Pada Senin, 17 Juli 2017 5:40, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:
 

     
Melihat diskriminasinya tentu tidak bisa seperti itu, Liu adalah seorang 
pemenang nobel, merupakan seorang extraordinary among the extraordinaries, 
lagipula Liu bukanlah kriminal melainkan tahanan politik yg "kesalahannya" 
karena mempunyai pandangan politik yg berbeda dgn pihak penguasa itu saja. 
Merupakan hal yg lumrah dan seharusnya kalau dunia internasional memperhatikan 
secara khusus, sama saja bila terjadi pd pemegang nobel perdaimaian yg lain 
katakanlah pd Malala, Nelson Mandela, ataupun Aung San Suu Kyi, ataupun pd 
tingkatan yg lebih rendah sedikit pd Ahok ataupun Joshua Wong.
Ahok saya pandang lebih dari seorang tahanan politik daripada kriminal penista 
agama. Kesalahan beliau karena sebagai orang Tionghoa dan juga non Islam 
berani2nya terjun kedalam dunia politik dan mempunyai prospek besar jadi 
presiden sehingga hanya kasus omongan yg sebenarnya tidak ada apa2nya 
dipolitisir dan kriminalisasi sedemikian rupa.
Tentang pengobatan di Tiongkok memang ada kemungkinan besar dalam beberapa 
bidang tertentu justru lebih maju dari pengobatan dunia barat mengingat sejarah 
pengobatan yg sedemikian lama, hal yg juga terbukti dgn menangnya Tu Youyou 
dalam Nobel Medicine.
Yg saya angkat bukanlah masalah apakah pengobatan di Tiongkok maju atau tidak, 
tetapi apakah Liu mendapat perhatian dan perawatan yg sepantasnya. 

---In [email protected], <bhjo@...> wrote :

Kalau bukan di politisasi, apalagi??? Doctor from MD Anderson Cancer Center in 
Houston/Texas and doctor from University of Heidelberg in Germany HAS NO 
BUSSINESS to come to China to see Liu (pemberontak-teroris).
1) Di China, ada ribuan atau ratusan ribuan orang yg. kena kanker hati sebab di 
China (dan juga di Asia) banyak yg. kena infeksi kronis hati (Chronic 
Hepatitis) sebagai penyebab kanker hati. Kenapa mereka tidak di datangi oleh 
dokter dari Amerika atau Jerman? Karena Liu pemenang Hadiah Nobel maka dia di 
datangi utk. propaganda Barat. Selain itu, apakah bukan suatu diskriminasi 
terhadap penderita2 kanker hati lain di China, yg. disebut saja tidak (tidak 
ada harganya)?
2) Karena China banyak penderita kanker hati, belum tentu terapi di Amerika dan 
Jerman lebih baik daripada di China karena dokter2 China lebih banyak 
berpengalaman dalam bidang penyakit ini, terutama dibidang operasinya. Jadi 
juga propaganda utk menjelekkan China.
BH Jo

---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :


Yg meminta dirawat di Jerman atau Amerika itu Liu sendiri "He said his first 
preference would be Germany, but if that wasn’t workable, then the United 
States would be fine, too."California pernah di-sued oleh keluarga inmate yg 
meninggal dipenjara karena tidak mendapat perawatan pengobatan yg selayaknya, 
di pengadilan California kalah dan akibatnya diadakan overhaul penanganan 
kesehatan inmate2 itu. Saat ini masalah kesehatan diperhatikan penuh bahkan 
banyak yg menyindir perawatan tingkat Kaiser Permanente bagi inmate. Masalah 
sindiran itu benar atau tidak saya tidak tahu jelas, tetapi dalam pandangan 
saya inmate itu tidak punya kebebasan mencari perawatan dokter atau rumah sakit 
sehingga sudah selayaknya penanganan kesehatan dijamin sepenuhnya oleh negara.
Tidak tahu bagaimana dgn Tiongkok?---

