Kok enak saja disebut rugi. Kesalahannya di mana. Kok tidak dipecat atau dipindahkan ke jabatan lebih rendah ?
2017-09-08 1:13 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > *Hanya Rp 5,8 triliun. Tidak perlu dikhawatirkan, karena kerugian bisa > ditutup dengan pinjaman luarnegeri. hehehehehehe* > > > > http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41107226 > > > > Indonesia kehilangan Rp5,8 triliun akibat 24 BUMN rugi di 2017 > > - > > 1 September 2017 > > Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP/Getty Images Image caption Dari 24 BUMN yang > merugi pada tahun buku semester I 2017 tersebut, umumnya karena berbagai > macam persoalan. > > > > Kementerian BUMN mencatat 24 perusahaan yang mengalami kerugian sebesar Rp > 5,852 triliun pada kuartal pertama 2017. Jumlah tersebut dilaporkan lebih > tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp5,826 triliun. > > Karena kerugian tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani membebaskan BUMN > tersebut dari kewajiban menyetor dividen kepada negara pada 2018. > > Kepastian itu disampaikan oleh Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi > VI DPR di Jakarta, Rabu (30/8) lalu. > > Dalam rapat kerja tersebut, Sri Mulyani mengatakan bahwa ada 24 BUMN yang > merugi karena kalah saing dan efisiensi dan 11 BUMN lain masih merugi > karena sedang dalam proses restrukturisasi. > > BUMN yang merugi karena kalah saing termasuk PT Garuda Indonesia, Perum > Bulog, dan PT Krakatau Steel, PT Energy Management Indonesia, PT Pos > Indonesia dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, > > Sementara BUMN yang masih merugi namun dalam proses restukturisasi > termasuk PT Nindya Karya, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Kertas Kraft > Aceh, dan PT Kertas Leces. > > Di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, > pemerintah menargetkan dividen BUMN mencapai Rp 43,6 triliun. > > - > > Barter minyak sawit dengan Sukhoi ‘strategi bagus’ sekaligus > ‘bermasalah’ <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40853946> > - > > Pemerintah Indonesia dapatkan 51% saham dan perpanjang kontrak Freeport > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41079090> > > Meski begitu, Kementerian BUMN juga mencatat tiga BUMN yang kinerja > keuangannya menjadi positif, yaitu PT Djakarta Lloyd (Persero) perusahaan > jasa angkutan kargo kontainer dan curah berbasis transportasi kapal laut, > PT Nindya Karya (Persero) perusahaan jasa konstruksi dan PT Varuna Tirta > Prakasya (Persero), perusahan jasa logistik. > > Kepada wartawan, Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A Putro, mengatakan, > ke-24 BUMN yang merugi pada tahun buku semester I 2017 tersebut umumnya > karena berbagai macam persoalan. > > "Ada yang karena beban kerugian di masa lalu, ada yang karena salah > manajamen, ada yang karena turunnya harga komoditas di pasar global dan > karena tidak mampu bersaing dengan perusahaan swasta," ujar Imam seperti > dikutip Antara. > > Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi > rute-rute maskapai nasional tersebut yang mencatat kerugian US$283,8 juta > atau hampir Rp4 triliun. Adapun rugi tersebut naik 349% dibandingkan > periode sama tahun lalu yang senilai US$63,2 juta. > > Hak atas foto ADEK BERRY/AFP/Getty Images Image caption Kementerian BUMN > tengah mengevaluasi rute-rute maskapai nasional tersebut yang mencatat > kerugian US$283,8 juta atau hampir Rp4 triliun. > > Dalam pernyataannya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury, > menjelaskan kenaikan rugi bersih tersebut karena di April 2017 ada > pencatatan transaksi tax amnesty sebesar US$137 juta dan denda kasus hukum > di Australia sebesar US$8 juta. > > Bagi Direktur INDEF dan pengamat ekonomi, Enny Sri Hartati, penanganan > BUMN yang merugi tidak bisa disamaratakan dengan dianggap tidak efisien. > Dan sumber inefisiensi, menurutnya, terletak pada tata kelola, sumber daya > manusia, dan teknologi. > > Dia mencontohkan, untuk PTP yang belanja pegawainya mencapai 40% sehingga > ada inefisiensi penggunaan tenaga kerja, sementara usaha sejenis atau > pabrik gula swasta, kini sudah beralih menggunakan mesin daripada industri > padat karya. > > "Sektor swastanya jauh lebih efisien, mesin-mesin dan teknologi yang > digunakan di BUMN kalah jauh bersaing," ujar Enny. > > Dia juga menyebut soal 'tambunnya struktur BUMN', dengan jumlah direksi > dan komisaris yang besar. > > "Ini yang menyebabkan tidak efisien karena eselon satu kan tidak hanya > terkait gaji direktur seorang, tapi kelembagaan juga," tambahnya. > > Enny juga menyoroti adanya perbedaan dalam indikator kerja antara BUMN dan > swasta. > > "Swasta kan berpacu dengan perkembangan waktu eksternal, sementara BUMN > masih dikelola dengan birokratis," ujar Enny. > > Hal ini, menurutnya, menyulitkan munculnya pengambilan kebijakan yang > kreatif. > > > >
