Indonesia bisa menarik pelajaran berharga dari kejadian di Myanmar tentang 
pentingnya menjaga kerukunan kehidupan masyarakat. Perlu waspada terhadap 
segala usaha adu domba pecah belah diantara warga oleh kelompok tertentu, 
yang menggunakan isu SARA sebagai selubung untuk tujuan politik mengejar 
kekuasaan demi kepentingan ekonomi kelompok oligarki tertentu.
 
Tentang Rohingya, banyak artikel sudah membahasnya, yg dimuat diberbagai 
situs  a.l. :
 
 (1)  Agaama Jadi Dalih Kasus Perebutan Lahan di Myanmar
<https://tirto.id/konflik-agama-jadi-dalih-kasus-perebutan-lahan-di-myanmar-cv3c>
 
. 
( 
https://tirto.id/konflik-agama-jadi-dalih-kasus-perebutan-lahan-di-myanmar-cv3c
<https://tirto.id/konflik-agama-jadi-dalih-kasus-perebutan-lahan-di-myanmar-cv3c>
 
 )
 
(2) Bisnis Liberalisasi Kekerasan di Myanmar
( 
http://islambergerak.com/2017/09/bisnis-liberalisasi-kekerasan-di-myanmar/
<http://islambergerak.com/2017/09/bisnis-liberalisasi-kekerasan-di-myanmar/> 
 )
 
(3)  Suu Kyi dan Kenaifan Orang Indonesia
    ( https://geotimes.co.id/kolom/suu-kyi-dan-kenaifan-orang-indonesia/
<https://geotimes.co.id/kolom/suu-kyi-dan-kenaifan-orang-indonesia/>  )
 
(4)  Kongsi Dagang Keluarga Soeharto dan Junta Militer Myanmar
<https://tirto.id/kongsi-dagang-keluarga-soeharto-dan-junta-militer-myanmar-cpc8>
     ( 
https://tirto.id/kongsi-dagang-keluarga-soeharto-dan-junta-militer-myanmar-cpc8
<https://tirto.id/kongsi-dagang-keluarga-soeharto-dan-junta-militer-myanmar-cpc8>
 
 )
 
 
A.H.
 
--------------
-----Original-Nachricht-----
Betreff: RE: [GELORA45] Rohingya
Datum: 2017-09-07T16:01:40+0200
Von: "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
An: "[email protected]" <[email protected]>
 
 
 



Muslim Rohingya itu ditolak utk kembali ke bangladesh. Makanya mereka lari 
ke Thailand, filipina, Indonesia. Malahan pemerintah Bangladesh propose 
kerja sama militer utk membantu Burma dalam memerangi pemberontakan di 
arakan di propinsi/state Rakhine diantara Bengali (india) dan Bangladesh.

 

Orang Rohingya itu beragama sunni dan sufi serta berbahasa Rohingya yg 
berasal dari Bangladesh dan berakar ke bhs Bengali sekarang ini. Mereka 
tidak ngomong Bahasa Burma krn memang dari dulu mereka ini illegal 
immigrant dan tidak dimasukkan kedalam kehidupan sehari2 Burma baik 
sekolah, kesehatan dll. Makanya jangan heran ya sekolahnya belajar agama 
Islam dan ini hanya bisa terjadi di masjid dan madrasah. Kasihan memang 
kalau sudah jadi orang pinggiran.

 

Arakan rohingya salvation army (ARSA), dulu dikenal sbg the al yaqeen faith 
movement itu sebetulnya bisa dilacak asal usulnya sejak 1946 dimana ada 
pemimpin Islam minta tolong sama M. ali jinnah founder Pakistan utk 
aneksasi bbrp kota yg sekarang Bangladesh. Ini formal gerakannya berdiri. 
Tetapi orang Bangladesh/india Islam ini sudah masuk kedaerah Burma sejak 
lama sekali. Ada yg bilang sejak abad 15. Sejak 1946 inilah terjadi 
ketegangan antara Burma dan kelompok separatis ini.

 

Jadi ini sebetulnya masalah social politik bukan masalah agama. Masalah 
pendatang yg mayoritas beragama Islam (orang Rohingya itu juga ada yg 
beragama budha) masuk ke burma yg mayoritas budha.