The doctors, Joseph M. Herman of the University of Texas MD Anderson Cancer 
Center and Markus Büchler of the University of Heidelberg, who evaluated Mr. 
Liu on Saturday, said he had indicated that he wanted to be sent abroad for the 
remainder of his treatment.“While a degree of risk always exists in the 
movement of any patient, both physicians believe Mr. Liu can be safely 
transported with appropriate medical evacuation care and support,” the doctors 
said in a joint statement. They added that they were willing to provide Mr. Liu 
such care.Shang Baojun, a lawyer who represented Mr. Liu at his trial in 2009 
on charges of state subversion, said by phone, “He said his first preference 
would be Germany, but if that wasn’t workable, then the United States would be 
fine, 
too.”https://www.nytimes.com/2017/07/09/world/asia/liu-xiaobo-china-cancer.html

---In [email protected], <bhjo@...> wrote :

Benar inilah kejahatan negara2 Barat dimana kematian si pemberontak-teroris 
LiuXB dipolitisasi. Dia meninggal karena kanker hati. Di Amerika atau Eropa, 
orang yg. kena kanker hati juga biasanya akan mati dgn. terapi apa saja. Koq 
katanya mesti dirawat di Amerika atau Jerman, ya juga si pemberontak akan mati 
disana. Kecuali kalau kanker/tumornya masih kecil dan belum menyebar ke organ2 
lain, yg. jarang sekali terjadi (dimana terapinya adalah transplantasi hati).

