Boleh juga sesekali mewakili Jokowi. 

Jadi, begini, rezim pilihan 37% DPT pilpres ini memang pengin 
mencetak petani-petani priyayi sebagaimana diprogramkan menteri 
kami:
"Generasi sekarang gengsi kalau turun ke sawah. Kita harus 
ajak mereka, tidak menyentuh tanah tapi bisa bertani" ...
mekanisasi pertanian
  
|    |  
Mentan: mekanisasi pertanian turunkan b...
  |  |

 


--- jetaimemucho1@... wrote:
    Nah, ini reaksi Roy Murtadho terhadap sindiran Jokowi.
Dalam pidatonya di IPB, presiden mengeluhkan banyaknya mahasiswa IPB yang kerja 
sektor perbankan ketimbang terjun di sektor pertanian."Terus yang ingin jadi 
petani siapa? Ini pertanyaan yang harus dijawab oleh mahasiswa-mahasiswa. Harus 
saya sampaikan apa adanya karena itu data yang saya peroleh" kata 
Jokowi.Harusnya, pertanyaan tadi bukan untuk mahasiswa IPB tapi untuk pak 
Jokowi sendiri. Jokowi sendiri yang harusnya nenjawabnya. Bukan mahasiwa. Maka 
pertanyaan kami begini: mengapa petani yang sudah bekerja sebagai petani justru 
lahannya dirampas dengan dalih pembangunan? Bahkan dibedol desanya dibikin 
bandara seperti di Sukamulya Majalengka dan di Kulonprogo. Mengapa masyarakat 
sekitar gunung Kendeng yang selama ini hidup bertani justru dirusak sumber 
airnya dengan bangun pabrik semen pak presiden?
Nah, ada yang mau mewakili Jokowi untuk jawab pertanyaan Roy Murtadho???    
 On Wednesday, September 6, 2017 8:22 PM, Jonathan Goeij wrote:
Sindiran Jokowi memang ada benarnya dan perlu dikembangkan seperti "Lulusan 
Fakultas Kehutanan UGM kok jadi pengusaha mebel", "kok jadi walikota, gubernur, 
terus presiden", "setelah lulusan Fakultas Kehutanan jadi presiden kok hutan 
makin gundul, kebakaran hutan makin marak, hutan malih rupa jadi kelapa sawit" 
dlsb.
--- tmaslam.2007@... wrote :



|  Disayangkan memang, kenapa pertanian di Indonesia tidak maju, antara lain 
dikarenakan banyak bidang pertanian yang tidak diolah oleh  para pakar 
pertanian, demikian ujar salah seorang teman dosen pertanian di Universitas 
Surabaya. Sindiran Jokowi ada benarnya. salam, Titiek Maslam 
-------Oorspronkelijk bericht------- Van: djiekh@... 
 Perusahan pertanian yang mengkhusukan diri di bidang penyilangan, memprodusir 
bibit2 unggul seperti padi, kentang, brambang, jagung, singkong, sayur mayur 
dll. diperlukan sekali. Dengan keadaan sekarang, dengan tanah pertanian yang 
sempit, diperlukan bibit unggul, pupuk, air untuk dapat mencukupi penghasilan 
petani.Teman saya, lulusan Hukum internasional, tetapi waktu kecil suka 
membantu ibunya merangkai bunga, setelah pensiun, belajar pada Greg Hambali 
cara2 melakukan penyilangan. Berhasil membuat jenis2 baru, smpai dia tanam di 
kebun Botani Singapore. Yang tanam pegawainya. Dia sendiri hanya bisa nyewa 
tanah 3000 m2 milik Jawatan kereta api. Tapi dia bisa export ke beberapa 
negeri.Tentang Greg Hambali 
:http://ipbmag.ipb.ac.id/profilalumni/9baca6a351104ac876defdd0fbabf1ab/Gregori-Garnadi-Hambali-Penemu-Aglaonema-Varietas-Baru-The-Pride-of-SumatraBudi
 Darmawan ( Ir. kwik Kian Djien, Mesin ITB), adik Kwik Kian Gie, setelah 
pensiun merintis produksi bibit unggul di Bawen 
:http://nasional.kompas.com/read/2009/07/30/03225613/twitter.com

On 6 September 2017 at 12:11, jetaimemucho1@... wrote:
 Lha wong yang betul-betul tani juga tanahnya pada dirampasin!!! Bukan karena 
masalah perusahaan pertanian yang besar-besar. Justru itu belum/tidak 
diperlukan sekarang. Yang diperlukan adalah tanah buat mereka yang menggarap, 
reforma agraria sejati sehingga tak perlu import makanan yang bisa dihasilkan 
di tanah Indonesia sendiri. Mengembalikan/memulihkan jenis tanaman yang sedang 
dalam proses menghilang

On Wednesday, September 6, 2017 11:57 AM, djiekh@... wrote:
Apa artinya lebih gampang dapat kerja dengan gaji tinggi di Bank,dan sulit 
dapat kerja di bidang pertanian ? Karena belum adaperusahaan pertanian yang 
besar besar ?
2017-09-06 7:59 GMT+02:00 j.gedearka@... :
http://nasional.kompas.com/ read/2017/09/06/10270321/ 
jokowi-sindir-lulusan-ipb- banyak-kerja-di-bank-jadi-petani-siapa

Jokowi Sindir Lulusan IPB Banyak Kerja di 


Bank, Jadi Petani Siapa?
IhsanuddinKompas.com - 06/09/2017, 10:27 WIBPresiden Joko Widodo berpidato 
dalam sidang terbuka Dies Natalis IPB di Kampus IPB, Bogor, Rabu 
(6/9/2017).(KOMPAS.com/ IHSANUDDIN)
BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyindir banyaknya lulusan Institut 
Pertanian Bogor (IPB) yang bekerja di dunia perbankan.Sindiran ini disampaikan 
Jokowi dalam Sidang Terbuka Dies Natalis IPB ke-54 di Kampus IPB, Bogor, Rabu 
(6/9/2017).Hadir dalam acara tersebut ribuan mahasiswa, dosen hingga rektor 
IPB."Maaf Pak Rektor. Tapi mahasiswa (lulusan) IPB banyak yang kerja di Bank," 
kata Jokowi disambut tawa sejumlah mahasiswa yang hadir.Jokowi mengaku sudah 
mengecek sendiri di jajaran direksi perbankan Badan Usaha Milik Negara 
(BUMN).Sangat banyak lulusan IPB bekerja di sana, mulai dari level direksi 
hingga manajer tengah."Terus yang ingin jadi petani siapa? Ini pertanyaan yang 
harus dijawab oleh mahasiswa-mahasiswa. Harus saya sampaikan apa adanya karena 
itu data yang saya peroleh," kata Jokowi.Jokowi mengatakan, harusnya mahasiswa 
lulusan IPB bisa bekerja untuk sektor pertanian yang lebih modern.Mahasiswa 
bisa menggunakan teknologi terkini seperti Google Earth hingga drone untuk 
mengembangkan sektor pertanian."Siapa yang bisa melakukan ini? Yang hadir 
disini semuanya. Mahasiswa dengan pemikiran modern, mau terjun ke lapangan, 
kerja di sawah dan pertanian," kata Jokowi.PenulisIhsanuddinEditorSandro Gatra
 |
| 
| 
 | 
 |

 |

     

Kirim email ke