Tak heran Gatot melotot lihat sepak terjang Luhut. dan selalu mengingatkan
bahaya migrasi asing. Sebetulnya peringatan ini untuk Luhut yang undang
investor China. Tetapi kenapa tidak Investor negara lain?
On Wednesday, May 24, 2017 11:43 PM, "Sunny ambon [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Rupanya Luhut ini selain jabatannyasebagai menteri kelautan, dia juga seperti
menteri ekonomi,perindustrian dan pertambangan,ets. . Singkatnya menteri
semuajabatan dan urusan negara, oleh sebab itu sekalipun sebagai
menterikelautan dia juga berbicara keras tentang Freeport, dimana dibilangNKRI
harus memperoleh 51% saham Freeport Inc. Tetapi setelah wakilpresiden USA
berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu, suara Luhuttentang Freeport
menghilang. Rezim neo-Mojopahit bertekuk lutut danmasalah Freeport sebagai
masalah 51% menghilang tanpa ada komentarlebih lanjut, selain ada berita 830
buruh tambang Freeport dipecatdari pekerjaan.
Sekarang dia tawarkan 3 kawasan ( FreeTrade Zone?). Tidak mengherankan kalau
Luhut terjun kesana kemari dimana ada peluang binis. Luhut adalah satu mantan
jenerdal TNI yangmemiliki banyak perusahaan. Menurut berita dia memiliki 16
peusahaan, jadi baginya ini adalah kesempatan untuk memajukan badan
usahanyaguna mendapat keuntungan sebesar mungkin.
Pada pihak lain kelihatan Jokowiseolah-olah tak mempunyai peranan penting
selain kesana kemari bagisepeda, KIS, KIP. Apakah ada perjanjian istimewa
antara kaumberkuasa, dimana terdapat pembagian kerja dan jenderal
dimajukanuntuk lebih dulu sebagai perintis kepentingan mereka bersama.
Sebagai catatan untuk gasah otak ialah kalau seorang pengusaha menjadi
penguasa, maka dia ditaruh pada duakepentingan, yaitu badan usahanya dan yang
disebut rakyat. Barangkalitidak keliru kalau ditanya kepentingan mana yang
dinomorsatukanataukah kedua kepentingan ini berjalan paralel atas dasar 50-50%?
https://www.eramuslim.com/berita/nasional/luhut-tawarkan-3-kawasan-di-indonesia-ke-rrc.htm
LuhutTawarkan 3 Kawasan di Indonesia ke RRC
Redaksi – Rabu, 28 Sya'ban 1438 H / 24 Mei 2017 11:00 WIB
Eramuslim.com – Menteri Koordinator Kemaritiman LuhutBinsar Panjaitan
menjelaskan telah menawarkan tiga kawasan diIndonesia kepada investor Tiongkok
yang kerja sama dengan Indonesia.“Mereka (Tiongkok) melihat Indonesia sebagai
partner yang bagus.Ini tidak terlepas ‘balance of power’ juga. Kami menawarkan
tigaarea yang terintegrasi untuk investasi,” kata Luhut di
KementerianKoordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa (23/5).Tiga wilayah
tersebut, pertama adalah di Bitung, Sulawesi Utara.Bitung dinilai berpotensi
sebagai wilayah yang terintegrasi dalam“toll road”-nya, jalur kereta api,
lapangan terbang, pelabuhan,listrik, dan properti area.Khusus investasi
lapangan terbang diperlukan untuk Internasional,karena Manado tidak bisa lebih
dari 2.800 m lagi panjang landasannya.Di wilayah tersebut turis Tiongkok naik
1.200 persen dan hotel sertarestoran kewalahan.“Kalau Bitung jadi, jalan KA
bisa sampai ke Gorontalo. Jadi satuarea akan jadi satu kawasan sendiri, dan
dari sana hubungannya akandibuat terintegrasi dengan tempat lain. Misalnya, ke
Bunaken danWakatobi. Jadi banyak lagi. Dari situ bisa juga ke Bali dan
Toraja,”ucapnya, menjelaskan.Kedua adalah di Kalimantan Utara, di kawasan
tersebut ada potensilistrik sebesar 7.200 MW. Di wilayah tersebut akan dibuat
juga“smelter” serta kawasan industri. Industrial yang berpotensiseperti
aluminium dan nikel.“Saya sudah ketemu di Tiongkok. Saya ketemu Perusahaan
Citix,mereka bersedia organisir masuk ke Kaltara karena mereka adapengalaman di
‘hidropower’. Saya bilang, kamu punya harga listrik10-12 sen per kwh. Kalau
bangun disini bisa 4-5 sen per kwh. Kamuakan mengurangi polusi di tempatmu,
karena akan berkurang listrikmenggunakan batu bara,” tuturnya.Sementara itu,
pada investor lokal juga akan ada investasi, tapiLuhut meminta harus perhatikan
persoalan limbah. Investor dari negaralain disinyalir setuju dan mengatakan
sudah “raw material” yangdatang dari Australia dan Afrika, semuanya sedang
diproses.“Tapi ternyata Inalum (lokal) juga berminat masuk, mereka butuh1.500
MW listrik. Mungkin mereka ‘ngalamin’ di Danau Toba,sekarang kan 2 sen per kwh.
