raksasa akan terus memberondong Pak De setiap detik. Para cukong dibelakang siap memuntahkan uang tak berseri mendanai pembusukan Pak De. Mirip terselip lidahnya Ahok di Kepulauan Seribu kemarin. Ahok dibombardir tanpa ampun jadinya. Kalah dan masuk penjara. Apakah Pak De tahu skenario musuh dalam sempak ini? Ya tahulah dong. Wong gue saja tahu meski makannya pecel lele dan kopi sachetan. Pak De tahu musuh dalam sempak itu sedang membuat kubangan lumpur hidup. Jika Pak De semakin bergerak lumpur hidup itu akan menghisapnya semakin dalam. Pak De tahu di lingkaran dalamnya banyak musuh dalam sempak sedang mengincarnya agar bereaksi salah. Itulah yang diharapkan musuh dalam sempak ini. Sayangnya musuh dalam sempak ini keliru membaca pikiran rakyat. Hukuman dua tahun penjara buat Ahok malah menjadi api bumerang buat mereka. Tanpa disangka-sangka sejuta lilin menyala di banyak kota Indonesia. Ini di luar perkiraan mereka. Lilin-lilin ini menjadi tangan raksasa yang menolong Pak De keluar dari perangkap kubangan lumpur hidup yang dibuat musuh dalam sempak itu. Rakyat yang selama ini diam tiba-tiba bersuara dengan caranya sendiri. Spontan. Tanpa cukong dan mobilisasi. Tanpa iklan lama propaganda di rumah-rumah ibadah. Pak De dari Papua pasti tersenyum manis. “Rakyatku ternyata tahu harus bagaimana”, dalam hati Jokowi. Energi raksasa dari cahaya lilin yang dihidupkan dari seluruh nusantara ini menyilaukan mata musuh dalam sempak itu. Jokowi tidak sendirian. Jokowi kembali mendapat berkah dari sohibnya Ahok yang mengorbankan dirinya demi cita-cita luhur mereka. Menjadikan Indonesia maju dan disegani dunia. Dari balik jeruji besi Ahok berkata kepada sohib seperjuangannya Jokowi ” Hei buddy…Go !! Go !! Go !! You must go..dont think about me..save our country!!! Ahok telah merelakan dirinya demi Indonesia kita. Ia tahu bahwa tidak selamanya hidup dalam jeruji besi itu akan mengubur cita-cita keIndonesiannya. Jokowi dan Ahok sadar bahwa muara dari semua kerja keras dan dedikasi mereka adalah untuk rakyatnya. Siapapun diantara mereka akan menjadi pundak untuk memenangkan cita-cita luhur bangsa. Jadi, salah besar jika Jokowi meninggalkan Ahok. Ahoklah yang mengorbankan dirinya kepada sahabatnya Jokowi untuk menyelesaikan misi mereka berdua. Misi menjadikan Indonesia negara maju dan berkeadilan. Bagi Jokowi menyelesaikan misi itu berarti mewujudkan nilai-nilai Ahok sahabatnya sendiri Trending Topik di 20.47 SUMBER: <http://www.cikaok-news.com/2017/05/presiden-soal-vonis-ahok-saya-sudah.html?m=1> http://www.cikaok-news.com/2017/05/presiden-soal-vonis-ahok-saya-sudah.html?m=1
