Yaaa jelaslah, bahwa masalah Liu Xiaobo ini dipotisasi oleh barat saja, dari 
pengangkatan Hadiah Nobel, sampai kematian-nya kemarin ini. Tapi mereka TIDAK 
BERHASIL melihat kenyataan kelemahan/kegagalan fatal LiuXB yang mereka usung 
pejuang HAM itu! LiuXB gagal mengatasi beban pikirannya sendiri! Beban pikiran 
hidup dalam penjara itulah yang membuat kena kanker dan mati-muda, ...

Pertama, sebagai pejuang HAM yang mengatas namakan kemanusiaan, jelas tokoh2 
pegiat DEMOKRASI dalam melancarkan aksi Tian An Men, 4 Juni 1989 itu, justru 
yang mengabaikan kemanusiaan! TIDAK lebih dahulu mengambil keputusan 
MENYELAMATKAN pendemo! Sebaliknya, justru mengambil sikap hendak mengorbankan 
pendemo2, darah mereka yang meembanjiri lapangan Tian An Men untuk menekan 
roboh Pemerintah Tiongkok! Itulah seruan Chai Ling, pimpinan-aksi lapangan Tian 
An Men, yang menyerukan pendemo BERTAHAN, tidak mundur sampai batas ultimatum 
membersihkan lapangan Tian An Men! Dan akhirnya membuat Chai Ling bertobat 
menjadi Kristianis-taat, menyimpulkan seandainya saja dia ketika itu sudah 
mengenal TUHAN, tentu harus lebih dahulu menyelamatkan kawan seperjuangan, 
membubarkan dan mempersihkan pendemo-pendemo di lapangan Tian An Men sebelum 
jam ultimatum tiba dan dengan demikian TIDAK teerjadi seorang korban pun! 
Itupula teriak seorang ibu yang anaknya jadi KORBAN di Lapangan Tian An Men, 
pada saat Wu Erkaisi menghibur ibu ini, jangan kalian besar-besarkan angka 
korban dimalam hari itu! Makin besar angka KORBAN makin BESAR TANGGUNGJAWAB 
kalian! 

Chai Ling sebagai Kristianis bahkan berani mengklaim, selama 25 tahun ini 
(memperingati Tragedi Tian An Men ditahun 2014 – BBC), warga Tiongkok sudah 
lebih 100 juta yang menganut agama Kristen! Bahkan sesumbar, yakin RRT akan 
berubah beradab dengan maraknya agama Kristen didaratan TIongkok, ... dan 
akhirnya mengalahkan paham komunis. Heheheee, ...
Chai Ling menyembayangi korban Tian An Men.     Chai Ling ditahun 2014 – Ming 
Bao/Harian Ming

Sayang, seribu sayang, sekalipun tokoh2 utama Pegiat DEMOKRASI di lapangan Tian 
An Men ini sudah “menyadari KESALAHAN” perjuangan mereka, tapi nampaknya BELUM 
ada KEBERANIAN membuat satu KESIMPULAN bersama dimana KESALAHAN dan bagaimana 
seharusnya melancarkan perjuangan dan memenangkan perjuangan mencapai TUJUAN! 
Hanya sekali-kali suaranya TETAP digunakan untuk terus membakar kegiatan 
demokrat, khususnya menentang pemerintah Tiongkok yang masih komunis itu!

Setiap orang boleh2 saja mempunyai pikiran/pendapat berbeda, bahkan menentang 
Pemerintah pusat sekalipun. Hanya saja harus dipikirkan baik-baik bagaimana 
memperjuangkan dan memenangkan dengan pengorbanan sekecil mungkin, tidak asal 
seruduk tanpa mempedulikan berapa besar korban yang terjadi! Tanpa peduli 
mengambil jalan BUNUH DIRI dengan tidak pedulikan berapa besar KORBAN yang 
jatuh! Itu namanya membenturkan telor pada batu. Setelah jatuh korban, ... 
berapapun angka sesungguhnya, kenyataan TIDAK SATU pun tokoh2 utamanya jatuh 
KORBAN! Semua lolos dan akhirnya hanya mencari hidup menyelamatkan diri 
sendiri2 tanpa membuat kesimpulan agar pejuang lain tidak meneruskan kesalahan 
mereka. Dan ternyata kesalahan mereka itu justru yang dilanjutkan oleh pejuang 
DEMOKRAT di HK denganmelancarkan aksi demo mengangkangi jalan2 utama di HK 
akhir tahun 2014! Masih beruntung lah pejuang2 Demokrat HK, pemerintah Pusat 
dan HK ketika itu, telah merubah sikap perjuangan, TIDAK MENINDAS dengan 
KEKERASAN! Membiarkan mereka kewalahan sendiri harus hidup-tidur dijalan dan 
akhirnya menyerah sendiri setelah hampir 2 bulan! 

Kedua, Ada pendapat sementara dokter, termasuk sinshe (dokter tradisional 
Tionghoa) menyatakan pikiran manusia SANGAT menentukan KESEHATAN seseorang! 
Pikiran sedih, kecewa, stress, ... yang merupakan beban pikiran berkepanjangan 
itulah yang mengakibatkan bermacam penyakit! Siapa bisa mengobati dan mencegah 
perkembangan penyakit LiuXB? Ya, ... Liu sendirilah! Tiada obat mujarab kecuali 
Liu berhasil melepas beban pikiran hidup dipenjara! Liu seorang pejuang yang 
tidak memperhitungkan konsekwensi perjuangan, sikap yang dijalankan selama ini 
dalam melawan Pemerintah. Setelah dijatuhi hukuman dan melewati kehidupan di 
penjara, jelas Liu TIDAK berhasil melepas BEBAN PIKIRAN nya dan akibatnya kena 
kanker! Artinya pengobatan sebaik apapun TIDAK akan menyembuhkan, kecuali dia 
diberi KEBEBASAN diluarnegeri! Dan itu tentunya menyalahi HUKUM, ...

