Pada Senin, 17 Juli 2017 5:40, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> menulis:
Melihat diskriminasinya tentu tidak bisa seperti itu, Liu adalah seorang
pemenang nobel, merupakan seorang extraordinary among the extraordinaries,
lagipula Liu bukanlah kriminal melainkan tahanan politik yg "kesalahannya"
karena mempunyai pandangan politik yg berbeda dgn pihak penguasa itu saja.
Merupakan hal yg lumrah dan seharusnya kalau dunia internasional memperhatikan
secara khusus, sama saja bila terjadi pd pemegang nobel perdaimaian yg lain
katakanlah pd Malala, Nelson Mandela, ataupun Aung San Suu Kyi, ataupun pd
tingkatan yg lebih rendah sedikit pd Ahok ataupun Joshua Wong.
Ahok saya pandang lebih dari seorang tahanan politik daripada kriminal penista
agama. Kesalahan beliau karena sebagai orang Tionghoa dan juga non Islam
berani2nya terjun kedalam dunia politik dan mempunyai prospek besar jadi
presiden sehingga hanya kasus omongan yg sebenarnya tidak ada apa2nya
dipolitisir dan kriminalisasi sedemikian rupa.
Tentang pengobatan di Tiongkok memang ada kemungkinan besar dalam beberapa
bidang tertentu justru lebih maju dari pengobatan dunia barat mengingat sejarah
pengobatan yg sedemikian lama, hal yg juga terbukti dgn menangnya Tu Youyou
dalam Nobel Medicine.
Yg saya angkat bukanlah masalah apakah pengobatan di Tiongkok maju atau tidak,
tetapi apakah Liu mendapat perhatian dan perawatan yg sepantasnya.
---In [email protected], <bhjo@...> wrote :
Kalau bukan di politisasi, apalagi??? Doctor from MD Anderson Cancer Center in
Houston/Texas and doctor from University of Heidelberg in Germany HAS NO
BUSSINESS to come to China to see Liu (pemberontak-teroris).
1) Di China, ada ribuan atau ratusan ribuan orang yg. kena kanker hati sebab di
China (dan juga di Asia) banyak yg. kena infeksi kronis hati (Chronic
Hepatitis) sebagai penyebab kanker hati. Kenapa mereka tidak di datangi oleh
dokter dari Amerika atau Jerman? Karena Liu pemenang Hadiah Nobel maka dia di
datangi utk. propaganda Barat. Selain itu, apakah bukan suatu diskriminasi
terhadap penderita2 kanker hati lain di China, yg. disebut saja tidak (tidak
ada harganya)?
2) Karena China banyak penderita kanker hati, belum tentu terapi di Amerika dan
Jerman lebih baik daripada di China karena dokter2 China lebih banyak
berpengalaman dalam bidang penyakit ini, terutama dibidang operasinya. Jadi
juga propaganda utk menjelekkan China.
BH Jo
---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :
Yg meminta dirawat di Jerman atau Amerika itu Liu sendiri "He said his first
preference would be Germany, but if that wasn’t workable, then the United
States would be fine, too."California pernah di-sued oleh keluarga inmate yg
meninggal dipenjara karena tidak mendapat perawatan pengobatan yg selayaknya,
di pengadilan California kalah dan akibatnya diadakan overhaul penanganan
kesehatan inmate2 itu. Saat ini masalah kesehatan diperhatikan penuh bahkan
banyak yg menyindir perawatan tingkat Kaiser Permanente bagi inmate. Masalah
sindiran itu benar atau tidak saya tidak tahu jelas, tetapi dalam pandangan
saya inmate itu tidak punya kebebasan mencari perawatan dokter atau rumah sakit
sehingga sudah selayaknya penanganan kesehatan dijamin sepenuhnya oleh negara.
Tidak tahu bagaimana dgn Tiongkok?---
The doctors, Joseph M. Herman of the University of Texas MD Anderson Cancer
Center and Markus Büchler of the University of Heidelberg, who evaluated Mr.
