http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815
 Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815 14 Juli 2017

 Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru Bagikan artikel ini dengan 
Facebook http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815#  Bagikan artikel ini 
dengan Twitter http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815#  Bagikan artikel 
ini dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fdunia-40603815
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815#share-tools




 
 Hak atas fotoLIU XIA / HANDOUTImage captionLiu Xiaobo meraih Nobel Perdamaian 
2010. Dia meninggal dunia akibat kanker liver. Cina menghadapi berbagai kritik 
dari dunia internasional atas perlakuan terhadap Liu Xiaobo, pegiat hak asasi 
yang meninggal dunia pada usia 61 tahun akibat kanker liver.
 Komite Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung 'tanggung jawab 
besar' atas kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada 2010.
 Di samping menyebut kematian Liu "terlalu dini", Komite Nobel juga menyatakan 
sikap Cina yang menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar negeri "sangat 
mengganggu".
 Menanggapi kritik itu, pemerintah Cina menegaskan bahwa penanganan Liu adalah 
urusan dalam negeri dan negara-negara lain "tidak berada dalam posisi untuk 
membyat pernyataan yang tidak patut".
 Duka pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu Xiaobo 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40601463 Pembangkang Cina dibebaskan untuk 
berobat kanker http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40404582 Seruan agar Cina 
bebaskan Liu Xiaobo http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/12/131210_cina_ham 
Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa berobat ke 
luar negeri.
 "Cina kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara cepat, 
transparan, dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui jauh 
sebelumnya," kata Gabriel.
Hak atas fotoHANDOUPT/AFPImage captionLiu Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, pada 
tahun 2002. Sejumlah pihak kini mendesak pemerintah Cina membebaskan Liu Xia 
untuk bepergian ke luar negeri. Pernyataan senada dikemukakan Menteri Luar 
Negeri Inggris, Boris Johnson.
 "Liu Xiaobo seharusnya diizinkan memilih perawatan medis di luar negeri, yang 
berulang kali ditolal aparat Cina. Ini tindakan yang salah dan kini saya 
mendesak mereka mencabut semua pelarangan terhadap janda Liu," kata Johnson.
 Pemerintah Cina melarang Liu hijrah ke luar negeri untuk menjalani perawatan. 
Larangan itu disertai pernyataan para ahli kesehatan Cina yang menegaskan bahwa 
dia sudah terlalu sakit untuk melakukan perjalanan.
 Namun seorang dokter Jerman dan Amerika Serikat—yang beberapa waktu lalu 
mengunjungi dan memeriksanya di sebuah rumah sakit di Shenyang—berpendapat Liu 
Xiaobo masih mampu melakukan perjalanan.
 Setelah Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis meminta 
kepada Cina untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar negeri.
 Permintaan ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid Ra'ad 
Al Hussein, yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu Xia."
Hak atas fotoGETTYImage captionLiu Xiabo pertama kali dikenal pada masa unjuk 
rasa terkenal di Lapangan Tiananmen, Beijing, tahun 1989. 'Kekuatan Barat' 
mempolitisasi Pernyaan resmi Kementerian Luar Negeri Cina menyebutkan: 
"Penanganan kasus Liu Xiaobo merupakan urusan dalam negeri Cina dan 
negara-negara asing tidak berada dalam posisi untuk membuat pernyataan yang 
tidak patut".
 Sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua, juru bicara Kementerian Luar Negeri 
Cina, Geng Shuang, menambahkan bahwa pejabat kesehatan Cina telah mengerahkan 
upaya penuh untuk merawat Liu.
 Sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial yang 
menuding 'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu.
 Sejumlah koresponden mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina sangat 
sepi. Kantor berita Xinhua dan CCTV hanya merilis pernyataan singkat pada situs 
berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo, sang 'terpidana subversif, telah meninggal 
dunia.
 Harian Global Times yang merupakan corong Partai Komunis Cina menerbitkan 
editorial berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban penyesatan" Barat.
 "Pihak Cina senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa kekuatan 
Barat selalu mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan 
perawatannya sebagai isu 'hak asasi'."
 Di media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah disensor. Sejumlah 
komentar dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji lilin.

 

Kirim email ke