Mengapa pihak kedokteran Tiongkok terlambat mengetahui kanker LiuXB, diketahui 
setelah serius ddn dimasa akhir? Mungkin masih bisa diperdebatkan, ... tapi 
pernyataan pihak RS tidak tepat membawa Liu berobat diLN, adalah keputusan 
TEPAT! Buktinya tidak lebih beberapa hari penyakit Liu merosot drastis dan mati 
juga! Itulah kenyataan yang terjadi, kecuali memang menghendaki Liu mati diatas 
pesawat??? Bukankah dengan begitu lebih tidak manusiawi??? Atau memang 
bertujuan bikin ribuuuut saja!

Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya adalah akibat KESALAHAN dirinya sendiri, ... 
tidak ada yang perlu dibesarbesarkan apalagi dipuja-puji dan dihormati! Biarlah 
LiuXB pergi meninggalkan dunia fana ini dengan penuh ketenangan dan seperti 
abangnya menyatakan, atas nama keluarga Liu bersyukur dan berterimakasih pada 
Pemerintah dan PKT tetap memperlakukannya sebagai manusia yang perlu dilayani 
pengobatan dan menyelesaikan akhir-hidupnya. 

Salam,
ChanCT



From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, July 16, 2017 1:22 AM

  







Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat
  a.. 14 Juli 2017Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru a.. Bagikan 
artikel ini dengan Facebook  a.. Bagikan artikel ini dengan Twitter  a.. 
Bagikan artikel ini dengan Messenger  a.. Bagikan artikel ini dengan Email  a.. 
Kirim
Hak atas fotoLIU XIA / HANDOUTImage captionLiu Xiaobo meraih Nobel Perdamaian 
2010. Dia meninggal dunia akibat kanker liver. 
Cina menghadapi berbagai kritik dari dunia internasional atas perlakuan 
terhadap Liu Xiaobo, pegiat hak asasi yang meninggal dunia pada usia 61 tahun 
akibat kanker liver.

Komite Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung 'tanggung jawab 
besar' atas kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada 2010.

Di samping menyebut kematian Liu "terlalu dini", Komite Nobel juga menyatakan 
sikap Cina yang menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar negeri "sangat 
mengganggu".

Menanggapi kritik itu, pemerintah Cina menegaskan bahwa penanganan Liu adalah 
urusan dalam negeri dan negara-negara lain "tidak berada dalam posisi untuk 
membyat pernyataan yang tidak patut".

  a.. Duka pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu Xiaobo 
  b.. Pembangkang Cina dibebaskan untuk berobat kanker 
  c.. Seruan agar Cina bebaskan Liu Xiaobo
Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa berobat ke 
luar negeri.

"Cina kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara cepat, 
transparan, dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui jauh 
sebelumnya," kata Gabriel.

Hak atas fotoHANDOUPT/AFPImage captionLiu Xiaobo dan istrinya, Liu Xia, pada 
tahun 2002. Sejumlah pihak kini mendesak pemerintah Cina membebaskan Liu Xia 
untuk bepergian ke luar negeri. 
Pernyataan senada dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson.

"Liu Xiaobo seharusnya diizinkan memilih perawatan medis di luar negeri, yang 
berulang kali ditolal aparat Cina. Ini tindakan yang salah dan kini saya 
mendesak mereka mencabut semua pelarangan terhadap janda Liu," kata Johnson.

Pemerintah Cina melarang Liu hijrah ke luar negeri untuk menjalani perawatan. 
Larangan itu disertai pernyataan para ahli kesehatan Cina yang menegaskan bahwa 
dia sudah terlalu sakit untuk melakukan perjalanan.

Namun seorang dokter Jerman dan Amerika Serikat—yang beberapa waktu lalu 
mengunjungi dan memeriksanya di sebuah rumah sakit di Shenyang—berpendapat Liu 
Xiaobo masih mampu melakukan perjalanan.

Setelah Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis meminta 
kepada Cina untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar negeri.

Permintaan ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid Ra'ad Al 
Hussein, yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu Xia."

Hak atas fotoGETTYImage captionLiu Xiabo pertama kali dikenal pada masa unjuk 
rasa terkenal di Lapangan Tiananmen, Beijing, tahun 1989. 
'Kekuatan Barat' mempolitisasi
Pernyaan resmi Kementerian Luar Negeri Cina menyebutkan: "Penanganan kasus Liu 
Xiaobo merupakan urusan dalam negeri Cina dan negara-negara asing tidak berada 
dalam posisi untuk membuat pernyataan yang tidak patut".

Sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua, juru bicara Kementerian Luar Negeri 
Cina, Geng Shuang, menambahkan bahwa pejabat kesehatan Cina telah mengerahkan 
upaya penuh untuk merawat Liu.

Sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial yang menuding 
'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu.

Sejumlah koresponden mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina sangat 
sepi. Kantor berita Xinhua dan CCTV hanya merilis pernyataan singkat pada situs 
berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo, sang 'terpidana subversif, telah meninggal 
dunia.

Harian Global Times yang merupakan corong Partai Komunis Cina menerbitkan 
editorial berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban penyesatan" Barat.

"Pihak Cina senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa kekuatan 
Barat selalu mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan 
perawatannya sebagai isu 'hak asasi'."

Di media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah disensor. Sejumlah 
komentar dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji lilin.




Kirim email ke