Becul pak

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, June 07, 2017 12:00 PM
To: Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Gelora 45; Sastra Pembebasan; Yahoo! 
Inc.; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD
Subject: [**EXTERNAL**] Trs: [GELORA45] Kriminalisasi Habib Rizieq Seperti Bung 
Karno


Ya, beda dong mbak Rachma. Bung Karno mempersatukan seluruh Rakyat Indonesia. 
Sedangkan Habib Rizieq berusaha memecah bangsa Indonesaia. Bung Karno 
mengembangkan toleransi agama, sedangkan Rizieq melahirkan dan membesarkan 
intoleransi agama. Pak Habib maunya hanya satu agama di Indonesia. Mestinya 
mabk Rachma jangan sampai terbawa arus Pak Rizieq yang mau nenegakkan syariah 
di Indonesia. Kita kan sudah punya Pancasila sebagai perekat bangsa.

Pada Selasa, 6 Juni 2017 19:47, "Sunny ambon 
[email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45]" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> menulis:



http://www.panjimas.com/news/2017/06/07/rachmawati-modus-intelijen-kriminalisasi-habib-rizieq-seperti-bung-karno/


Rachmawati: Modus Intelijen, Kriminalisasi Habib Rizieq Seperti Bung 
Karno<http://www.panjimas.com/news/2017/06/07/rachmawati-modus-intelijen-kriminalisasi-habib-rizieq-seperti-bung-karno/>
7 Jun 2017
[Rachmawati: Modus Intelijen, Kriminalisasi Habib Rizieq Seperti Bung 
Karno]<http://www.panjimas.com/news/2017/06/07/rachmawati-modus-intelijen-kriminalisasi-habib-rizieq-seperti-bung-karno/>

JAKARTA (Panjimas.com) – Keputusan Polda Metro Jaya yang menetapkan Imam Besar 
Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dalam daftar pencarian orang 
(DPO) menuai kritik putri proklamator RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri.
Tak hanya soal DPO, penetapan status tersangka yang disematkan kepolisian 
kepada Habib Rizieq juga dikritik. Pasalnya, penetapan itu tidak didahului 
dengan pengungkapan pelaku penyebar chat mesum tersebut.
“Kalau kita bicara hukum kan kalau dilihat dari kasusnya yang harus disangkakan 
itu kan siapa yang menyebarkannya. Kalau yang sekarang kasus pornografi siapa 
yang menyebarkan? Sekarang kan nggak ada,” ujar wanita yang akrab disapa Mbak 
Rachma itu usai peringata Haul Kelahiran Bung Karno di Universitas Bung Karno 
(UBK), Jakarta, Selasa (6/6).
Pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno ini menilai bahwa kasus yang menimpa 
Habib Rizieq merupakan kasus yang mengada-ada. Proses penetapan Habib Rizieq 
hanya didasarkan pada like dan dislike, sebab Habib Rizieq dianggap sebagai 
orang yang paling bertanggung jawab atas dipenjaranya Basuki Tjahaja Purnama 
alias Ahok dalam kasus penodaan agama.
“Awal mulanya permasalahan Ahok, lalu dianggapnya mungkin yang menjadikan Ahok 
dihukum itu kan seolah-olah dari kelompoknya Habib. Kira-kira kan begitu. 
Dendam dibalas dendam. Jadi bukan upaya hukum secara benar, ini direkayasalah. 
Orang awam saja bisa lihat kok ini pembunuhan karakter,” jelasnya.
Ia kemudian menyamakan pola kriminalisasi yang tengah dihadapi Habib Rizieq 
dengan mendiang ayahnya, Soekarno.
“Dulu jamannya Bung Karno juga mau dijatuhkan, itu modus dari intelijen sendiri 
juga karakter pembunuhan karakter terhadap Bung Karno. Bung Karno dianggap 
kebanyakan main cewe, poligami, dll. Zaman ’65 itu luar biasa mendowngrade, 
membunuh karakter Bung Karno. Pola-pola itu adalah pola-pola lama lah,” urainya.
Menurutnya, saat ini pihak-pihak yang berlawanan dengan pemerintah langsung 
dikriminalisasi. Seperti sejumlah pihak yang ingin mengembalikan UUD 1945 asli 
yang justru dituduh sebagai pelaku makar.
“Saya juga melihat apa yang kita katakan berlawanan dengan pemerintahan yang 
sekarang, itu juga selalu di kriminalisasi,” sesalnya. [AW/RMOL


Kirim email ke