 

Masalah ini diperparah oleh penjajah inggris sampai sekarang. Ditangan Aung 
San Suu Kyi menjadi sorotan. Tetapi bagaimanapun orang Rohingya ini harus 
diselesaikan secara humanity walaupun social politik susah dipecahkan. 
Dengan masuknya PBB yg diperbolehkan oleh Aung San Suu Kyi, mestinya akan 
lebih membaik kedepannya. Hanya saja memang media berat sebelah melihat 
masalah Rohingya ini sbg masalah agama.

 

Identiknya di RI, ya seperti kasus TNI vs GAM dan TNI vs OPM, jadi sekali 
lagi bukan masalah agama yg banyak didengungkan oleh orang Indonesia 
seperti Yusril dll.

 

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, September 7, 2017 1:00 AM
To: undisclosed-recipients:
Subject: [GELORA45] Rohingya

 

 

Dai milis lain :

 

Teman2,

 

Terima kasih atas tanggapan anda.  Aungsan Suukyi dengan keluarganya sudah 
selama ber-tahun2 menderita mendapatkan tekananan dari junta militer 
Myanmar.  Kalo tidak begitu, tentu dia tidak akan pernah dihadiahi Hadiah 
Nobel.  Sekarang waktu ia pegang sebagian kendali kekuasaan di Myanmar, 
apakah ia juga akan bertindak melakukan kekerasan sepereti yang dahulu ia 
rasakan?  Hanya Tuhan yang tahu.  Dalam suasana simpang siur dimana kantor2 
kerita meluncurkan berita2, tentu saja ada yang membawa misi dan pesan 
pihak2 tertentu.  Namun demikian, kalo memang mau, kita bisa coba 
menganalisa situasi dan mendapatkan berita2 dari keduabelah pihak, 
sepanjang kita tidak pake kacamata bewarna, sepanjang kita tidak punya 
prasangka/prejudice.   Yang banyak sekarang ini ialah yang berita yang 
memojokkan Myanmar dengan Aungsan Suukyii-nya sampai ada yang meminta dia 
mengembalikan Hadiah Nobelnya, tapi hanya sedikit yang membuka fakta bakan 
adanya tindak terrorisme yang dilakukan oleh Arakan Rohingya Salvation 
Army.  Aku belum pernah baca ada orang yang meminta Obama mengenbalikan 
hadiah Nobelnya setelah ia membunuh banyak sekali orang2 sipil di Pakistan 
dengan drone.  Maklum saja, kalo mass media dunia dikuasai oleh media 
Barat.

 

Berikut ini berit yang aku baca di koran Kompas pagi ini dan juga dari 
cyber media:

 

SUU KYII MENGECAM DISINFORMASI

https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20170907/281496456435201
<https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20170907/281496456435201>

 


Aung San Suu Kyi Blames Misinformation as Myanmar’s Rohingya Exodus Worsens


http://time.com/4928726/aung-san-suu-kyi-myanmar-rohingya-misinformation/
<http://time.com/4928726/aung-san-suu-kyi-myanmar-rohingya-misinformation/>


Fake 'Rohingya' - Easy Asylum


https://www.youtube.com/watch?v=MoluRS-6g2I
<https://www.youtube.com/watch?v=MoluRS-6g2I>


Burmese Muslim Lady speaks out about 'Rohingya' wickedness


https://www.youtube.com/watch?v=d4QoAec_lRg
<https://www.youtube.com/watch?v=d4QoAec_lRg>


eyewitnesses on Rohingya criminals against native Rakhine 2


https://www.youtube.com/watch?v=NHriz-L6sAE
<https://www.youtube.com/watch?v=NHriz-L6sAE>


Evidences of rohingya terrorists in Rakhine, Myanmar.


https://www.youtube.com/watch?v=GxaF2WRDRBk
<https://www.youtube.com/watch?v=GxaF2WRDRBk>


Dubes Indonesia untuk Myanmar: Hanya Indonesia Yang Menerima Pengungsi 
Rohingya


https://www.youtube.com/watch?v=YzcqYzFPJHg
<https://www.youtube.com/watch?v=YzcqYzFPJHg>

 


 



<div style=\"border:0;border-bottom:1px solid black;width:100%;\"> 
Gesendet mit Telekom Mail <https://t-online.de/email-kostenlos> - kostenlos 
und sicher für alle!

Kirim email ke