Di pabrik di negeri Belanda max. 80 decibel. lebih dari itu orang harus
pakai penutup telinga.

2017-08-22 12:19 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
>
> *Di NKRI tidak ada polusi suara, yang ada ialah pertandingan suara keras,
> selain itu karena *
>
> *jauh dari taman surga maka suara harus dikeraskan sebesar-besar agar
> terdengar di Firdaus.*
>
> 2017-08-22 11:30 GMT+02:00 'j.gedearka' [email protected]
> [nasional-list] <[email protected]>:
>
>>
>> [Attachment(s) <#m_8496959712913933339_m_-3931097393213023424_TopText>
>> from j.gedearka included below]
>>
>>
>>
>> http://www.antaranews.com/berita/648118/pelantang-suara-mesj
>> id-di-qinghai-diturunkan-hindari-polusi-suara
>>
>> *Pelantang suara mesjid di Qinghai diturunkan * *hindari polusi suara*
>> Selasa, 22 Agustus 2017 14:57 WIB | 595 Views
>> Pewarta: M Irfan Ilmie
>> [image: Pelantang suara mesjid di Qinghai diturunkan hindari polusi suara]
>> Ilustrasi mesjid. (wikipedia.org)
>> Beijing (ANTARA News) - Pemerintah Kota Otonomi Hualong, Provinsi
>> Qinghai, China, menurunkan lebih dari 1.000 unit pelantang atau pengeras
>> suara dari sejumlah masjid guna menghindari polusi suara, demikian laporan
>> media lokal, Haidong Times.
>>
>> Sejumlah pelantang itu diturunkan dari 355 masjid di kota wilayah barat
>> laut daratan Tiongkok yang mayoritas penduduknya muslim itu dalam waktu
>> tiga hari, demikian laporan Haidong Times, Jumat (18/8), yang belakangan
>> sudah dihapus itu namun menurut Global Times cuplikan gambar (
>> *screenshot*) laporan itu masih beredar dalam jaringan.
>>
>> Jajaran pemerintah Hualong bersama-sama Asosiasi Islam di China (CIA)
>> setempat mengatasi persoalan polusi suara dari sejumlah masjid.
>>
>> Pengawas lingkungan pemerintah daerah setempat menerima keluhan atau
>> komplain dari warga masyarakat terkait polusi suara yang ditimbulkan
>> pelantang di beberapa masjid pada tahun ini, demikian Global Times, di
>> Beijing, Selasa.
>>
>> Pemerintah Distrik Ledu, Kota Haidong, pada bulan ini memublikasikan
>> imbauan pengawas setempat mengenai kasus polusi suara di salah satu masjid
>> di Niambo, terutama pada malam hari.
>>
>> Keluhan lain mengenai polusi suara di wilayah barat laut China itu pada
>> tahun ini semakin banyak.
>>
>> Warga yang tinggal di dekat masjid mengeluhkan suara azan Subuh dan dalam
>> beberapa kasus dianggap memperburuk kondisi penderita penyakit jantung.
>>
>> Lembaga perlindungan sosial masyarakat biasannya langsung bertindak untuk
>> mengatasi hal itu.
>>
>> Menjalankan ibadah tidak dilarang dan umat Islam di segala penjuru
>> daratan China dapat dengan bebas mengerjakan ritual keagamaan, demikian
>> menurut harian milik partai berkuasa di China itu.
>>
>> Penurunan pelantang di Hualong itu memang menimbulkan kekecewaan dari
>> beberapa pemeluk agama Islam, namun beberapa pengguna internet menyambut
>> positif solusi mengatasi polusi suara itu dan mendorong pemerintah daerah
>> setempat bertindak adil.
>>
>> Global Times mendapati penggunaan pelantang suara telah menimbulkan
>> kontroversi di sejumlah negara, termasuk negara Islam atau negara
>> berpenduduk mayoritas muslim.
>>
>> Bahkan harian tersebut mengutip laporan Kantor Berita AFP bahwa pada 2012
>> Wakil Presiden RI Boediono menyerukan penurunan pelantang di masjid setelah
>> adanya keluhan dari masyarakat sekitar.
>>
>> Pemerintah Arab Saudi melarang masjid menggunakan pelantang pada shalat
>> malam bulan Ramadhan tahun 2012 sebagaimana laporan Arab News.
>>
>> Sementara itu, di beberapa mesjid di Kota Beijing, pelantang suaranya
>> hanya terdengar jemaah yang berada di dalam bangunan utama masjid. Kalaupun
>> muazin menyuarakan azan di luar pintu utama bangunan mesjid, maka suara
>> pelantang hanya terdengar di bagian dalam saja.
>>
>> Apalagi rata-rata halaman mesjid di Beijing sangat luas dan dikelilingi
>> pagar tinggi sehingga jangan harap Anda yang berada di luar areal masjid
>> akan mendengarkan suara azan dan ritual lainnya.
>>
>> Editor: Ade Marboen
>>
>> COPYRIGHT © ANTARA 2017
>>
>>
>>
>>
>>
> 
>

Kirim email ke