Muslim Rohingya itu ditolak utk kembali ke bangladesh. Makanya mereka lari ke Thailand, filipina, Indonesia. Malahan pemerintah Bangladesh propose kerja sama militer utk membantu Burma dalam memerangi pemberontakan di arakan di propinsi/state Rakhine diantara Bengali (india) dan Bangladesh.
Orang Rohingya itu beragama sunni dan sufi serta berbahasa Rohingya yg berasal dari Bangladesh dan berakar ke bhs Bengali sekarang ini. Mereka tidak ngomong Bahasa Burma krn memang dari dulu mereka ini illegal immigrant dan tidak dimasukkan kedalam kehidupan sehari2 Burma baik sekolah, kesehatan dll. Makanya jangan heran ya sekolahnya belajar agama Islam dan ini hanya bisa terjadi di masjid dan madrasah. Kasihan memang kalau sudah jadi orang pinggiran. Arakan rohingya salvation army (ARSA), dulu dikenal sbg the al yaqeen faith movement itu sebetulnya bisa dilacak asal usulnya sejak 1946 dimana ada pemimpin Islam minta tolong sama M. ali jinnah founder Pakistan utk aneksasi bbrp kota yg sekarang Bangladesh. Ini formal gerakannya berdiri. Tetapi orang Bangladesh/india Islam ini sudah masuk kedaerah Burma sejak lama sekali. Ada yg bilang sejak abad 15. Sejak 1946 inilah terjadi ketegangan antara Burma dan kelompok separatis ini. Jadi ini sebetulnya masalah social politik bukan masalah agama. Masalah pendatang yg mayoritas beragama Islam (orang Rohingya itu juga ada yg beragama budha) masuk ke burma yg mayoritas budha. Masalah ini diperparah oleh penjajah inggris sampai sekarang. Ditangan Aung San Suu Kyi menjadi sorotan. Tetapi bagaimanapun orang Rohingya ini harus diselesaikan secara humanity walaupun social politik susah dipecahkan. Dengan masuknya PBB yg diperbolehkan oleh Aung San Suu Kyi, mestinya akan lebih membaik kedepannya. Hanya saja memang media berat sebelah melihat masalah Rohingya ini sbg masalah agama. Identiknya di RI, ya seperti kasus TNI vs GAM dan TNI vs OPM, jadi sekali lagi bukan masalah agama yg banyak didengungkan oleh orang Indonesia seperti Yusril dll. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, September 7, 2017 1:00 AM To: undisclosed-recipients: Subject: [GELORA45] Rohingya Dai milis lain : Teman2, Terima kasih atas tanggapan anda. Aungsan Suukyi dengan keluarganya sudah selama ber-tahun2 menderita mendapatkan tekananan dari junta militer Myanmar. Kalo tidak begitu, tentu dia tidak akan pernah dihadiahi Hadiah Nobel. Sekarang waktu ia pegang sebagian kendali kekuasaan di Myanmar, apakah ia juga akan bertindak melakukan kekerasan sepereti yang dahulu ia rasakan? Hanya Tuhan yang tahu. Dalam suasana simpang siur dimana kantor2 kerita meluncurkan berita2, tentu saja ada yang membawa misi dan pesan pihak2 tertentu. Namun demikian, kalo memang mau, kita bisa coba menganalisa situasi dan mendapatkan berita2 dari keduabelah pihak, sepanjang kita tidak pake kacamata bewarna, sepanjang kita tidak punya prasangka/prejudice. Yang banyak sekarang ini ialah yang berita yang memojokkan Myanmar dengan Aungsan Suukyii-nya sampai ada yang meminta dia mengembalikan Hadiah Nobelnya, tapi hanya sedikit yang membuka fakta bakan adanya tindak terrorisme yang dilakukan oleh Arakan Rohingya Salvation Army. Aku belum pernah baca ada orang yang meminta Obama mengenbalikan hadiah Nobelnya setelah ia membunuh banyak sekali orang2 sipil di Pakistan dengan drone. Maklum saja, kalo mass media dunia dikuasai oleh media Barat. Berikut ini berit yang aku baca di koran Kompas pagi ini dan juga dari cyber media: SUU KYII MENGECAM DISINFORMASI <https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20170907/281496456435201> https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20170907/281496456435201 Aung San Suu Kyi Blames Misinformation as Myanmar’s Rohingya Exodus Worsens http://time.com/4928726/aung-san-suu-kyi-myanmar-rohingya-misinformation/ Fake 'Rohingya' - Easy Asylum https://www.youtube.com/watch?v=MoluRS-6g2I Burmese Muslim Lady speaks out about 'Rohingya' wickedness https://www.youtube.com/watch?v=d4QoAec_lRg eyewitnesses on Rohingya criminals against native Rakhine 2 https://www.youtube.com/watch?v=NHriz-L6sAE Evidences of rohingya terrorists in Rakhine, Myanmar. https://www.youtube.com/watch?v=GxaF2WRDRBk Dubes Indonesia untuk Myanmar: Hanya Indonesia Yang Menerima Pengungsi Rohingya https://www.youtube.com/watch?v=YzcqYzFPJHg