Liu on Saturday, said he had indicated that he wanted to be sent abroad for the
remainder of his treatment.“While a degree of risk always exists in the
movement of any patient, both physicians believe Mr. Liu can be safely
transported with appropriate medical evacuation care and support,” the doctors
said in a joint statement. They added that they were willing to provide Mr. Liu
such care.Shang Baojun, a lawyer who represented Mr. Liu at his trial in 2009
on charges of state subversion, said by phone, “He said his first preference
would be Germany, but if that wasn’t workable, then the United States would be
fine,
too.”https://www.nytimes.com/2017/07/09/world/asia/liu-xiaobo-china-cancer.html
---In [email protected], <bhjo@...> wrote :
Benar inilah kejahatan negara2 Barat dimana kematian si pemberontak-teroris
LiuXB dipolitisasi. Dia meninggal karena kanker hati. Di Amerika atau Eropa,
orang yg. kena kanker hati juga biasanya akan mati dgn. terapi apa saja. Koq
katanya mesti dirawat di Amerika atau Jerman, ya juga si pemberontak akan mati
disana. Kecuali kalau kanker/tumornya masih kecil dan belum menyebar ke organ2
lain, yg. jarang sekali terjadi (dimana terapinya adalah transplantasi hati).
BH Jo
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Yaaa jelaslah, bahwa masalah Liu Xiaobo ini dipotisasi oleh barat saja, dari
pengangkatan Hadiah Nobel, sampai kematian-nya kemarin ini. Tapi mereka TIDAK
BERHASIL melihat kenyataan kelemahan/kegagalan fatal LiuXB yang mereka usung
pejuang HAM itu! LiuXB gagal mengatasi beban pikirannya sendiri! Beban pikiran
hidup dalam penjara itulah yang membuat kena kanker dan mati-muda, ... Pertama,
sebagai pejuang HAM yang mengatas namakan kemanusiaan, jelas tokoh2 pegiat
DEMOKRASI dalam melancarkan aksi Tian An Men, 4 Juni 1989 itu, justru yang
mengabaikan kemanusiaan! TIDAK lebih dahulu mengambil keputusan MENYELAMATKAN
pendemo! Sebaliknya, justru mengambil sikap hendak mengorbankan pendemo2, darah
mereka yang meembanjiri lapangan Tian An Men untuk menekan roboh Pemerintah
Tiongkok! Itulah seruan Chai Ling, pimpinan-aksi lapangan Tian An Men, yang
menyerukan pendemo BERTAHAN, tidak mundur sampai batas ultimatum membersihkan
lapangan Tian An Men! Dan akhirnya membuat Chai Ling bertobat menjadi
Kristianis-taat, menyimpulkan seandainya saja dia ketika itu sudah mengenal
TUHAN, tentu harus lebih dahulu menyelamatkan kawan seperjuangan, membubarkan
dan mempersihkan pendemo-pendemo di lapangan Tian An Men sebelum jam ultimatum
tiba dan dengan demikian TIDAK teerjadi seorang korban pun! Itupula teriak
seorang ibu yang anaknya jadi KORBAN di Lapangan Tian An Men, pada saat Wu
Erkaisi menghibur ibu ini, jangan kalian besar-besarkan angka korban dimalam
hari itu! Makin besar angka KORBAN makin BESAR TANGGUNGJAWAB kalian! Chai Ling
sebagai Kristianis bahkan berani mengklaim, selama 25 tahun ini (memperingati
Tragedi Tian An Men ditahun 2014 – BBC), warga Tiongkok sudah lebih 100 juta
yang menganut agama Kristen! Bahkan sesumbar, yakin RRT akan berubah beradab
dengan maraknya agama Kristen didaratan TIongkok, ... dan akhirnya mengalahkan
paham komunis. Heheheee, ...Chai Ling menyembayangi korban Tian An Men.