BH Jo

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Yaaa jelaslah, bahwa masalah Liu Xiaobo ini dipotisasi oleh barat saja, dari 
pengangkatan Hadiah Nobel, sampai kematian-nya kemarin ini. Tapi mereka TIDAK 
BERHASIL melihat kenyataan kelemahan/kegagalan fatal LiuXB yang mereka usung 
pejuang HAM itu! LiuXB gagal mengatasi beban pikirannya sendiri! Beban pikiran 
hidup dalam penjara itulah yang membuat kena kanker dan mati-muda, ... Pertama, 
sebagai pejuang HAM yang mengatas namakan kemanusiaan, jelas tokoh2 pegiat 
DEMOKRASI dalam melancarkan aksi Tian An Men, 4 Juni 1989 itu, justru yang 
mengabaikan kemanusiaan! TIDAK lebih dahulu mengambil keputusan MENYELAMATKAN 
pendemo! Sebaliknya, justru mengambil sikap hendak mengorbankan pendemo2, darah 
mereka yang meembanjiri lapangan Tian An Men untuk menekan roboh Pemerintah 
Tiongkok! Itulah seruan Chai Ling, pimpinan-aksi lapangan Tian An Men, yang 
menyerukan pendemo BERTAHAN, tidak mundur sampai batas ultimatum membersihkan 
lapangan Tian An Men! Dan akhirnya membuat Chai Ling bertobat menjadi 
Kristianis-taat, menyimpulkan seandainya saja dia ketika itu sudah mengenal 
TUHAN, tentu harus lebih dahulu menyelamatkan kawan seperjuangan, membubarkan 
dan mempersihkan pendemo-pendemo di lapangan Tian An Men sebelum jam ultimatum 
tiba dan dengan demikian TIDAK teerjadi seorang korban pun! Itupula teriak 
seorang ibu yang anaknya jadi KORBAN di Lapangan Tian An Men, pada saat Wu 
Erkaisi menghibur ibu ini, jangan kalian besar-besarkan angka korban dimalam 
hari itu! Makin besar angka KORBAN makin BESAR TANGGUNGJAWAB kalian!  Chai Ling 
sebagai Kristianis bahkan berani mengklaim, selama 25 tahun ini (memperingati 
Tragedi Tian An Men ditahun 2014 – BBC), warga Tiongkok sudah lebih 100 juta 
yang menganut agama Kristen! Bahkan sesumbar, yakin RRT akan berubah beradab 
dengan maraknya agama Kristen didaratan TIongkok, ... dan akhirnya mengalahkan 
paham komunis. Heheheee, ...Chai Ling menyembayangi korban Tian An Men.     
Chai Ling ditahun 2014 – Ming Bao/Harian Ming Sayang, seribu sayang, sekalipun 
tokoh2 utama Pegiat DEMOKRASI di lapangan Tian An Men ini sudah “menyadari 
KESALAHAN” perjuangan mereka, tapi nampaknya BELUM ada KEBERANIAN membuat satu 
KESIMPULAN bersama dimana KESALAHAN dan bagaimana seharusnya melancarkan 
perjuangan dan memenangkan perjuangan mencapai TUJUAN! Hanya sekali-kali 
suaranya TETAP digunakan untuk terus membakar kegiatan demokrat, khususnya 
menentang pemerintah Tiongkok yang masih komunis itu! Setiap orang boleh2 saja 
mempunyai pikiran/pendapat berbeda, bahkan menentang Pemerintah pusat 
sekalipun. Hanya saja harus dipikirkan baik-baik bagaimana memperjuangkan dan 
memenangkan dengan pengorbanan sekecil mungkin, tidak asal seruduk tanpa 
