http://internasional.kompas.com/read/2017/06/16/12252491/dituduh.banci.remaja.18.tahun.disiksa.
kawan-kawannya.hingga.tewas
Dituduh Banci, Remaja 18 Tahun Disiksa
Kawan-kawannya hingga Tewas
Kompas.com - 16/06/2017, 12:25 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
T. Nhaveen (18), seorang remaja pria di George Town, Penang, Malaysia
dipukuli oleh lima kawannya hingga tewas.(Repro bidik layar via The Star)
*KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - *T. Nhaveen (18), seorang remaja pria di
George Town, Penang <http://indeks.kompas.com/tag/Penang>, Malaysia
<http://indeks.kompas.com/tag/Malaysia> disiksa oleh lima kawannya
hingga tewas.
Nhaveen yang diserang pada Sabtu lalu, mengalami luka parah dan akhirnya
menghembuskan nafas terakhir di RS Penang
<http://indeks.kompas.com/tag/Penang>, pada Kamis kemarin.
Berdasarkan laporan medis, Nhaveen mengalami luka pada bagian anus
akibat sodomi <http://indeks.kompas.com/tag/Sodomi> atau serangan benda
tumpul, dan ada luka bakar di punggungnya.
Kepala Kepolisian Malaysia <http://indeks.kompas.com/tag/Malaysia>
Khalid Abu Bakar, mengatakan, kasus ini akan diselidiki sebagai tindak
pidana pembunuhan.
Lima remaja teman sekolah korban, berusia antara 16-18 tahun, diduga
melakukan pembunuhan itu. Semua pelaku kini telah ditangkap dan akan
menghadapi tuntutan hukum.
Media lokal memberitakan, polisi dan dokter rumah sakit menyebut para
penyerang awalnya mengejek Nhaveen saat dia dan temannya sedang membeli
makanan.
Dalam laporan itu disebutkan, awalnya, kedua korban dipukul dengan helm
motor. Kawan Nhaveen berhasil melarikan diri.
Ibu Nhaveen, D.Shanti, yang diwawancarai surat kabar /The Star/
mengatakan, anaknya telah mengalami /bullying
<http://indeks.kompas.com/tag/bullying>/ dari salah satu tersangka di
sekolah, tiga tahun lalu.
Hal itu terjadi, kata Shanti, karena anaknya bersikap "lembut".
Namun, Nhaveen tak memperpanjang kasus tersebut, dan memilih menghindar
agar tak terjadi kekerasan yang lebih parah.
Seorang guru dan beberapa teman korban mengatakan, Nhaveen menjadi
sasaran serangan karena menolak bergabung dengan geng.
"Nhaveen mengatakan bahwa anak laki-laki itu mengatakan kepada dia,
'kamu banci, dan aku harus menjadikan kamu sebagai pria."
Demikian penuturan sang ibu kepada /the Star/, seperti dikutip laman
/Associated Press/, Jumat (16/6/2017).
Aparat Kepolisian di Penang <http://indeks.kompas.com/tag/Penang> tidak
bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar tentang kejadian ini.
Menteri Kesehatan Malaysia <http://indeks.kompas.com/tag/Malaysia>
S.Subramaniam mengatakan, insiden tersebut menegaskan kembali bahwa
tindakan yang lebih serius harus dilakukan oleh pihak berwenang untuk
mengekang budaya /bullying <http://indeks.kompas.com/tag/bullying>/.
Juga, kebiasaan membentuk gangsterisme di kalangan kaum muda. Hal itu
menurut Subramaniam, harus dilakukan demi memastikan bahwa tragedi
tersebut tidak terulang.
Di Malaysia <http://indeks.kompas.com/tag/Malaysia>, Nhaveen adalah
korban kedua yang tewas akibat aksi kekerasan dalam rentang waktu kurang
dari dua minggu.
Pada tanggal 1 Juni, kadet Angkatan Laut Zulfarhan Osman Zulkarnain
(21), tewas setelah diikat, dipukuli, dan dibakar dengan besi panas.
Lima siswa di Universitas Pertahanan Nasional tempat Zulfarhan belajar
menghadapi tuntutan pekan ini.
Mereka dituduh melakukan pembunuhan, dan satu orang lain dituntut karena
diduga bersekongkol dengan kelima pelaku.
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
EditorGlori K. Wadrianto
Tag:
* bullying <http://indeks.kompas.com/tag/bullying>
* Sodomi <http://indeks.kompas.com/tag/Sodomi>
* Penang <http://indeks.kompas.com/tag/Penang>
* Malaysia <http://indeks.kompas.com/tag/Malaysia>