Kenapa kok penganut animisme tidak dapat KTP? Kenapa kok harus pindah agama 
dulu baru dapat KTP?
---Pria yang sebelumnya bernama Nguyup -sesuai dengan nama Orang Rimba- juga 
ingin memiliki KTP sehingga memudahkan untuk mendapatkan fasilitas pendidikan 
dan kesehatan.
..."Menurut tradisi kami, pindah keyakinan tak diizinkan," menurut pemimpin 
suku di sana, Mail, kepada kantor berita AFP. "Kami khawatir bila kami langgar 
sumpah kami, kami akan ditangkap harimau," tambahnya.
...Saat ini terdapat sekitar 70 juta jiwa anggota suku pedalaman, termasuk 
Dayak sampai suku di Mentawai.
...

Orang Rimba di Jambi, dari animisme pindah Islam untuk dapat KTP


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Orang Rimba di Jambi, dari animisme pindah Islam untuk dapat KTP - BBC Indo...
 Sekitar 200 anggota suku Orang Rimba atau Anak Dalam di Jambi pindah dari 
animisme dan masuk Islam agar hidup le...  |   |

  |

  |

 

   
   - 5 jam lalu
   
Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoAFPImage captionAnak-anak Orang Rimba yang pindah Islam dan 
belajar mengaji.Sekitar 200 dari 3.500 anggota suku Orang Rimba atau Anak Dalam 
di Jambi pindah dari animisme dan masuk Islam agar hidup lebih sejahtera dan 
mendapatkan kartu identitas penduduk, KTP."Alhamdulilah, pemerintah kini 
memperhatikan kami, sebelum kami pindah agama, mereka tak peduli," kata 
Muhammad Yusuf, pemimpin kelompok dengan nama barunya. kepada kantor berita 
AFP.Hak atas fotoAFPImage captionMereka tinggal di rumah-rumah kayu dan tidak 
lagi nomaden.Yusuf mengakui bahwa alasannya pindah keyakinan karena mencari 
makan semakin sulit di tengah konflik dengan perusahaan-perusahaan perkebunan 
kelapa sawit yang beroperasi di daerah yang ditinggali suku ini.Pria yang 
sebelumnya bernama Nguyup -sesuai dengan nama Orang Rimba- juga ingin memiliki 
KTP sehingga memudahkan untuk mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan.   
   - Kisah fotografer temukan suku yang tak alami era modern
   - Bahasa indah orang-orang yang berbicara seperti burung
   - Hanya kenakan sandal, perempuan pribumi Meksiko menangi marathon
   - Kampung Pelangi Semarang yang menarik perhatian dunia
Sekitar 200 orang suku Anak Dalam yang hidup nomaden atau berpindah-pindah 
setiap beberapa minggu, kini menetap di satu tempat, di rumah-rumah yang 
terbuat dari kayu.Hak atas fotoAFPImage captionKeluarga suku Orang Rimba.
"Pindah keyakinan tak diizinkan"
Mereka memakai baju yang disumbangkan oleh pemerintah dan lembaga swadaya 
masyarakat dan tak lagi sekedar memakai kain penutup tubuh. Suku nomaden ini 
biasanya pindah tiga kali dalam satu bulan untuk mencari daerah perburuan baru 
atau setiap kali ada anggota suku yang meninggal.Hak atas fotoAFPImage 
captionDi Indonesia, terdapat sekitar 70 juta jiwa anggota suku 
pedalaman."Lebih enak tinggal di desa seperti ini, kehidupan kami lebih baik," 
kata Yusuf yang berhenti tinggal berpindah Januari lalu. Namun ia mengatakan 
masih belum mendapatkan KTP.Di tempat lain, 300 suku Anak Dalam lain -yang 
masih nomaden- tinggal di tenda plastik biru yang mereka bangun seadanya dan 
masih berburu binatang, di tengah perkebunan sawit."Menurut tradisi kami, 
pindah keyakinan tak diizinkan," menurut pemimpin suku di sana, Mail, kepada 
kantor berita AFP.Hak atas fotoAFPImage captionAnak-anak suku Orang Rimba yang 
masih nomaden."Kami khawatir bila kami langgar sumpah kami, kami akan ditangkap 
harimau," tambahnya.Hak atas fotoAFPImage captionTerdapat sekitar 3.500 anggota 
Suku Rimba di Batang Hari, Jambi. Mereka berpindah tempat paling tidak tiga 
kali seminggu.Hasbullah Al Banjary, Direktur pemberdayaan Komunitas Adat 
Terpencil (KAT) Kementerian Sosial, mengatakan pemerintah lebih mudah dalam 
memberikan bantuan kepada berbagai suku karena mereka tak lagi 
berpindah-pindah.Hasbullah juga mengatakan tradisi mereka tak akan hilang dan 
'perlu kita pertahankan'.Anak-anak Orang Rimba, yang termasuk dalam sekitar 200 
orang yang masuk Islam, sudah mulai belajar mengaji.Hak atas fotoAFPImage 
captionSuku Orang Rimba yang tak nomaden lagi tinggal di rumah kayu yang 
disediakan.Saat ini terdapat sekitar 70 juta jiwa anggota suku pedalaman, 
termasuk Dayak sampai suku di Mentawai.Tetapi Rukka Sombolinggi, Koordinator of 
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), mengatakan kondisi suku pedalaman 
seperti ini karena pemerintah tidak memberikan perlindungan selayaknya.Hak atas 
fotoAFPImage captionOrang Rimba yang masih nomaden berburu dengan bedil."Saya 
melihat ini karena kegagalan pemerintah melindungi mereka," kata Rukka kepada 
AFP. "Mereka beralih ke ulama atau gereja di sejumlah tempat karena mereka 
menawarkan perlindungan.


Kirim email ke