Pemakaian kata "dibawah ekspektasi" ini apakah bahasa halus untuk menyebut 
pertumbuhan ekonomi menurun?
---
BPS Akui Pertumbuhan Ekonomi Masih di Bawah Ekspektasi

Disfiyant GlienmourinsieSenin, 7 Agustus 2017 - 17:55 WIB

Gedung Badan Pusat Statistik. Foto/SINDOnews

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai, realisasi pertumbuhan ekonomi 
Indonesia di kuartal II tahun 2017 sebesar 5,01% masih di bawah ekspektasi. 
Banyak yang mengharapkan ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari itu. 

Namun demikian, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, angka ini dinilai 
cukup tinggi "Saya musti bilang, meskipun masih di bawah ekspektasi, tapi ini 
sudah lumayan bagus ya (5,01%)," ujar Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto di Kantor 
BPS, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Dari pemerintah pun, target pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,1%. 
Kemudian ketika pengajuan APBN Perubahan 2017, target dinaikkan menjadi 5,2%. 

"Maka agar target tersebut bisa dicapai, pastinya untuk tiap kuartal, harus 
tumbuh 5,2%," ujarnya. 

Dia menyebutkan, perekonomian Indonesia yang sebesar 5,01% di kuartal II 2017 
ini masih di bawah pertumbuhan ekonomi China yang sebesar 6,9%, namun di atas 
pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) sebesar 2,1%, Singapura yang sebesar 
2,5%, bahkan perekonomian Korea Selatan yang tumbuh melambat dari 3,4% menjadi 
2,5%.

"Jadi meskipun tidak sesuai ekspektasi, namun masih lebih tinggi dari beberapa 
negara yang telah disebutkan," tambahnya.

Suhariyanto menambahkan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke 
depan, bukan hanya pemerintah yang harus menjaganya, melainkan juga seluruh 
pemangku kepentingan atau stakeholder dengan seksama memperhatikan 
kendala-kendala yang dihadapi.

"Ini kita lihat, jika trennya bagus, meskipun komoditas landai dan berada di 
titik terendahnya di 2015 sebesar 4,88%, 2016 sebesar 5,02%, maka untuk 2017 
kita berharap ke depannya harus lebih bagus," tutup dia. 



(ven)

Kirim email ke