http://politik.rmol.co/read/2017/08/13/302820/Abu-Bakar-Baasyir-Bisa-Berobat-Berkat-Bantuan-Wapres-JK-



Abu Bakar Ba'asyir Bisa Berobat Berkat Bantuan Wapres JK

*Politik*  MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 , 05:20:00 WIB | *LAPORAN*: TANGGUH
SIPRIA RIANG





*RMOL.* Tim dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sempat
menemui Wakil Presiden (Warpres) RI Jusuf Kala (JK), bulan Juli lalu.
Tujuannya, untuk mengajukan permohonan Medical Check Up (MCU) terhadap Abu
Bakar Ba'asyir (ABB).

Berita Terkait
<http://politik.rmol.co/read/2017/08/13/302820/Abu-Bakar-Baasyir-Bisa-Berobat-Berkat-Bantuan-Wapres-JK-#>

Novel Dibela JK
<http://politik.rmol.co/read/2017/08/09/302245/Novel-Dibela-JK->

Terinpirasi Cara Masjid, JK Usulkan Dana Desa Diumumkan Di Rumah Ibadah
<http://politik.rmol.co/read/2017/08/08/302135/Terinpirasi-Cara-Masjid,-JK-Usulkan-Dana-Desa-Diumumkan-Di-Rumah-Ibadah->

Novel Tak Kooperatif Dengan Poilisi, JK: Dia Kan Masih Sakit
<http://hukum.rmol.co/read/2017/08/08/302126/Novel-Tak-Kooperatif-Dengan-Poilisi,-JK:-Dia-Kan-Masih-Sakit->

<http://malambudaya.rmol.co/>
"Prosesnya, agak panjang. Kita (tim dokter) temui Wapres, minta tolong
dimudahkan proses MCU. Seandainya diajukan via surat, bisa-bisa mentok.
Biasalah, kan birokrasi," ungkap Ketua Tim dokter MER-C Joserizal Jurnalis
usai konferensi pers di kantor pusat MER-C, Sabtu (12/8).

Setelah di ACC JK, tim dokter pun merujuk ABB ke Rumah Sakit Jantung
Harapan Kita (RS-JHK), Rabu (9/8) sore. Terpidana kasus terorisme itu juga
dikawal ketat pengamanan bersenjata lengkap.

"Jadi, beliau (ABB) berangkat, Rabu sore. Dikawal MER-C, juga aparat
keamanan," terang Rizal.

Saat itu, Rizal sempat meminta pihak keamanan dapat bersikap low profile.
Mengingat, Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu hanya melakukan
MCU biasa.

"Saya minta, aparat low profile. Tidak pakai perlengkapan, Baracuda dan
lainnya. Tujuannya, agar tidak menggangu pasien lain di RS-JHK. Karena
hanya MCU," urai Rizal.

Aparat, lanjutnya, disarankan mengenakan setelan ala agen ala Amerika
Serikat. Seperti, Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Central
Intelligence Agency (CIA). Cukup dengan jas dan senjata yang tidak terlalu
mencolok.

Selama di rumah sakit, ABB justru mendapat pengawalan dari pihak lapas
selayaknya narapidana super maximum security.

Aparat justru mengenakan atribut lengkap, helm, rompi anti peluru serta
senjata laras panjang. Termasuk saat menjaga area luar kamar tempat ABB
dirawat.

"Tapi, apa boleh buat. Malah dikawal laras panjang saat (mengamankan) di
kamar ustad. Mungkin, (aparat jaga) perlu kita ajak ke Lebanon," sesalnya.

Seperti diketahui, ABB menjalani MCU, Kamis (10/8). Dokter mendiagnosa, ada
gangguan aliran darah balik yang tersumbat hingga menyebabkan kakinya
membengkak. Seperti yang dikeluhkannya selama di Lapas Gunung Sindur,
Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil MCU, ABB juga mengalami diagnosa pada jantung dan fungsi
abdomen lainnya. Namun, ABB tetap diijinkan untuk rawat jalan. Dengan
catatan harus kontrol kembali bulan depan.*[san]*

Kirim email ke