*Apakah tawaran-tawaran jenis in imenununjukan bahwa rezim neo-Mojopahit
tak mampu mengerjakan sesuatu dengan upayanya sendiri?*


http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/07/14/ot28bq382-kawasan-industri-kalimantan-utara-ditawarkan-investor-cina



Jumat , 14 July 2017, 09:59 WI

*Kawasan Industri Kalimantan Utara Ditawarkan Investor Cina*

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

IST

[image: Kalimantan Utara]

Kalimantan Utara



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian menawarkan kawasan
industri di Kalimantan Utara (Kaltara) kepada sejumlah investor Cina untuk
perluasan usahanya. Upaya ini merupakan kelanjutan kerja sama bisnis
Indonesia-Cina pada forum One Belt One Road (OBOR) beberapa waktu lalu.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam
Haryono mengatakan, para investor dari Negeri Tirai Bambu tersebut telah
menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia.

"Mereka dari beberapa perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan
terutama *hydropower* dan *geothermal.* Kemudian juga ada perusahaan
konservasi atau penyediaan air, selain sektor manufaktur," kata Imam dalam
siaran pers yang diterima *Republika.co.id <http://Republika.co.id>,* Jumat
(14/7).

Masuknya investasi Cina ke Indonesia dinilai akan memberikan dampak positif
bagi perekonomian nasional khususnya sektor industri. Menurut Imam, kerja
sama ini akan sama-sama menguntungkan karena investor Cina mempunyai
teknologi, modal, dan jaringan. "Kita punya sumber daya alam, sumber daya
manusia, lokasi dan domestik *market.* Ini kalau di-*mix* bagus," ujar Imam.

Menurut Imam, Kaltara merupakan wilayah pengembangan industri yang tertuang
di dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) tahun
2015-2035. Area ini disebut Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional
(KIPI) Tanah Kuning, dan berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Timur,
Kabupaten Bulungan. Area ini memiliki luas sekitar 10 ribu hektare dan
berpotensi menjadi pusat pengembangan industri pengolahan mineral, kelapa
sawit, kakao, dan perikanan.

“Di antaranya kami menawarkan kesempatan berinvestasi pada *hydro power
plant* 7.080 MW. Selanjutnya ada *industrial park* seluas 4.000 hektare
pada tahap pertama, kemudian zona *smelter* alumina dan industri aluminium
seluas 100 Hektare, dan kawasan perumahan terintegrasi seluas 200 hektare,”
kata Imam.

Pembangunan kawasan tersebut diestimasi perlu membutuhkan investasi sebesar
Rp 21 triliun, yang akan didukung dengan infrastruktur memadai seperti
pelabuhan, jalan, dan jembatan. Selain itu, kawasan yang ditargetkan mampu
menyerap tenaga kerja sebanyak 60 ribu orang ini rencananya dilengkapi
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 7.080 mega watt di
Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan dengan nilai investasi sekitar Rp
170 triliun.

Sebelumnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, lokasi
Kaltara dinilai cukup strategis karena terletak pada lintasan Alur Laut
Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang merupakan lintasan laut perdagangan
internasional serta berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan dan
langsung berhadapan dengan negara tetangga. Kawasan industri Tanah Kuning
memiliki beragam potensi sumber daya alam yang cukup melimpah khususnya
energi terbarukan.

Misalnya, untuk mineral dan energi, antara lain batu gamping (654 ribu ton
di Malinau), pasir kuarsa (1 miliar ton di Nunukan), Sirtu (2,5 juta ton di
Nunukan), batu bara (970 juta m3/tahun), dan emas. Sedangkan, untuk potensi
perkebunan, meliputi kelapa sawit, karet, kakao, kopi, tebu, kapas,
tembakau, jagung, dan padi. Di samping itu, potensi alumina dan bauksit di
pulau Kalimantan yang dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kami
mengapresiasi adanya kerja sama B to B (*Business to Business*) kedua
negara, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendalaman
struktur serta peningkatan daya saing industri nasional. Bahkan juga mampu
memacu pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di Indonesia,” ujar
Airlangga.

Kirim email ke