Yunani tidak lagi pakai mata uang sendiri yang namanya Drahma, sekarang ini
Yunani pakai Euro (€)
yang adalah mata uang Uni Europa. Uang Euro ini tidak dicetak di Yunani
tetapi  di Jerman.

2017-06-19 6:15 GMT+02:00 Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
>
>
> Tampilkan pesan asli
> Pada Senin, 19 Juni 2017 0:01, "jonathango...@yahoo.com [GELORA45]" <
> GELORA45@yahoogroups.com> menulis:
>
>
>
>
> Pertanyaan anda itu seharusnya ditambahin apakah Tiongkok nagih seluruh
> utang 1 T itu utk dibayar sekaligus? Tidak ada. Lagian  utang US sekarang
> cost-nya murah sekali bunganya mendekatin 0%.
>
> Ambil saja hipotetikal skenario President Xi nagih pd President Trump
> keseluruhan utang 1 T itu dan kemudian katakanlah US cetak duit 1 T USD
> buat dibayarkan di Tiongkok, kira2 apa yg terjadi? Pertama, sudah tentu
> nilai USD akan turun dan nilai RMB akan naik. Yg terjadi dgn naiknya RMB yg
> tinggi mengakibatkan produk2 Tiongkok jadi mahal, alhasil daya saing akan
> berkurang banyak dan dominasi ekonomi akan mengendur. Sedang nilai USD  yg
> turun akan mengakibatkan daya saing produk US bertambah.
>
> Kedua, dgn USD jadi cadangan devisa negara2 didunia turunnya nilai USD
> juga berarti cadangan devisa negara2 itu juga akan susut nilainya, dus
> kenyataan yg ada pembayaran utang ke Tiongkok itu ditanggung renteng juga
> oleh negara2 lain termasuk Tiongkok sendiri dan juga Indonesia yg hampir
> keseluruhan cadangan devisa dalam USD.
>
> Belum lagi diperhitungkan negara2 yg pakai USD sebagai mata uang, ataupun
> mereka yg dinilainya di-pegged dgn US, yg tentu akan ikut tanggung renteng
> bayar utang itu secara tidak langsung.
>
>
> ---In GELORA45@yahoogroups.com, <djiekh@...> wrote :
>
> Lha, jadinya bagaimana mau bayar utangnya pada Tiongkok dan Jepang? Cetak
> uang dollar sebanyak banyaknya untuk bayar utang yang anda bilang paling
> murah atau tidak ?
>
> 2017-06-18 8:17 GMT+02:00 jonathangoeij@... [GELORA45] <
> GELORA45@yahoogroups.com>:
>
>
> lho..... ini khan hal yg sudah jelas dalam sejarah, setelah President
> Nixon meng-abolished Brendon Wood System nilai dolar tidak lagi di-pegged
> dgn emas terus the Fed cetak duit banyak2 yg akibatnya inflasi tinggi nilai
> dollar jatuh, baiknya kemudian President Carter me-tightened money supply
> itu shg inflasi menjadi berkurang banyak.
>
>
>
> ---In GELORA45@yahoogroups.com, <djiekh@...> wrote :
>
> Kalau misalnya Amerika cetak dollar untuk bayar semua utrangnya pada
> Tiongkok dan jepang, kan Tiongkok dan Jepang jadi punya bilyoenan dollar.
> Kalau dipakai import barang dari Amerika, ini bilyunan dollar masuk kembali
> ke Amerika,  Amerika akan kebanjiran dollar. Apa tidak terjadi inflasi, dan
> kurs dollar jatuh ?
>
> 2017-06-18 4:47 GMT+02:00 jonathangoeij@... [GELORA45] <
> GELORA45@yahoogroups.com>:
>
>
> Kasarannya memang begitu, wewenang cetak duit memang ada dinegara masing2
> yg mempunyai mekanisme ber-beda2. Yg saya kemukakan adalah hipotetikal
> kasaran saja, karena utang US dalam mata uangnya sendiri jadi kasarannya
> tinggal cetak saja yg ongkosnya cuman beberapa sen perlembarnya bereslah
> atau kalau mau irit ongkos cetak dibikin denominasi yg gede seperti 100,000
> dolar yg pernah dicetak th 1934. Tapi sekali lagi tinggal cetak duit buat
> bayar utang itu kasarannya kalau disetujui semua otoritas pencetakan duit
> di US yg melibatkan congress, federal reserve, dan treasury department.
