Lemhannas RI: Pengamalan Pancasila harus melihat Kondisi Masyarakat
http://www.berdikarionline.com/lemhannas-ri-pengamalan-pancasila-harus-melihat-kondisi-masyarakat/share
 on:FacebookTwitter Google +
Mayor Jenderal TNI (Purn) Tony SB Hoesodo mengatakan, usaha pengamalan 
nilai-nilai Pancasila harus memperhatikan kondisi orang atau masyarakat 
setempat.

“Kondisi orang, manusianya, itu sangat mempengaruhi pengamalan Pancasila. 
Persyaratan manusia ini penting diperhatikan,” kata Tenaga Profesional (Taprof) 
Bidang Sosial Budaya Lemhannas RI itu dalam diskusi peluncuran Posko Nasional 
“Menangkan Pancasila” di kantor KPP-PRD, Rabu (20/9/2017).

Tony kemudian memaparkan dua tipologi budaya masyarakat, yakni masyarakat 
budaya barat dan timur. Masyarakat barat cenderung individualitas, sedangkan 
timur cenderung pada kolektivisme.

“Yang kita hadapi budaya timur, ada faktor kekerabatan, paguyuban, 
gotong-royong dan tolong-menolong. Itu karakter masyarakat kita,” jelasnya.

Faktor lain, lanjut Tony, adalah kondisi masyarakat Indonesia saat ini, yang 
terkategorikan generasi tua dan generasi digital. Generasi tua lahir di era 
pergeseran agraris ke industrialisasi, sedangkan generasi digital lahir di era 
tekhnologi.

Generasi digital, ungkap dia, sangat berbeda karakter dengan generasi tua, 
sehingga perlu cara atau metode khusus untuk merangkul mereka dalam mengamalkan 
Pancasila.

Dia pun membeberkan ciri-ciri khusus generasi digital, seperti kebebasan, 
kolaborasi, integritas, kecepatan, entertain, inovatif, dan rasa ingin bertanya 
yang tinggi.

“Generasi digital ingin hiburan bukan sekedar hiburan. Mereka belajar pun 
dengan hiburan itu,” paparnya.

Karena itu, Tony menegaskan, dalam upaya mengimplementasikan Pancasila di 
masyarakat, posko “Menangkan Pancasila” harus bisa menjangkau generasi tua dan 
generasi digital ini.

Dia juga berharap, Posko Menangkan Pancasila memperhatikan kondisi tiap daerah 
yang berbeda-beda. Sehingga perlu pembacaan dan metode khusus dalam sosialisasi 
Pancasila ke masyarakat di daerah tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat ini pun bercerita tengan pengalaman 
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kesederhanaan, empati 
terhadap sesama, hingga kerelaan berbagai kepada sesama yang kurang beruntung.

Mahesa Danu

Kirim email ke