Jadi semua lihat jadi peluang,”ujarnya.Wilayah ketiga adalah Sumatera Utara.
Yang ditawarkan adalah mulaiinfrastruktur dari Kuala Tanjung, Parapat, sampai
Sibolga. Selainitu, juga jalan terintegrasi ke Pekanbaru dan Duri Dumai.
Disampingitu semua, Luhut juga minta China Construction Company, perusahaanyang
besar akan konsorsium yang mengatur hal itu.“Polanya hampir sama seperti
investasi Cina di Morowali di manaitu ‘b to b’. Sehingga tidak akan
mempengaruhi rasio utang, kitaakan pertahankan rasio utang di bawah 3 persen
dari GDP. Pemerintahmenyiapkan tanahnya dan ‘tax holiday’,” tambahnya.(jk/akt)
#yiv4415677122 #yiv4415677122 -- #yiv4415677122ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-mkp #yiv4415677122hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-mkp #yiv4415677122ads
{margin-bottom:10px;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-mkp .yiv4415677122ad
{padding:0 0;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-mkp .yiv4415677122ad p
{margin:0;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-mkp .yiv4415677122ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-sponsor
#yiv4415677122ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-sponsor #yiv4415677122ygrp-lc #yiv4415677122hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-sponsor #yiv4415677122ygrp-lc .yiv4415677122ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4415677122 #yiv4415677122actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4415677122
#yiv4415677122activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4415677122
#yiv4415677122activity span {font-weight:700;}#yiv4415677122
#yiv4415677122activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv4415677122 #yiv4415677122activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4415677122 #yiv4415677122activity span
span {color:#ff7900;}#yiv4415677122 #yiv4415677122activity span
.yiv4415677122underline {text-decoration:underline;}#yiv4415677122
.yiv4415677122attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv4415677122 .yiv4415677122attach div a
{text-decoration:none;}#yiv4415677122 .yiv4415677122attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4415677122 .yiv4415677122attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4415677122 .yiv4415677122attach label a
{text-decoration:none;}#yiv4415677122 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv4415677122 .yiv4415677122bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4415677122
.yiv4415677122bold a {text-decoration:none;}#yiv4415677122 dd.yiv4415677122last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4415677122 dd.yiv4415677122last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4415677122
dd.yiv4415677122last p span.yiv4415677122yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv4415677122 div.yiv4415677122attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv4415677122 div.yiv4415677122attach-table
{width:400px;}#yiv4415677122 div.yiv4415677122file-title a, #yiv4415677122
div.yiv4415677122file-title a:active, #yiv4415677122
div.yiv4415677122file-title a:hover, #yiv4415677122 div.yiv4415677122file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4415677122 div.yiv4415677122photo-title a,
#yiv4415677122 div.yiv4415677122photo-title a:active, #yiv4415677122
div.yiv4415677122photo-title a:hover, #yiv4415677122
div.yiv4415677122photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4415677122
div#yiv4415677122ygrp-mlmsg #yiv4415677122ygrp-msg p a
span.yiv4415677122yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4415677122
.yiv4415677122green {color:#628c2a;}#yiv4415677122 .yiv4415677122MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv4415677122 o {font-size:0;}#yiv4415677122
#yiv4415677122photos div {float:left;width:72px;}#yiv4415677122
#yiv4415677122photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4415677122
#yiv4415677122photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4415677122
#yiv4415677122reco-category {font-size:77%;}#yiv4415677122
#yiv4415677122reco-desc {font-size:77%;}#yiv4415677122 .yiv4415677122replbq
{margin:4px;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-mlmsg select, #yiv4415677122 input, #yiv4415677122 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-mlmsg pre, #yiv4415677122 code {font:115%
monospace;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-mlmsg #yiv4415677122logo
{padding-bottom:10px;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-msg
p#yiv4415677122attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-reco #yiv4415677122reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-sponsor
#yiv4415677122ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-sponsor #yiv4415677122ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-sponsor #yiv4415677122ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv4415677122 #yiv4415677122ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4415677122
#yiv4415677122ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv4415677122