>
> Anda lihat saja banyaknya duit suatu negara yg dicetak umbar2an sampai
> nilainya kemudian jadi jjeblok sedemikian rupa dibanding nilai asalnya,
> seperti yg pernah dialami Indonesia beberapa kali baik diorde lama ataupun
> baru. Tetapi tetap saja utang pemerintah dalam rupiah ya kasarannya tinggal
> cetak duit buat bayar bereslah, cuman utang yg jadi masalah itu khan dalam
> mata uang bukan rupiah.
>
>
>
> ---In GELORA45@yahoogroups.com, <djiekh@...> wrote :
>
> Kutipan : *Ini perbedaan besar antara US dan Indonesia, utang US dalam
> mata uangnya sendiri US$ jadi kalau misalnya mau bayar utang 1 T tinggal
> cetak duit 1 T yg ongkosnya cuman kertas dan tinta juga sudah cukup tinggal
> dibayarkan keutang, beres sudah*
>
> *Lha, kalau begitu, kan bayar saja langsung semua utang. Atau tidak perlu
> utang, karena bisa cetak uang dollar semaunya ? Cetak saja sendiri ? Apa
> bisa ? *
>
> 2017-06-18 1:04 GMT+02:00 jonathangoeij@... [GELORA45] <
> GELORA45@yahoogroups.com>:
>
>
>
> Bung Goblok, kemampuan bayar utang Indonesia yg rendah (DSR tinggi) itu ya
> jadinya seperti sekarang ini "Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang". Selain
> itu credit worthiness Indonesia yg rendah menyebabkan biaya bunga yg tinggi
> yg juga akan memompa DSR makin besar saja. Masak hal seperti ini saja tidak
> dipahamin.
>
> Ini perbedaan besar antara US dan Indonesia, utang US dalam mata uangnya
> sendiri US$ jadi kalau misalnya mau bayar utang 1 T tinggal cetak duit 1 T
> yg ongkosnya cuman kertas dan tinta juga sudah cukup tinggal dibayarkan
> keutang, beres sudah.
>
> Sedang Indonesia yg utangnya bukan mata uangnya sendiri ya tidak bisa
> cetak duit begitu saja utk dibayarkan, mesti pakai duit cadangan devisa.
> Kalau mau cetak duit banyak2 seenak udel buat bayar utang jadinya ya kayak
> th 96-98 itu dari sekitar 2 ribuan per dollar jadi sekitar 16 ribuan.
>
>
> ---In GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@...> wrote :
>
> Oh jadi gak boleh membanding2kan hutang2 antar negara?
> Ngapain orang2, instansi2, economic center seluruh dunia bikin list of
> country with debt?
> Ngapain orang2, instansi2, economic center seluruh dunia bikin rasio2 debt
> to GDP dll?
> Lucunya (eh bodohnya☹) ente malahan nulis DSR. Malahan pake’ tambahan IMF
> lagi dimana IMF ada list DSR seluruh dunia.
>
> Oh jadi kalau DSR nya Indonesia 66% terus emangnya kenapa?
> Susah cari hutang atau gak ada yg mau ngasih hutang ke Indonesia?
> Indonesia akan bangkrut gak bisa hutang?
>
> Atau apa?
>
> Kan sudah dari dulu ngomongin hutang ini dan sudah ane tanya kalau DSR
> tinggi terus ngapain.
>
> Sudah ane goblok2in krn memang ente gak ngerti masalah governmental debt
> ini.
> Alasannya hanya 1: DSR yg tinggi.
> Rasio2 yg lain gak dilihat, keadaan Indonesia gak dilihat, kepercayaan
> negara lain tidak dilihat.
>
> Coba berkaca sama negara ente. USA itu printing money bukan cari hutang!
> Ngerti ndak dengan kalimat ini?
>
> Jangan banyak bacot kalo gak ngerti. Jangan sok pinter kalau tidak ane
> telanjangi terus biar kelihatan gobloknya!
>
> Nesare
>
>
>
> *From:* GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups. com
> <GELORA45@yahoogroups.com>]
> *Sent:* Saturday, June 17, 2017 1:38 PM
> *To:* GELORA45@yahoogroups.com
> *Subject:* RE: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar
> Bunga Utang?