mempedulikan berapa besar korban yang terjadi! Tanpa peduli mengambil jalan 
BUNUH DIRI dengan tidak pedulikan berapa besar KORBAN yang jatuh! Itu namanya 
membenturkan telor pada batu. Setelah jatuh korban, ... berapapun angka 
sesungguhnya, kenyataan TIDAK SATU pun tokoh2 utamanya jatuh KORBAN! Semua 
lolos dan akhirnya hanya mencari hidup menyelamatkan diri sendiri2 tanpa 
membuat kesimpulan agar pejuang lain tidak meneruskan kesalahan mereka. Dan 
ternyata kesalahan mereka itu justru yang dilanjutkan oleh pejuang DEMOKRAT di 
HK denganmelancarkan aksi demo mengangkangi jalan2 utama di HK akhir tahun 
2014! Masih beruntung lah pejuang2 Demokrat HK, pemerintah Pusat dan HK ketika 
itu, telah merubah sikap perjuangan, TIDAK MENINDAS dengan KEKERASAN! 
Membiarkan mereka kewalahan sendiri harus hidup-tidur dijalan dan akhirnya 
menyerah sendiri setelah hampir 2 bulan!  Kedua, Ada pendapat sementara dokter, 
termasuk sinshe (dokter tradisional Tionghoa) menyatakan pikiran manusia SANGAT 
menentukan KESEHATAN seseorang! Pikiran sedih, kecewa, stress, ... yang 
merupakan beban pikiran berkepanjangan itulah yang mengakibatkan bermacam 
penyakit! Siapa bisa mengobati dan mencegah perkembangan penyakit LiuXB? Ya, 
... Liu sendirilah! Tiada obat mujarab kecuali Liu berhasil melepas beban 
pikiran hidup dipenjara! Liu seorang pejuang yang tidak memperhitungkan 
konsekwensi perjuangan, sikap yang dijalankan selama ini dalam melawan 
Pemerintah. Setelah dijatuhi hukuman dan melewati kehidupan di penjara, jelas 
Liu TIDAK berhasil melepas BEBAN PIKIRAN nya dan akibatnya kena kanker! Artinya 
pengobatan sebaik apapun TIDAK akan menyembuhkan, kecuali dia diberi KEBEBASAN 
diluarnegeri! Dan itu tentunya menyalahi HUKUM, ... Mengapa pihak kedokteran 
Tiongkok terlambat mengetahui kanker LiuXB, diketahui setelah serius ddn dimasa 
akhir? Mungkin masih bisa diperdebatkan, ... tapi pernyataan pihak RS tidak 
tepat membawa Liu berobat diLN, adalah keputusan TEPAT! Buktinya tidak lebih 
beberapa hari penyakit Liu merosot drastis dan mati juga! Itulah kenyataan yang 
terjadi, kecuali memang menghendaki Liu mati diatas pesawat??? Bukankah dengan 
begitu lebih tidak manusiawi??? Atau memang bertujuan bikin ribuuuut saja! 
Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya adalah akibat KESALAHAN dirinya sendiri, ... 
tidak ada yang perlu dibesarbesarkan apalagi dipuja-puji dan dihormati! Biarlah 
LiuXB pergi meninggalkan dunia fana ini dengan penuh ketenangan dan seperti 
abangnya menyatakan, atas nama keluarga Liu bersyukur dan berterimakasih pada 
Pemerintah dan PKT tetap memperlakukannya sebagai manusia yang perlu dilayani 
pengobatan dan menyelesaikan akhir-hidupnya.  Salam,ChanCT   From: 
jonathangoeij@... [GELORA45] Sent: Sunday, July 16, 2017 1:22 AM   


Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat
   
   -  14 Juli 2017
   
Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru    
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook  
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter  
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger  
   - Bagikan artikel ini dengan Email  
   - Kirim
Hak atas fotoLIU XIA / HANDOUTImage captionLiu Xiaobo meraih Nobel Perdamaian 
2010. Dia meninggal dunia akibat kanker liver. Cina menghadapi berbagai kritik 
dari dunia internasional atas perlakuan terhadap Liu Xiaobo, pegiat hak asasi 
yang meninggal dunia pada usia 61 tahun akibat kanker liver.Komite Nobel di 
Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung 'tanggung jawab besar' atas 
kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada 2010.Di samping menyebut 
kematian Liu "terlalu dini", Komite Nobel juga menyatakan sikap Cina yang 
menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar negeri "sangat 
mengganggu".Menanggapi kritik itu, pemerintah Cina menegaskan bahwa penanganan 
Liu adalah urusan dalam negeri dan negara-negara lain "tidak berada dalam 
posisi untuk membyat pernyataan yang tidak patut".   
   - Duka pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu Xiaobo 
   - Pembangkang Cina dibebaskan untuk berobat kanker 
   - Seruan agar Cina bebaskan Liu Xiaobo
Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa berobat ke 
luar negeri."Cina kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara 
cepat, transparan, dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui 
jauh sebelumnya," kata Gabriel.Hak atas fotoHANDOUPT/AFPImage captionLiu Xiaobo 
dan istrinya, Liu Xia, pada tahun 2002. Sejumlah pihak kini mendesak pemerintah 
Cina membebaskan Liu Xia untuk bepergian ke luar negeri. Pernyataan senada 
dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson."Liu Xiaobo seharusnya 
diizinkan memilih perawatan medis di luar negeri, yang berulang kali ditolal 
aparat Cina. Ini tindakan yang salah dan kini saya mendesak mereka mencabut 
semua pelarangan terhadap janda Liu," kata Johnson.Pemerintah Cina melarang Liu 
hijrah ke luar negeri untuk menjalani perawatan. Larangan itu disertai 
pernyataan para ahli kesehatan Cina yang menegaskan bahwa dia sudah terlalu 
sakit untuk melakukan perjalanan.Namun seorang dokter Jerman dan Amerika 
Serikat—yang beberapa waktu lalu mengunjungi dan memeriksanya di sebuah rumah 
sakit di Shenyang—berpendapat Liu Xiaobo masih mampu melakukan 
perjalanan.Setelah Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis 
meminta kepada Cina untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar 
negeri.Permintaan ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid 
Ra'ad Al Hussein, yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu 
Xia."Hak atas fotoGETTYImage captionLiu Xiabo pertama kali dikenal pada masa 
unjuk rasa terkenal di Lapangan Tiananmen, Beijing, tahun 1989. 
'Kekuatan Barat' mempolitisasi
Pernyaan resmi Kementerian Luar Negeri Cina menyebutkan: "Penanganan kasus Liu 
Xiaobo merupakan urusan dalam negeri Cina dan negara-negara asing tidak berada 
dalam posisi untuk membuat pernyataan yang tidak patut".Sebagaimana dikutip 
kantor berita Xinhua, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, 
menambahkan bahwa pejabat kesehatan Cina telah mengerahkan upaya penuh untuk 
merawat Liu.Sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial 
yang menuding 'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu.Sejumlah koresponden 
mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina sangat sepi. Kantor berita 
Xinhua dan CCTV hanya merilis pernyataan singkat pada situs berbahasa Inggris 
bahwa Liu Xiaobo, sang 'terpidana subversif, telah meninggal dunia.Harian 
Global Times yang merupakan corong Partai Komunis Cina menerbitkan editorial 
berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban penyesatan" Barat."Pihak Cina 
senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa kekuatan Barat selalu 
mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan perawatannya sebagai 
isu 'hak asasi'."Di media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah 
disensor. Sejumlah komentar dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji 
lilin.
  #yiv6115206799 #yiv6115206799 -- #yiv6115206799ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-mkp #yiv6115206799hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mkp #yiv6115206799ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mkp .yiv6115206799ad 
{padding:0 0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mkp .yiv6115206799ad p 
{margin:0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mkp .yiv6115206799ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-sponsor 
#yiv6115206799ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-sponsor #yiv6115206799ygrp-lc #yiv6115206799hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-sponsor #yiv6115206799ygrp-lc .yiv6115206799ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6115206799
 #yiv6115206799activity span {font-weight:700;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv6115206799 #yiv6115206799activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6115206799 #yiv6115206799activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv6115206799 #yiv6115206799activity span 
.yiv6115206799underline {text-decoration:underline;}#yiv6115206799 
.yiv6115206799attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv6115206799 .yiv6115206799attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv6115206799 .yiv6115206799attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6115206799 .yiv6115206799attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6115206799 .yiv6115206799attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv6115206799 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv6115206799 .yiv6115206799bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6115206799 
.yiv6115206799bold a {text-decoration:none;}#yiv6115206799 dd.yiv6115206799last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6115206799 dd.yiv6115206799last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6115206799 
dd.yiv6115206799last p span.yiv6115206799yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv6115206799 div.yiv6115206799attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv6115206799 div.yiv6115206799attach-table 
{width:400px;}#yiv6115206799 div.yiv6115206799file-title a, #yiv6115206799 
div.yiv6115206799file-title a:active, #yiv6115206799 
div.yiv6115206799file-title a:hover, #yiv6115206799 div.yiv6115206799file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6115206799 div.yiv6115206799photo-title a, 
#yiv6115206799 div.yiv6115206799photo-title a:active, #yiv6115206799 
div.yiv6115206799photo-title a:hover, #yiv6115206799 
div.yiv6115206799photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6115206799 
div#yiv6115206799ygrp-mlmsg #yiv6115206799ygrp-msg p a 
span.yiv6115206799yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6115206799 
.yiv6115206799green {color:#628c2a;}#yiv6115206799 .yiv6115206799MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv6115206799 o {font-size:0;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799photos div {float:left;width:72px;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6115206799
 #yiv6115206799reco-category {font-size:77%;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799reco-desc {font-size:77%;}#yiv6115206799 .yiv6115206799replbq 
{margin:4px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-mlmsg select, #yiv6115206799 input, #yiv6115206799 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-mlmsg pre, #yiv6115206799 code {font:115% 
monospace;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-mlmsg #yiv6115206799logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-msg 
p#yiv6115206799attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-reco #yiv6115206799reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-sponsor 
#yiv6115206799ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-sponsor #yiv6115206799ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-sponsor #yiv6115206799ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv6115206799 #yiv6115206799ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6115206799 
#yiv6115206799ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv6115206799 

   

Kirim email ke