Chai Ling ditahun 2014 – Ming Bao/Harian Ming Sayang, seribu sayang, sekalipun
tokoh2 utama Pegiat DEMOKRASI di lapangan Tian An Men ini sudah “menyadari
KESALAHAN” perjuangan mereka, tapi nampaknya BELUM ada KEBERANIAN membuat satu
KESIMPULAN bersama dimana KESALAHAN dan bagaimana seharusnya melancarkan
perjuangan dan memenangkan perjuangan mencapai TUJUAN! Hanya sekali-kali
suaranya TETAP digunakan untuk terus membakar kegiatan demokrat, khususnya
menentang pemerintah Tiongkok yang masih komunis itu! Setiap orang boleh2 saja
mempunyai pikiran/pendapat berbeda, bahkan menentang Pemerintah pusat
sekalipun. Hanya saja harus dipikirkan baik-baik bagaimana memperjuangkan dan
memenangkan dengan pengorbanan sekecil mungkin, tidak asal seruduk tanpa
mempedulikan berapa besar korban yang terjadi! Tanpa peduli mengambil jalan
BUNUH DIRI dengan tidak pedulikan berapa besar KORBAN yang jatuh! Itu namanya
membenturkan telor pada batu. Setelah jatuh korban, ... berapapun angka
sesungguhnya, kenyataan TIDAK SATU pun tokoh2 utamanya jatuh KORBAN! Semua
lolos dan akhirnya hanya mencari hidup menyelamatkan diri sendiri2 tanpa
membuat kesimpulan agar pejuang lain tidak meneruskan kesalahan mereka. Dan
ternyata kesalahan mereka itu justru yang dilanjutkan oleh pejuang DEMOKRAT di
HK denganmelancarkan aksi demo mengangkangi jalan2 utama di HK akhir tahun
2014! Masih beruntung lah pejuang2 Demokrat HK, pemerintah Pusat dan HK ketika
itu, telah merubah sikap perjuangan, TIDAK MENINDAS dengan KEKERASAN!
Membiarkan mereka kewalahan sendiri harus hidup-tidur dijalan dan akhirnya
menyerah sendiri setelah hampir 2 bulan! Kedua, Ada pendapat sementara dokter,
termasuk sinshe (dokter tradisional Tionghoa) menyatakan pikiran manusia SANGAT
menentukan KESEHATAN seseorang! Pikiran sedih, kecewa, stress, ... yang
merupakan beban pikiran berkepanjangan itulah yang mengakibatkan bermacam
penyakit! Siapa bisa mengobati dan mencegah perkembangan penyakit LiuXB? Ya,
... Liu sendirilah! Tiada obat mujarab kecuali Liu berhasil melepas beban
pikiran hidup dipenjara! Liu seorang pejuang yang tidak memperhitungkan
konsekwensi perjuangan, sikap yang dijalankan selama ini dalam melawan
Pemerintah. Setelah dijatuhi hukuman dan melewati kehidupan di penjara, jelas
Liu TIDAK berhasil melepas BEBAN PIKIRAN nya dan akibatnya kena kanker! Artinya
pengobatan sebaik apapun TIDAK akan menyembuhkan, kecuali dia diberi KEBEBASAN
diluarnegeri! Dan itu tentunya menyalahi HUKUM, ... Mengapa pihak kedokteran
Tiongkok terlambat mengetahui kanker LiuXB, diketahui setelah serius ddn dimasa
akhir? Mungkin masih bisa diperdebatkan, ... tapi pernyataan pihak RS tidak
tepat membawa Liu berobat diLN, adalah keputusan TEPAT! Buktinya tidak lebih
beberapa hari penyakit Liu merosot drastis dan mati juga! Itulah kenyataan yang
terjadi, kecuali memang menghendaki Liu mati diatas pesawat??? Bukankah dengan
begitu lebih tidak manusiawi??? Atau memang bertujuan bikin ribuuuut saja!
Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya adalah akibat KESALAHAN dirinya sendiri, ...
tidak ada yang perlu dibesarbesarkan apalagi dipuja-puji dan dihormati! Biarlah
LiuXB pergi meninggalkan dunia fana ini dengan penuh ketenangan dan seperti
abangnya menyatakan, atas nama keluarga Liu bersyukur dan berterimakasih pada
Pemerintah dan PKT tetap memperlakukannya sebagai manusia yang perlu dilayani
pengobatan dan menyelesaikan akhir-hidupnya. Salam,ChanCT From:
jonathangoeij@... [GELORA45] Sent: Sunday, July 16, 2017 1:22 AM
Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat
- 14 Juli 2017
Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru
- Bagikan artikel ini dengan Facebook
- Bagikan artikel ini dengan Twitter
- Bagikan artikel ini dengan Messenger
- Bagikan artikel ini dengan Email
- Kirim
Hak atas fotoLIU XIA / HANDOUTImage captionLiu Xiaobo meraih Nobel Perdamaian
2010. Dia meninggal dunia akibat kanker liver. Cina menghadapi berbagai kritik
dari dunia internasional atas perlakuan terhadap Liu Xiaobo, pegiat hak asasi
yang meninggal dunia pada usia 61 tahun akibat kanker liver.Komite Nobel di
Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung 'tanggung jawab besar' atas
kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada 2010.Di samping menyebut
kematian Liu "terlalu dini", Komite Nobel juga menyatakan sikap Cina yang
menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar negeri "sangat
mengganggu".Menanggapi kritik itu, pemerintah Cina menegaskan bahwa penanganan
Liu adalah urusan dalam negeri dan negara-negara lain "tidak berada dalam
posisi untuk membyat pernyataan yang tidak patut".
- Duka pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu Xiaobo
- Pembangkang Cina dibebaskan untuk berobat kanker
- Seruan agar Cina bebaskan Liu Xiaobo
Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa berobat ke
luar negeri."Cina kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara
cepat, transparan, dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui
jauh sebelumnya," kata Gabriel.Hak atas fotoHANDOUPT/AFPImage captionLiu Xiaobo
dan istrinya, Liu Xia, pada tahun 2002. Sejumlah pihak kini mendesak pemerintah
Cina membebaskan Liu Xia untuk bepergian ke luar negeri. Pernyataan senada
dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson."Liu Xiaobo seharusnya
diizinkan memilih perawatan medis di luar negeri, yang berulang kali ditolal
aparat Cina. Ini tindakan yang salah dan kini saya mendesak mereka mencabut
semua pelarangan terhadap janda Liu," kata Johnson.Pemerintah Cina melarang Liu
hijrah ke luar negeri untuk menjalani perawatan. Larangan itu disertai
pernyataan para ahli kesehatan Cina yang menegaskan bahwa dia sudah terlalu
sakit untuk melakukan perjalanan.Namun seorang dokter Jerman dan Amerika
Serikat—yang beberapa waktu lalu mengunjungi dan memeriksanya di sebuah rumah
sakit di Shenyang—berpendapat Liu Xiaobo masih mampu melakukan
perjalanan.Setelah Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis
meminta kepada Cina untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar
negeri.Permintaan ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid
Ra'ad Al Hussein, yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu
Xia."Hak atas fotoGETTYImage captionLiu Xiabo pertama kali dikenal pada masa
unjuk rasa terkenal di Lapangan Tiananmen, Beijing, tahun 1989.
'Kekuatan Barat' mempolitisasi
Pernyaan resmi Kementerian Luar Negeri Cina menyebutkan: "Penanganan kasus Liu
Xiaobo merupakan urusan dalam negeri Cina dan negara-negara asing tidak berada
dalam posisi untuk membuat pernyataan yang tidak patut".Sebagaimana dikutip
kantor berita Xinhua, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang,
menambahkan bahwa pejabat kesehatan Cina telah mengerahkan upaya penuh untuk
merawat Liu.Sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial
yang menuding 'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu.Sejumlah koresponden
mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina sangat sepi. Kantor berita
Xinhua dan CCTV hanya merilis pernyataan singkat pada situs berbahasa Inggris
bahwa Liu Xiaobo, sang 'terpidana subversif, telah meninggal dunia.Harian
Global Times yang merupakan corong Partai Komunis Cina menerbitkan editorial
berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban penyesatan" Barat."Pihak Cina
senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa kekuatan Barat selalu
mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan perawatannya sebagai
isu 'hak asasi'."Di media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah
disensor. Sejumlah komentar dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji
lilin.
#yiv6115206799 #yiv6115206799 -- #yiv6115206799ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-mkp #yiv6115206799hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mkp #yiv6115206799ads
{margin-bottom:10px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mkp .yiv6115206799ad
{padding:0 0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mkp .yiv6115206799ad p
{margin:0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mkp .yiv6115206799ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-sponsor
#yiv6115206799ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-sponsor #yiv6115206799ygrp-lc #yiv6115206799hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-sponsor #yiv6115206799ygrp-lc .yiv6115206799ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6115206799
#yiv6115206799activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6115206799
#yiv6115206799activity span {font-weight:700;}#yiv6115206799
#yiv6115206799activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv6115206799 #yiv6115206799activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6115206799 #yiv6115206799activity span
span {color:#ff7900;}#yiv6115206799 #yiv6115206799activity span
.yiv6115206799underline {text-decoration:underline;}#yiv6115206799
.yiv6115206799attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv6115206799 .yiv6115206799attach div a
{text-decoration:none;}#yiv6115206799 .yiv6115206799attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6115206799 .yiv6115206799attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6115206799 .yiv6115206799attach label a
{text-decoration:none;}#yiv6115206799 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv6115206799 .yiv6115206799bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6115206799
.yiv6115206799bold a {text-decoration:none;}#yiv6115206799 dd.yiv6115206799last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6115206799 dd.yiv6115206799last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6115206799
dd.yiv6115206799last p span.yiv6115206799yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv6115206799 div.yiv6115206799attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv6115206799 div.yiv6115206799attach-table
{width:400px;}#yiv6115206799 div.yiv6115206799file-title a, #yiv6115206799
div.yiv6115206799file-title a:active, #yiv6115206799
div.yiv6115206799file-title a:hover, #yiv6115206799 div.yiv6115206799file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6115206799 div.yiv6115206799photo-title a,
#yiv6115206799 div.yiv6115206799photo-title a:active, #yiv6115206799
div.yiv6115206799photo-title a:hover, #yiv6115206799
div.yiv6115206799photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6115206799
div#yiv6115206799ygrp-mlmsg #yiv6115206799ygrp-msg p a
span.yiv6115206799yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6115206799
.yiv6115206799green {color:#628c2a;}#yiv6115206799 .yiv6115206799MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv6115206799 o {font-size:0;}#yiv6115206799
#yiv6115206799photos div {float:left;width:72px;}#yiv6115206799
#yiv6115206799photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6115206799
#yiv6115206799photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6115206799
#yiv6115206799reco-category {font-size:77%;}#yiv6115206799
#yiv6115206799reco-desc {font-size:77%;}#yiv6115206799 .yiv6115206799replbq
{margin:4px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-mlmsg select, #yiv6115206799 input, #yiv6115206799 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-mlmsg pre, #yiv6115206799 code {font:115%
monospace;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mlmsg #yiv6115206799logo
{padding-bottom:10px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-msg
p#yiv6115206799attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-reco #yiv6115206799reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-sponsor
#yiv6115206799ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-sponsor #yiv6115206799ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-sponsor #yiv6115206799ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6115206799
#yiv6115206799ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv6115206799