>
>
>
> semua dibandingkan USA ha ha ha ha aneh juga padahal kondisi kedua negara
> berbeda yg harus dilihat sendiri2. Utang US itu dalam US$ mata uangnya
> sendiri, sedang utang Indonesia bukan dalam mata uangnya sendiri Rp. itu
> adalah 2 kondisi yg berbeda besar. Selain itu juga tingkat bunga yg dibayar
> berbeda besar sekali.
>
> coba lihat kemampuan bayar utang Indonesia yg rendah yg ditunjukkan dgn
> DSR yg tinggi "menurut catatan CORE, tingkat Debt Service Ratio Indonesia
> pada kuartal II-2016 sudah mencapai 66%. Angka ini telah melampaui batas
> kewajaran DSR yang ditetapkan oleh IMF yaitu 30%-33%."
> <http://economy.okezone.com/read/2016/12/20/20/1571546/kemampuan-bayar-utang-luar-negeri-indonesia-menurun>
>  sekarang
> tentu DSR lebith tinggi lagi.
>
>
>
> ---In GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@...> wrote :
> Coba bandingkan dengan USA!
> USA bukan mengeluarkan utang lagi, melainkan cetak duit!
> Ini dilakukan oleh Fed dalam mengatasi krisis keuangan 2007!
>
> Coba bandingkan hutang Indonesia vs. hutang USA!
> Gede mana?!
>
> Nesare
>
>
> *From:* GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups. com
> <GELORA45@yahoogroups.com>]
> *Sent:* Wednesday, June 14, 2017 4:22 PM
> *To:* Yahoogroups <gelora45@yahoogroups.com>
> *Subject:* [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar
> Bunga Utang?
>
>
> Kapan?????????
> ---
> Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang?
> <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/PNg47Dob-kapan-ri-tak-perlu-terbitkan-utang-untuk-bayar-bunga-utang>
> Suci Sedya Utami    •    Senin, 12 Jun 2017 17:25 WIB
> rapbn 2018 <http://ekonomi.metrotvnews.com/topic/10281>
> Ekonomi <http://ekonomi.metrotvnews.com/>  Makro
> <http://ekonomi.metrotvnewscom/makro>
>
>    - TWITTER
>    
> <https://twitter.com/intent/tweet?text=%20Kapan%20RI%20tak%20Perlu%20Terbitkan%20Utang%20untuk%20Bayar%20Bunga%20Utang?%20http://metrotvn.ws/PNg47Dob>
>    - FACEBOOK
>    
> <https://www.facebook.com/v2.7/dialog/feed?app_id=1588153268077206&description=Anggota+Komisi+XI+DPR+Fraksi+Golkar+M+Misbakhun+menyoroti+keseimbangan+primer+yang+masih+defisit+pada+2017.&display=popup&link=http%3A%2F%2Fekonomi.metrotvnews.com%2Fmakro%2FPNg47Dob-kapan-ri-tak-perlu-terbitkan-utang-untuk-bayar-bunga-utang&name=+Kapan+RI+tak+Perlu+Terbitkan+Utang+untuk+Bayar+Bunga+Utang%3F&locale=en_US&picture=http%3A%2F%2Fcdn.metrotvnews.com%2Fdynamic%2Fcontent%2F2017%2F06%2F12%2F714324%2FtN9ATjcuCl.jpg%3Fw%3D650&sdk=joey&version=v2.7>
>    - GOOGLE+
>    
> <https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fekonomi.metrotvnews.com%2Fmakro%2FPNg47Dob-kapan-ri-tak-perlu-terbitkan-utang-untuk-bayar-bunga-utang>
>
> [image: Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang?]
> *Misbakhun. Antara/Puspa Perwitasari.*
> *Metrotvnews.com, Jakarta*: Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar M
> Misbakhun menyoroti keseimbangan primer yang masih defisit pada 2017.
>
> Sebab, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama
> Komisi XI DPR menyebutkan defisit keseimbangan primer dalam Rancangan
> Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar 0,6-0,4 persen
> dari  Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp50 triliun-Rp99 triliun
> dengan defisit anggaran yakni 1,9-2,3 persen dari PDB.
> BACA JUGA <http://ekonomi.metrotvnews.com/topic/10281>
>
>    - DPR Sepakati Pagu Anggaran Kementerian Keuangan Rp45,72 Triliun
>    
> <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/zNAjrW2b-dpr-sepakati-pagu-anggaran-kementerian-keuangan-rp45-72-triliun>
>    - Menkeu Jelaskan Alasan Kenaikan Pagu Anggaran 2018
>    
> <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/gNQljJWK-menkeu-jelaskan-alasan-kenaikan-pagu-anggaran-2018>
>    - Legislator Pertanyakan Pagu Anggaran Kemenkeu Naik 12,5% di 2018
>    
> <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/ybJeQDnN-legislator-pertanyakan-pagu-anggaran-kemenkeu-naik-12-5-di-2018>
>
>
>    - *Brandconnect* <http://www.metrotvnews.com/brandconnect>5 Cara Hemat
>    Anggaran Libur Lebaran
>    
> <http://rona.metrotvnews.com/wisata-kuliner/8ko0vXRK-5-cara-hemat-anggaran-libur-lebaran>
>
> *baca : Utang Luar Negeri Indonesia USD321,7 Miliar di Februari 2017*
> <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/zNAjMMzb-utang-luar-negeri-indonesia-usd321-7-miliar-di-februari-2017>
>
> Ia menjelaskan, defisit keseimbangan primer menandakan adanya pinjaman
> atau utang yang digunakan untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo pada
> tahun tersebut. Sehingga, ibarat gali lubang tutup lubang, utang pemerintah
> digunakan untuk membayar atau mencicil utang di masa lalu, atau bukan
> digunakan untuk kegiatan produktif.
>
> Misbakhun mempertanyakan kapan defisit keseimbangan primer bisa berada
> pada posisi nol persen, meskipun rasio utang Indonesia selalu dikatakan
> masih aman di kisaran 27-29 persen dari GDP.
>
> "Kapan di nol kan itu keseimbangan primer? Jangan sampai menerbitkan utang
> baru buat bayar utang. meski kita debt to ratio dibilang 27-29 persen, tapi
> keseimbangan primer negatif," kata Misbakhun di Komplek Parlemen, Senayan,
> Jakarta Pusat, Senin 12 Juni 2017.
>
> Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan,
> Askolani menjelaskan, defisit keseimbangan primer bisa dinolkan jika
> defisit anggaran berada pada level 1,1-1,2 persen.
>
> Askolani mengatakan, level defisit tersebut ditargetkan pemerintah untuk
> tahun 2019. Namun, untuk mencapai tagret defisit anggaran dalam level
> tersebut dan juga defisit keseimbangan primer di lebel nol persen, akan
> sangat tergantung dari capaian di tahun sebelumnya sebagai basis
> perhitungan.
>
> Selain itu, akan sangat tergantung dari performa penerimaan pajak
> nasional. Selama ini yang membuat pemerintah membayar bunga utang dengan
> menerbitkan utang baru yakni karena penerimaan pajak tak cukup untuk
> membiayainya. Dengan tax ratio tahun depan 11-12 persen, Askolani berharap
> bisa mengurangi defisit.
>
> "Kita maunya tax ratio 13-14 persen, tapi dari evaluasi sekarang masih
> susah, 12 persen itu sudah membantu dari posisi sekarang, tapi harus best
> effort," jelas Askolani.
>
> Sekadar informasi, defisit keseimbangan di RAPBN 2018 Rp50 triliun hingga
> Rp99 triliun sudah lebih kecil dibanding defisit dalam RAPBN 2017 yang
> sebesar Rp111,4 triliun.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
>  Virusvrij.
> www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
> <#m_-2712780126789444732_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>
              • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
              • ... jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
              • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
              • ... nesa...@yahoo.com [GELORA45]
              • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
              • ... nesa...@yahoo.com [GELORA45]
              • ... jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
              • ... nesa...@yahoo.com [GELORA45]
              • ... jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
              • ... Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45]
              • ... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]
              • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
              • ... 'Lusi D.' lus...@rantar.de [GELORA45]
              • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
  • Re: [GELORA45] Kapan RI ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
  • Re: [GELORA45] Kapan RI ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
  • RE: [GELORA45] Kapan RI ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke